Pengintegrasian Moda Transportasi untuk Mempercepat Pengiriman Barang

27

23 April 2015

Surabaya – Tol Laut, tentu saja bukan membangun jalan tol di atas laut. Ini adalah program pemerintahan yang baru, yakni program terintegrasi yang bukan hanya membangun pelabuhan saja, tapi dilakukan mulai dari membangun jaringan rel kereta, menyiapkan armada angkutan truk dan bus, juga percepatan wilayah yang bisa dijadikan industri. Bisa dibilang ini adalah persoalan yang bermula dari pesisir sampai mendalam kedaratan.

Infrastruktur pelabuhan yang memadai untuk perpindahan barang ke jalan, rel dan moda air pedalaman akan menarik pengguna jasa untuk menggunakannya sebagai alat distribusi logistik berbiaya rendah. Diperlukan kesiapan pelabuhan dan pengatur pelayaran serta penataan kendaraan pengangkut barang. Harapannya kepadatan truk pengangkut di pelabuhan bisa dikurangi,  sehingga bisa menghasilkan pergerakan barang yang efisien.

Baru baru ini Terminal Teluk Lamong dengan investasi 3,4 triliun rupiah diresmikan oleh PT Pelindo III, Pengoperasian Terminal Teluk Lamong akan terintegrasi dengan transportasi kereta, sejalan dengan telah selesainya pembangunan jalur ganda rel kereta api Surabaya–Jakarta. Dengan harapan dari pembangunan infrastruktur ini dapat memindahkan 30 persen beban logistik dari jalan darat ke rel kereta api.

Mimpinya adalah tol laut ini bisa menurunkan biaya logistik nasional yang masih relatif tinggi dibandingkan negara lain. Dan dibukanya jalur tol laut ini sebenarnya juga sebagai bentuk antisipasi dari  berlakunya MEA 2015. Terintegrasinya moda transportasi sangat tergantung dari infrastruktur dan kesiapan operator pelabuhan untuk mengatur pergerakan barang. Pada kesempatan ini diharapkan para pemangku kepentingan bisa memastikan bahwa jasa layanan yang ada atau sedang dipersiapkan saat ini akan memberi manfaat nyata untuk mempercepat waktu pengiriman barang.

PPM Manajemen tergerak melihat pergulatan ini,  sebuah diskusi terkait Pengintegrasian Moda Transportasi untuk Mempercepat Pengiriman Barang, pada 29 April 2015 mendatang pun digelar di Surabaya. Diskusi akan melibatkan pelaku di industri kemaritiman sehingga materi bahasan ini memberikan manfaat bagi para pemangku kepentingan.

Gelaran ini merupakan pembibitan untuk sebuah hasil panen berupa Konferensi Nasional Bisnis Maritim pada 26-27 Agustus 2015 mendatang di Jakarta. Juga merupakan aksi nyata kontribusi PPM Manajemen yang tahun ini menapaki usia 48th dalam merespon kegalauan yang menerpa ketika melihat kondisi gelanggang bisnis maritim, dimana dalam Konferensi Nasional nanti akan dipanen buah yang akan dipersembahkan bagi kemajuan bangsa.

Source Pengintegrasian Moda Transportasi untuk Mempercepat Pengiriman Barang

Leave A Reply

Your email address will not be published.