Pengaruh Warna Pada Marketing dan Branding

7

Kamis, 4 Agustus 2016 | Pemasaran adalah salah satu aspek vital dalam bisnis. Sebaik apapun produk yang diproduksi, jika perusahaan tidak bisa meyakinkan calon pembeli untuk membeli, maka produk tersebut akan kurang baik penjualannya. Bahkan sebaliknya, jika produknya kurang baik, namun mampu meyakinkan calon pembeli untuk membeli produk Anda, maka dapat menjadi keuntungan. Semakin lama, teknik pemasaran semakin beragam dan kreatif.

Branding menjadi salah satu jalan pembuka pasar dalam menjual produk. Aspek psikologi calon pembeli merupakan salah satu target dari pemasaran. Seperti yang disebutkan dalam jurnal http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/2289687, warna mempunyai pengaruh terhadap mood seseorang, budaya, kegemaran seseorang, dan sebagainya. Oleh karena itu, dalam membuat branding suatu produk, produsen tidak bisa asal memilih warna karena akan berpengaruh terhadap keinginan untuk membeli dari calon pembeli. The logo company telah membuat panduan cerminan warna dengan emosional dari calon pembeli.

Dalam studi yang dilakukan oleh Satyendra Singh dalam www.emeraldinsight.com/doi/abs/10.1108/00251740610673332, ditemukan bahwa dalam pemasaran, warna dapat mempengaruhi penilaian konsumen terhadap suatu produk hingga 90%. Selain itu, dikemukakan juga bahwa hubungan antara brand dan pemilihan warna bergantung pada tujuan dari produk itu sendiri apakah warna yang dipilih tersebut sesuai dengan apa yang dijual.

Sebuah studi berjudul “Exciting Red and Competent Blue” juga menyimpulkan bahwa keinginan untuk membeli sangat dipengaruhi oleh warna karena berdampak pada bagaimana suatu produk dipersepsikan. Warna berpengaruh pada cara pandang calon pembeli terhadap produk tersebut. Sebagai contoh, apakah konsumen produk makanan ‘The Bake n Eat’ www.instagram.com/thebakeneat  akan membeli produk mereka jika mereka tidak mempunyai feel tentang rasa lapar atau makanan yang enak. Oleh karena itu, untuk memberikan kesan dan membangkitkan rasa lapar, maka dasar warna dari brand ‘The Bake n Eat’ adalah merah karena bisa merangsang nafsu makan.

Berikut ini adalah beberapa contoh warna dan pengaruhnya terhadap psikologi  yang diambilkan dari situs www.marketing.co.id :

1.      Merah

Warna merah bisa membangkitkan nafsu makan. Selain itu bisa membangkitkan mood untuk gerak cepat. Kedua alasan ini membuat merah menjadi warna favorit pada logo dan interior restoran cepat saji. Warna ini membuat selera makan pelanggan terpancing, namun juga mendorong mereka untuk menghabiskan makanan dalam waktu singkat serta segera meninggalkan tempat.

2.      Ungu

Ungu memberikan kesan mewah, bijaksana, respect. Warna ini sering digunakan dalam memasarkan produk kecantikan kelas atas atau produk anti penuaan.

3.      Biru

Warna biru memberikan kesan aman dan terpercaya. Lembaga keuangan banyak yang mengadopsi warna ini pada logo dan kantor mereka.

4.      Merah muda

Warna merah muda biasa dipakai untuk kemasan atau konsep marketing untuk produk dengan target remaja putri. Hal ini disebabkan karena warna merah muda mengasosiasikan cinta, kenaifan, feminin, dan semangat.

5.      Hijau

Warna hijau diasosiasikan dengan kesehatan, ketenangan, dan alam. Produk-produk yang mengedepankan konsep kesehatan atau bahan alami biasanya mengandalkan warna ini dalam pemasaran.

6.      Kuning dan oranye

Kedua warna ini membangkitkan antusiasme. Kuning dan oranye juga termasuk warna yang paling mencolok. Biasanya warna ini digunakan untuk menarik pembeli impulsif dan window shopperTenant diskon di mall atau booth produk di tempat umum akan lebih mudah menarik perhatian jika menggunakan warna ini.

7.      Hitam

Warna ini mengasosiasikan otoritas, kekuatan, perlindungan, dan stabilitas. Alat-alat olah raga dan alat musik sering dipasarkan dengan warna ini.

Source Pengaruh Warna Pada Marketing dan Branding

Leave A Reply

Your email address will not be published.