Peningkatan Kinerja PTPN X melalui Pelatihan dan Pengembangan Karyawan (Bagian III)

3

Senin, 11 Mei 2015 | Berikut ini adalah langkah-langkah yang dapat dilakukan para manajer untuk mengidentifikasi kompetensi umum dan potensi yang dimiliki oleh karyawan. Langkah-langkah twersebut ditinjau dari sudut pandang kepemimpinan, penyelesaian masalah, komunikasi verbal, komunikasi non verbal, hubungan interpersonal, pengalaman yang relevan dengan pekerjaan, pengetahuan teknis/spesialis, pengambilan keputusan, perencanaan, tujuan karier, keterampilan manual, dan karakteristik pribadi.

Yang dilakukan dalam ranah kepemimpinan adalah 1) Menetapkan dan memantau tujuan-tujuan; 2). Mengelola staf secara konstruktif; 3) Mengelola SDM untuk menciptakan efektivitas maksimal; 4) Menetapkan dan menata prioritas kerja secara sistematis. Untuk penyelesaian masalah, enam angkah yang bisa ditempuh meliputi: a) Mengidentifikasikan dan mendefinisikan faktor-faktor penyebab masalah; b) Mengumpulkan dan menganalisis informasi yang relevan; c) Mengembangkan dan mengevaluasi alternatif solusi yang layak; d) Menetapkan dampak dari setiap alternatif solusi; e) Mengimplementasikan keputusan dan, f) Menindaklanjuti hasil-hasilnya.

Upaya komunikasi verbal dapat ditempuh dengan cara: 1) Menggunakan tata bahasa dan kosakata yang tepat; 2) Menyampaikan pendapat atau kepentingan secara bijaksana; 3) Memberi tanggapan secara jelas dan langsung. Sedangkan komunikasi non verbal, seperti a) Menggunakan secara tepat, dan memahami, terminologi pekerjaan; b) Menggunakan tata bahasa, tanda baca dan ejaan secara benar; c) Menyampaikan gagasan, kepedulian, dan isu-isu secara efektif.

Dalam melakukan hubungan interpersonal, tahapannya adalah 1) Mengenali kekuatan dan kelemahan dalam hubungan kerja; 2) Mempraktikkan protokol sosial yang sesuai; 3) Bekerja sama dengan rekan kerja; 4) Menerima atau menyampaikan kritik konstruktif secara peka. Untuk pengalaman yang relevan dengan pekerjaan, urutan pekerjaannya adalah a) Menghubungkan pengalaman dengan persyaratan/tuntutan pekerjaan; b) Menjelaskan kekuatan dan kelemahan; c) Mengidentifikasikan nilai pengetahuan yang diperoleh dari pekerjaan terdahulu; d) Menjelaskan setiap masalah dalam pekerjaan terdahulu.

Yang dimaksud dengan pengetahuan teknis atau spesialis yakni 1) Memahami terminologi, prinsip-prinsip dan teori yang terkait dengan pekerjaan; 2) Mematuhi standard teknis dan mengikuti pedoman hukum/regulasi; 3) Mempraktikkan teknik-teknik keselamatan yang direkomendasikan; 4) Mengikuti perubahan dan perkembangan mutakhir (state of the art); 5) Mengetahui aspek-aspek yang mengandung kotroversi manajer dalam bidang pekerjaannya. Sedangkan dalam rangka pengambilan keputusan, ada lima tahap yang harus dilalui, yakni a) Menemukan dan mengolah informasi dari berbagai sumber; b) Menata dan menganalisis informasi; c) Mengambil informasi penting dan mengabaikan informasi yang tidak relevan; d) Mengatasi kekhawatiran untuk mengambil keputusan yang salah; e) Mengenali hubungan antara standard, kebijakan, regulasi.

Langkah untuk perencanaan dan karier sebagai berikut. Perencanaan terdiri atas 1) Membuat rencana jangka pendek dan jangka panjang; 2) Mengelola waktu untuk pekerjaan sehari-hari; 3) Merencanakan kebutuhan staf. Tujuan karier terdiri dari a) Menyusun rencana karir; b) Menunjukkan bukti kemajuan ke arah tujuan karir; c) Memahami tanggung jawab atas pencapaian tujuan.

Selanjutnya adalah keterampilan manual. Keterampilan manual meliputi: 1) Memilih dan menggunakan peralatan, perlengkapan dan bahan-bahan yang tepat; 2) Mengantisipasi risiko keselamatan dan menghindari kecelakaan; 3) Menghindari kerusakan yang tidak perlu atas peralatan dan perlengkapan; 4) Menyimpan peralatan dan perlengkapan dalam urutan kerja yang baik; 5) Mengikuti perkembangan teknik, bahan dan perlengkapan baru. Yang terakhir adalah memahami karakteristik pribadi, seperti antusiasme (inisiatif, ambisi, kesiagaan dan motivasi), integritas (kejujuran, loyalitas terhadap misi organisasi) serta keluwesan (toleransi untuk menerima perubahan).

Selain itu, para manajer juga dapat memperoleh informasi mengenai kebutuhan-kebutuhan yang dimiliki karyawan dengan melakukan analisis kebutuhan. Analisis kebutuhan pelatihan mencakup aspek pekerjaan yang bertujuan mengumpulkan informasi tentang fungsi dan tanggungjawab jabatan, tingkat kinerja yang diharapkan, dan kemampuan serta keterampilan apa saja yang harus dimiliki oleh individu atau kelompok untuk dapat memenuhi standard kinerja yang diharapkan. Dengan melakukan analisis kebutuhan dengan cermat, niscaya program pelatihan yang dirancang akan berhasil mewujudkan tujuan-tujuan yang ditetapkan oleh PTPN X.

Source Peningkatan Kinerja PTPN X melalui Pelatihan dan Pengembangan Karyawan (Bagian III)

Leave A Reply

Your email address will not be published.