Perhutani Banyuwangi Utara Studi Banding Kelola Lingkungan ke Taman Nasional Bali Barat

16

BANYUWANGI UTARA, PERHUTANI (05/12/2015) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyuwangi Utara melakukan Study Banding ke beberapa destinasi yang bergerak di bidang Pengelolaan Lingkungan seperti Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Taman Nasional Bali Barat, Bali Pulina Rice Terrace & Coffe Plantation dan Kelompok Nelayan Budi Daya Tanaman Mangrove di Pulau Bali, Sabtu.

Dalam sambutannya Administratur Perhutani KPH Banyuwangi Utara, Artanto mengatakan, kegiatan study banding kali ini wujud apresiasi Divisi Regional Jawa Timur kepada Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyuwangi Utara dalam Survailance III tahun 2015 tetap mendapatkan Sertifikat Pengelolaan Hutan Lestari (PHL). Katanya.

Kegiatan yang diikuti seluruh pejabat dan karyawan kantor Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) ini bertujuan untuk melihat dari dekat kegiatan konservasi satwa di Taman Nasional Bali Barat, konservasi dan pengembangan usaha Tanaman Mangrove di Jimbaran dan Pengembangan Usaha Kopi Luwak, di Tegal lalang Bali.

Rombongan yang dipimpin langsung, Administratur KPH Banyuwangi Utara sangat antusias mendengarkan penjelasan Kepala Balai Balai Konservasi Taman Nasional Bali Barat, Hari Cahyono tentang penangkaran burung Jalak Bali, Tren populasi burung jalak Bali 5 tahun terahir dan cara menentukan jenis burung tersebut.

Tidak kalah menarik peserta yang terdiri dari 52 orang, ketika di lokasi Bali Pulina budi daya Kopi luwak, para peserta tercengang melihat hasil proses kopi luwak di Tegal lalang Bali menjadi kopi bermacam-macam rasa.

Lokasi terakhir yang dituju diperkampungan nelayan yang mengelola tanaman mangrove. Hampir sama dengan budi daya Kopi luwak. Di lokasi ini selain konservasi, budidaya tanaman mangrove juga dijadikan education. Peserta disambut oleh bagian pemasaran, Kadek ni Sartika kelompok nelayan kampung kepiting Jimbaran. Mereka diberikan penjelasan mengenai berdirinya, jumlah keanggotaannya sampai usaha usaha yang dilakukan. Sambil makan malam di restoran apung hutan mangrove peserta rombongan menikmati pertunjukan tarian api dengan view laut.

Source Perhutani Banyuwangi Utara Studi Banding Kelola Lingkungan ke Taman Nasional Bali Barat

Leave A Reply

Your email address will not be published.