Peran Public Relations dalam Menyebarkan Semangat Kebangkitan Maritim

17

23 Maret 2016

Denpasar  Public relations officer (humas) dari PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III berkumpul untuk mengikuti Workshop Public Relations di Pelabuhan Benoa, Denpasar, Bali, Rabu (23/3). 33 orang humas tersebut bertugas di berbagai pelabuhan dan anak usaha (Pelindo III Group) yang tersebar di 7 provinsi di Indonesia.

“Pelindo III terus mengembangkan keterampilan para humasnya agar dapat menjadi jembatan komunikasi yang optimal antara perusahaan dengan berbagai stakeholder,” kata Direktur SDM dan Umum Pelindo III Toto Heli Yanto yang hadir pada lokakarya tersebut.

Toto Heli Yanto mengatakan, seiring dengan perkembangan Pelindo III Group yang berlangsung pesat, maka berbagai peningkatan operasional efektivitas kinerja di pelabuhan perlu disampaikan ke para pengguna jasa dan masyarakat umum. Agar turut semakin menggeliatkan bisnis logistik dan pemahaman maritim di Tanah Air.

“Selain kinerja bisnis, hubungan baik Pelindo III dengan masyarakat yang terjalin melalui berbagai kegiatan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (CSR) juga perlu disampaikan, sehingga publik dapat terus memberikan masukan untuk bentuk penyaluran bantuan yang tepat sasaran. Ini sesuai dengan prinsip Good Corporate Governance yang selalu diterapkan Pelindo III,” tambahnya.

Kepala Humas Pelindo III Edi Priyanto yang juga hadir pada acara tersebut menjelaskan, bahwa dalam setahun diselenggarakan hingga tiga kali Workshop PR. Untuk tahun ini, selain diadakan di Pelabuhan Benoa Bali, akan diselenggarakan di Pelabuhan Banjarmasin, Kalimantan Selatan dan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Jawa Tengah.

“Untuk workshop di Bali ini mendiskusikan tema tentang ‘PR sebagai Pembentuk Corporate Branding’. Maka hadir sebagai narasumber ialah Joseph T Wulianandi, pendiri sekaligus pemilik merk ‘Joger’ (aneka produk souvenir khas Bali) dan Gilda Sagrado, pakar komunikasi,” paparnya.

Joseph membagi banyak cerita inspiratif selama jatuh bangun membangun usahanya. Tentunya dengan penuh lelucon ditingkahi gayanya yang eksentrik. Misalnya saat ditanya dari mana datangnya ide kalimat-kalimat jenaka yang menghiasi produknya, ia memberikan jawaban yang out of the box.

“Jangan kerja terstruktur. Jadi kreativitas terus muncul. Maka disiplin ilmu saya tidak disiplin. Kalau disiplin saya tidak kreatif,” katanya jenaka.

Ia juga berpesan, jika kadang ada kesan Joger menjelekkan diri. Sebenarnya hal itu merupakan cara Joger untuk berpromosi dengan rendah hati.

“Dengan rendah hati dalam berbisnis, secara tidak langsung menurunkan ekspektasi customer. Namun dengan begitu kami justru memberikan lebih dari apa yang diharapkan customer,” ungkapnya.

Gilda Sagrado sebagai narasumber kedua membawakan materi tentang ‘professional communi-quettes’.

“Pemahaman akan etika berkomunikasi yang profesional penting untuk membantu humas dalam menjalankan tugasnya, termasuk mengemas pesan yang disampaikan menjadi lebih efektif untuk diterima,” ungkap MC profesional tersebut.

Selain berdiskusi dengan pakar branding dan komunikasi, esok (Kamis, 24/3) para humas Pelindo III juga akan melakukan kunjungan ke sejumlah redaksi media massa di Bali.

“Media massa berperan penting dalam bekerjasama dengan Pelindo III untuk menyampaikan informasi tentang perkembangan kepelabuhanan Indonesia. Peningkatan kinerja logistik Indonesia penting untuk dipublikasikan sehingga dapat menciptakan iklim bisnis yang positif bagi negeri,” kata Edi Priyanto.

Pelindo III sangat transparan. Hal ini terlihat dari banyaknya press release yang disampaikan BUMN kepelabuhanan tersebut kepada media massa, baik nasional maupun daerah.

“Berdasarkan catatan Pelindo III, pada tahun 2013 ada 223 press release yang dipublikasikan, kemudian meningkat di tahun 2014 ada 343 press release. Di tahun 2015 lalu bahkan meningkat 1,5 kali lipat lebih banyak menjadi 539 press release,” tambah Edi lagi.

Capaian tersebut didapat dari keaktifan humas Pelindo III, maka pada workshop diberikan sejumlah hadiah sebagai apresiasi untuk humas yang berprestasi. Humas Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya kelular sebagai humas dengan produksi press release terbanyak dalam satu tahun, humas Terminal Teluk Lamong terpilih sebagai humas paling aktif, humas Pelabuhan Banjarmasin terpilih sebagai humas paling inovatif dengan menyelenggarakan kegiatan seperti lomba foto dan press tour. Rian Rizani, humas Pelabuhan Tanjung Perak, juga menerima hadiah karena fotonya yang mengabadikan kunjungan anak TK ke Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara berhasil merekam dengan manis anak-anak yang mengenal dunia kepelabuhanan melalui kegiatan yang menyenangkan. Selain Rian, Vidya Ayuningtyas, humas dari Pelabuhan Tenau Kupang menerima hadiah karena dilihat berhasil mengangkat sejumlah berita menarik tentang geliat pelabuhan di sudut Indonesia timur tersebut.

“Apresiasi diberikan untuk terus mendorong semangat para humas agar semakin kreatif dalam menyampaikan informasi kepelabuhanan kepada masyarakat. Masyarakat perlu tahu, apalagi di era Tol Laut seperti sekarang ini,” kata Edi Priyanto.

Lebih lanjut, ia menjelaskan workshop berkala bermanfaat meningkatkan PR Value dengan cukup signifikan. Jadi PR Value yang didapat Pelindo III senilai miliaran rupiah jauh lebih tinggi dibandingkan anggaran dana kehumasan yang dikeluarkan perusahaan.

“Kinerja positif Pelindo III dalam mendorong integrasi logistik nasional menjadi dasar bagi humas untuk menyebarkan semangat baik tersebut demi kebangkitan maritim Indonesia,” pungkas Edi.

Source Peran Public Relations dalam Menyebarkan Semangat Kebangkitan Maritim

Leave A Reply

Your email address will not be published.