Peran Manajer PTPN X dalam Optimalisasi Karyawan sebagai Aset Perusahaan (Bagian III)

10

Senin, 11 Mei 2015 | Karyawan juga perlu ditumbuhkan motivasinya untuk mendayagunakan kompetensi yang dimiliki agar menghasilkan keluaran terbaik. Motivasi dapat ditumbuhkan melalui penciptaan iklim yang sehat dan kondusif oleh manajemen. Disini berperan dua faktor penting: kepemimpinan dan komunikasi yang kemudian akan membentuk budaya PTPN X, yaitu sistem nilai, kepercayaan, norma, dan sikap yang dianut bersama oleh anggota PTPN X.

Analisis lain yang dilakukan dalam mengelola karyawan agar dapat bekerja sebagai aset perusahaan yang memiliki kualitas adalah dengan identifikasi kebutuhan analisis terhadap orang (person analysis), yang berfokus pada pekerja secara individual. Jika prestasi seseorang dibawah standar, diperlukan analisis lanjutan untuk mengidentifikasikan pengetahuan dan keterampilan atau kompetensi spesifik yang dibutuhkannya untuk melakukan tugas-tugas secara memuaskan. Manajer dapat pula menggunakan sumber informasi lain seperti: catatan produksi, laporan pengendalian mutu, keluh-kesah, laporan keselamatan kerja, statistik kemangkiran dan pergantian pegawai (turnover), dan wawancara dengan karyawan yang keluar/berhenti. Selain itu, para manajer juga dapat mendapatkan data dan informasi mengenai kebutuhan-kebutuhan yang dimiliki karyawan dengan melakukan analisis kebutuhan. Analisis kebutuhan pelatihan mencakup aspek pekerjaan yang bertujuan mengumpulkan informasi tentang fungsi dan tanggung jawab jabatan, tingkat kinerja yang diharapkan, dan kemampuan serta keterampilan apa saja yang harus dimiliki oleh individu atau kelompok untuk dapat memenuhi standard kinerja yang diharapkan. Hal pertama yang perlu ditentukan lebih dahulu adalah sumber-sumber data yang menyangkut: 1) Riset atau survey (survey iklim kerja, survey pelayanan konsumen); 2) Penilaian kerja; 3) Perencanaan karir karyawan; 4) Perubahan prosedur kerja dan perkembangan teknologi; 5) Perencanaan karyawan.

Kemudian langkah kedua yang dapat dilakukan oleh manajer yang melatih antara lain: a) Menempatkan karyawan pada jabatan yang sesuai dengan kompetensinya; b) Memberikan umpan balik secara berkala; c) Mendengarkan keluhan dan masalah yang dihadapi karyawan dan menerapkan apa yang telah dipelajari; d) Memberikan penghargaan atau pengakuan bagi karyawan yang berhasil memenuhi standard kinerja; e) Memberikan sanksi pada karyawan yang tidak menunjukkan kinerja yang diharapkan.

Jika faktor-faktor yang akan dianalisis sudah diketahui dan sumber data sudah ditentukan, maka manajer dapat memilih satu atau beberapa metode seperti kuesioner/angket, observasi, wawancara, Focus Group Discussion (FGD), pertemuan rutin, mempelajari data PTPN X, mempelajari uraian jabatan; dan membentuk kelompok penasehat.

Dengan melakukan optimalisasi karyawan sebagai aset perusahaan melalui pengelolaan yang dilakukan oleh para manajer, maka pencapaian tujuan atau target yang diharapkan PTPN X dapat terealisasikan.

Source Peran Manajer PTPN X dalam Optimalisasi Karyawan sebagai Aset Perusahaan (Bagian III)

Leave A Reply

Your email address will not be published.