Penjaminan SRG Tunggu PMN Cair

39

Sabtu, 20 Agustus 2016 | 13:17

Perum Jamkrindo baru akan menjalan peran sebagai Lembaga Pelaksana Penjaminan Sistem Resi Gudang, setelah dana Penyertaan Modal Negara turun. Begitu isi perintah PP. Sambil menunggu proses cair, Jamkrindo kini gencar melakukan sosialisasi bersama sejumlah instansi terkait.

DIREKTUR Utama Perum Jamkrindo Diding S. Anwar menegaskan, lembaganya telah siap melaksanakan tugas sebagai Lembaga Pelaksana Penjaminan Sistem Resi Gudang (LPP SRG), sesuai amanat Peraturan Pemerintah No. 1 Tahun 2016.

“Kami sudah membentuk divisi khusus. Organisasi dan SDM-nya sudah siap. Tinggal tunggu perintah jalan, kita jalan,” ujarnya di sela acara Sosialisasi Penjaminan Kredit Usaha Rakyat, Sistem Resi Gudang dan Lembaga Penjaminan Mikro di Medan, Sumatera Utara, Kamis (16/6) lalu.

“Ya kan Pak Loes?” serunya kepada awak media, seraya memperkenalkan Kepala Devisi Penjaminan Sistem Resi Gudang Perum Jamkrindo: Loesdarwanto.

Namun ditegaskan pula oleh Diding, Perum Jamkrindo baru mulai menjalankan peran sebagai Penjamin SRG setelah dana Penyertaan Modal Negara (PMN) cair. “Isi perintah PP-nya begitu. Jadi, kami harus menunggu,” tegasnya.

Sekarang, masalah PMN untuk Penjaminan SRG itu sedang dalam proses legislasi di gedung DPR.

Diding menyebut, pemerintah menganggarkan PMN senilai Rp705 miliar bagi Perum Jamkrindo untuk melaksanakan Penjaminan SRG. Dari nilai itu, sekitar Rp82 miliar akan digunakan untuk biaya operasional, sisanya sebagai investasi.

Seolah mengingatkan Diding, Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non Bank OJK, Dumoly F Pardede mengatakan, Perum Jamkrindo sebaiknya segera mulai menjalankan peran. Hal itu semata untuk meningkatkan kesejahteraan petani, sekaligus mempercepat roda pergerakan ekonomi daerah.

“Resi gudang ini sudah 10 tahun tidak bangkit-bangkit. Makanya, pasarnya dulu saja berdiri, nanti akan terbentuk sendirinya oleh pasar. Supply and demand itu mengikuti. Jamkrindo bisa langsung jalan, sembari menunggu penyertaan modal negara,” seru Dumoly usai acara sosialisasi di Parapat, Medan, Jumat (17/6).

Masuk Pasar Modal?

Diding yakin, potensi Penjaminan SRG bagi pertumbuhan bisnis Perum Jamkrindo sangat besar.

Keyakinan yang sama juga diungkapkan Ketua Komisioner OJK, Muliaman D Hadad. Menurutnya, nilai keekonomian yang dapat diperoleh dari pelaksanaan penjaminan SRG oleh Jamkrindo sangat besar. Apalagi, hasil komoditi nasional berlimpah ruah dan cenderung meningkat dari tahun ke tahun.

Bahkan, Muliaman yakin 2-3 tahun lagi Resi Gudang bisa masuk pasar modal. “Saya pikir 2-3 tahun ke depan kita sudah bisa jalankan sekuritisasi tersebut,” katanya.

Sekuritisasi menjadi penting dilakukan karena sektor pertanian sering dianggap unbankable oleh perbankan. Dari situ petani sulit memperoleh akses pendanaan dari perbankan. Kondisi seperti ini tidak hanya terjadi di pertanian. Sektor lainnya, seperti nelayan, juga begitu. Akibatnya, posisi daya tawar menjadi lemah saat panen raya tiba.

Potong Jalur Tengkulak

Menteri Perdagangan (Mendag) Thomas Trikasih Lembong yakin, Sistem Resi Gudang bisa memotong jalur perdagangan dari petani ke tengkulak. Sebab, petani bisa titip barang ke pengelola gudang tanpa rasa takut barangnya tidak laku, atau nilainya susut karena dijamin Perum Jamrindo.

Selain itu, sistem resi gudang juga bisa mengontrol harga komoditi di pasar tetap stabil. Kalaupun ada musim paceklik, stok barang milik petani masih tersedia cukup di gudang. “Tidak akan ada lonjakan harga akibat jomplangnya suplai dan demain,” jelas Thomas di acara Seminar “Meningkatkan Kepercayaan Sistem Resi Gudang Melalui Lembaga Penjaminan” yang diselenggarakan oleh Infobank dan Jamkrindo di Jakarta, Rabu (1/6).

Kementerian Perdagangan mencatat jumlah gudang yang telah mendapat persetujuan sebagai gudang SRG sebanyak 117. Sebanyak 91 gudang telah menerbitkan Resi Gudang. Gudang-gudang tersebut tersebar di 19 provinsi meliputi Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Bengkulu, dan Bali.

Saat ini ada 14 barang komoditi yang bisa masuk klasifikasi SRG. Antara lain; jagung, kakao, kopi, gabah, beras, rumput laut, karet, rotan, lada, garam, timah, kopra, gambir dan kacang mete.

Dorong Kredit RG

Bagi perbankan, kehadiran Perum Jamkrindo sebagai Lembaga Pelaksana Penjaminan Sistem Resi Gudang (LPP SRG) diyakini dapat mendorong angka pertumbuhan kredit. Setidaknya itu bakal dirasakan bank yang telah lama menjalankan Kredit Resi Gudang, seperti Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Executive Vice President Divisi Bisnis Internasional BRI, Dany Cahya Rukmana menjelaskan, Kredit Resi Gudang BRI adalah fasilitas yang diberikan atas jaminan Resi Gudang. Target utamanya para petani atau koperasi yang ingin memperluas usahanya dengan agunan barang-barang pertanian, seperti: gabah, beras, jagung, kopi, kakao, lada, karet, cokelat dan lain-lain.

“Ini adalah alur yang istilahnya, kalau petani panen, ada dua pilihan pertama jual semua untuk menurunkan pinjaman dari BRI, atau di gudang dulu, diregistrasi, dan dijadikaan jaminan di BRI,” katanya.

Saat ini, BRI telah memiliki 30 cabang yang melayani Kredit Resi Gudang. Khusus untuk komoditi gula, nilai kredit dengan skema Resi Gudang hingga saat ini telah mencapai Rp278 miliar.

Dany mengakui, masih banyak hambatan dalam penerapan skema Kredit Resi Gudang. Namun dia berharap, keterlibatan industri penjaminan kredit menjadi solusi. “Mudah-mudahan dengan kehadiran Jamkrindo, semua bisa lebih mudah untuk masuk ke Kredit Resi Gudang,” tambahnya.

“Tambal Butuh”

Sebenarnya, kehadiran Perum Jamkrindo dalam Penjaminan Sistem Resi Gudang bisa dibilang sebagai “tambal butuh”. Fungsinya memperkuat syarat Resi Gudang sebagai jaminan atau agunan kredit bank.

“Bank akan makin percaya kepada petani yang memiliki Resi Gudang karena dijamin Perum Jamkrindo,” tutur Achmad Sonhaji, moderator acara Sosialisasi Penjaminan Sistem Resi Gudang, KUR dan LKM di Parapat, Sumatera Utara, Jumat (17/6) lalu.

Kini, Divisi Penjaminan Sistem Resi Gudang Perum Jamkrindo tengah gencar mengajak petani agar memanfaatkan gudang terdekat untuk menyimpan hasil pertaniannya. Tujuannya agar terhindar dari bujukan para tengkulak yang akan membeli hasil panen dengan harga murah.

“Juga agar petani tidak kesulitan dana ketika akan memulai musim tanam kembali. Karena akan lebih mudah mengajukan kredit ke bank. RG-nya dijamin Jamkrindo,” ujar Loesdarwanto, narasumber dari Perum Jamkrindo dalam acara sosialisasi itu.

Source Penjaminan SRG Tunggu PMN Cair

Leave A Reply

Your email address will not be published.