Pengelolaan Terminal Peti Kemas : Asing Ajukan Perpanjangan Kontrak TPS Surabaya

11

14 Januari 2015

Jakarta – Salah satu pemegang saham PT Terminal Petikemas Surabaya, Dubai Port World (DP World), mengajukan perpanjangan kontrak konsesi miliknya di Terminal Petikemas Surabaya dengan syarat dan ketentuan yang baru. Pengajuan itu disebabkan Dubai Port menyatakan telah meningkatkan efisiensi dan menggunakan teknologi baru untuk operasionalisasi terminal peti kemas.

Menteri Bidang Perekonomian, Sofyan Djalil, mengatakan permohonan tersebut akan diproses ke PT Pelindo III dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Sofyan menambahkan di wilayah Surabaya terdapat banyak terminal. Di samping TPS, ada pelabuhan terpadu yang dikelola PT AKR Corporindo Tbk bekerja sama dengan Pelindo. “Hal tersebut bisa menjadi kompetisi karena pelabuhan bukan saja dimiliki oleh Pelindo, namun juga ada keterlibatan pihak ketiga,” kata Sofyan di Jakarta, Senin (12/1).

Dengan kompetisi, proses efisiensi akan meningkat. Di samping itu, perusahaan terkait akan berlomba-lomba memberikan pelayanan terbaik untuk mendapatkan nilai tambah. Sebagai catatan, sejak tahun 1999 lalu, komposisi saham Terminal Perikemas Surabaya yang awalnya murni dimiliki pemerintah melalui Pelindo III, 49 persen di antaranya dijual kepada investor asing, yaitu P&O Maritime, Australia. Kebijakan privatisasi merupakan langkah pemerintah saat itu untuk bertahan dari krisis ekonomi yang terjadi pada 1998. Namun, sejak 2006, saham sebesar 49 persen milik P&O Maritime resmi diakuisisi Dubai Port (DP).

Hal itu menjadikan Pelindo III mengusai 51 persen saham di Terminal Petikemas Surabaya dan Dubai Port mengusai 49 persen. Seiring perkembangan TPS yang sudah menjadi pelabuhan bertaraf internasional, serikat pekerja Pelindo III berencana membeli kembali (buy back) 100 persen saham TPS. Direktur Utama Pelindo III, Jarwo Surjanto, mengatakan untuk mendukung sektor maritim sesuai dengan visi pemerintahan terpilih, dianggarkan investasi sekitar 4 triliun rupiah. “Ada rencana investasi juga antara Dubai Port dn Pelindo III,” katanya dalam kesempatan yang sama.

Kemandirian Ekonomi Pengamat ekonomi dari Universitas Indonesia, Aris Yunanto, mengatakan Terminal Petikemas Surabaya memiliki potensi bisnis yang baik, apalagi pengembangan proyek ini sesuai dengan visi pemerintah untuk memajukan sektor kemaritiman. Dia menyayangkan jika proses kerja sama itu berlanjut mengingat ada beberapa badan usaha milik negara lain yang bergerak di bidang logistik dan perdagangan yang memiliki kemampuan mengelola Terminal Petikemas Surabaya. “Pelindo III bisa gandeng BUMN lain,” katanya kepada Koran Jakarta, Senin (12/1).

Dia menambahkan sektor pelabuhan memiliki posisi yang strategis untuk menciptakan kemandirian ekonomi nasional. Jika Pelindo III berhasil menggandeng BUMN lain, tentunya keuntungan pemerintah akan lebih besar, baik jumlah kepemilikan maupun pendapatan pemerintah. “Dividen yang diterima juga akan lebih besar, potensi bisnisnya bagus. Sayang sekali kalau dilanjutkan dengan asing,” tutupnya.

Source Pengelolaan Terminal Peti Kemas : Asing Ajukan Perpanjangan Kontrak TPS Surabaya

Leave A Reply

Your email address will not be published.