Pemerintah Siapkan Dua Aturan untuk Disposal 200 Ribu Ton Beras BULOG

3

28 Juni 2018

“BULOG sebagai operator pangan pemerintah diharuskan menjaga kualitas pasokan CBP dengan batas maksimal waktu penyimpanan selama empat bulan”

Pemerintah sedang menyiapkan dua aturan terkait disposal Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Sebab, Bulog sebagai operator pangan pemerintah diharuskan menjaga kualitas pasokan CBP dengan batas maksimal waktu penyimpanan selama empat bulan.

Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Agung Hendriadi menyatakan aturan tentang disposal beras Bulog tercantum dalam Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2015 tentang Ketahanan Pangan dan Gizi. Pasal 8 menjelaskan tentang pelepasan CBP sesuai waktu dan kualitas.

“Kami menyiapkan Peraturan Menteri Pertanian, sedangkan Kementerian Keuangan menyusun Peraturan Menteri Keuangan,” kata Agung kepada Katadata, Kamis (28/6).

Dia menjelaskan alasan dibentuknya aturan baru guna mempertegas peran Bulog sebagai operator pengelola CBP. Kedua regulasi ditujukan supaya arus kas pemerintah dan Bulog untuk CBP tetap lancar sehingga diharapkan tak menggangu penggunaan dana Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN).

Agung pun meminta supaya Bulog dapat menyerap beras petani sebanyak 1 juta ton selama masa panen gadu sehingga pasokan beras terjamin. Karenanya, pelepasan beras CBP yang telah melampaui masa penyimpanan lebih dari empat bulan pun bisa dilakukan, terutama jika syarat volume beras milik pemerintah telah mencapai batas aman sebesar 1,5 juta ton.

Dengan demikian pemerintah tidak perlu lagi menambah anggaran baru untuk mengganti beras yang dibuang. Selain itu, Bulog bisa memutar uang dengan menjualnya untuk keperluan lain sehingga ada modal untuk penyerapan beras petani. “Bulog bisa melepas CBP dengan menjualnya atau hibah, terserah mereka,” ujarnya.

Sebab, sebanyak 200 ribu ton beras CBP yang berada di gudang Bulog tak seluruhnya bermutu buruk. Sehingga beberapa bagian bisa dijual untuk keperluan lain. Namun, Agung mengakui ada beras yang kualitasnya tidak layak karena telah disimpan selama 1,5 tahun.

Bulog juga berharap target penyerapan kuartal ketiga 2018 bisa tercapai. Stok beras di gudang Bulog sekarang saat ini telah mencapai 1,6 juta ton. “Kami akan mengejar target sehingga pasokan hingga akhir tahun terjaga,” kata Agung.

Sebelumnya, Kementerian Sosial meminta Bulog memperbaiki kualitas beras untuk bantuan sosial kepada masyarakat. Sebab, Bulog merupakan tempat penyimpanan cadangan beras pemerintah (CBP) untuk disalurkan kepada masyarakat dalam bentuk penerima keluarga harapan (PKH), beras sejahtera, dan bantuan sosial.

Menteri Sosial Idrus Marham telah mengevaluasi kualitas beras Bulog bersama Direktur Utama Perseroan Budi Waseso. “Paling penting adalah kepastian beras harus berkualitas,” ujar Idrus.

Bulog pun mengakui bahwa saat ini terdapat sekitar 200 ribu ton beras di gudang Bulog dengan periode penyimpanan lebih dari 4 bulan. Bahkan, ada pula beras yang sudah tersimpan di gudang lebih dari 1,5 tahun. Alhasil, beras yang kadaluwarsa akan tidak dapat disalurkan ke masyarakat.

Budi mengatakan bersedia mengevaluasi sistem penyimpanan beras di gudang dengan periode maksimal penyimpanan tak lebih dari empat bulan. “Supaya kualitasnya layak untuk masyarakat,” katanya.

Source Pemerintah Siapkan Dua Aturan untuk Disposal 200 Ribu Ton Beras BULOG

Leave A Reply

Your email address will not be published.