Pemerintah Prioritaskan Suntik BUMN Produktif

25

12 Januari 2015

Surabaya – Pemerintah memberikan kesempatan kepada BUMN untuk memperbaiki manajemen perusahaan. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan bahwa pada 2015 pemerintah mengalokasikan total dana Rp 49 triliun untuk menambah modal BUMN. ’’Pemerintah sudah siap menggelontorkan suntikan pada BUMN yang membutuhkan. Tapi, perusahaannya harus dilihat dulu, tidak asal diberi saja. Perbaiki manajemennya dan business plan. Kalau visible, kita beri suntikan modal,’’ kata dia dalam kunjungan kerja di sejumlah BUMN di Surabaya akhir pekan lalu.

Jokowi mengungkapkan, masih banyak BUMN yang berskala kecil. Bahkan, beberapa di antaranya terkendala permodalan. Menurut dia, pemerintah tidak berkeberatan menyuntikkan dana dengan syarat memiliki manajemen yang bagus. ’’BUMN itu juga memberikan keuntungan kepada negara dan memiliki efek terhadap masyarakat,’’ jelasnya.

Selain BUMN skala kecil, lanjut dia, pengembangan BUMN di sektor infrastruktur terus dipantau. Saat ini PT Pelindo (sektor pelabuhan), PT Angkasa Pura (transportasi udara), dan PT KAI (transportasi darat) menjadi fokus Jokowi. Dia menilai pengembangan sektor tersebut akan berdampak besar terhadap percepatan pembangunan ekonomi karena menyangkut infrastruktur maritim, udara, dan darat.

’’Begitu juga perusahaan yang nama belakangnya ada ’karya’. Kami akan beri suntikan agar pembangunan dan perbaikan jalan makin cepat. Misalnya, di antara besaran dana itu, Pelindo III mendapat Rp 5 triliun dan ekuiti yang ada bisa berlipat 7 kali. Beda jika dikerjakan kementerian. Kalau dananya Rp 48 triliun, hasilnya juga segitu,’’ tuturnya.

Menteri BUMN Rini Soemarno menambahkan, BUMN yang belum berkembang bisa didorong untuk bekerja sama dengan BUMN lain. Aset seperti tanah dapat digunakan untuk suatu usaha sehingga memberikan pemasukan bagi BUMN berkaitan. Menurut Rini, hal utama yang perlu dilakukan adalah melihat dan memperbaiki neraca BUMN tersebut selain perbaikan manajemen. ’’Salah satu yang sedang kami kerjakan adalah sektor perkapalan. Kita perlu mulai strukturisasi urusan perkapalan. Mulai program yang dibuat, produk apa yang akan dihasilkan, sampai pembagian antara PT PAL dan PT Dok,’’ papar dia.

Dalam kunjungan kerja, Jokowi meminta PT PAL berfokus menghasilkan produk dengan spesifikasi khusus untuk bisa bersaing lewat produk unggulan di pasar bebas MEA. PT PAL bakal dievaluasi dari aspek kondisi dan luas area pabrik. Diharapkan, PT PAL dapat menjadi awal pengembangan industri maritim. Termasuk PT Dok dan Perkapalan Surabaya.

’’Tapi, yang dibutuhkan PT PAL saat ini adalah permintaan yang stabil dan memastikan bahwa dalam 5 tahun nanti sudah ada pesanan yang digarap. Tidak perlu membuat barang yang terlalu beraneka ragam. Fokus saja pada dua jenis barang sehingga proses produksinya lebih cepat dan penguasaan problemanya lebih gampang,’’ ungkap Rini.

Menurut Jokowi, setiap tahun pemesanan kapal di PAL tidak stabil karena perusahaan menerima order yang ala kadarnya. Termasuk pesanan barang-barang yang sebetulnya bukan spesifikasinya. Dia berharap PAL berfokus pada penggarapan kapal, baik komersial maupun alutsista. Dengan demikian, PT PAL bisa berkonsentrasi meningkatkan daya saing serta makin dikenal sebagai produsen produk yang matang dan sempurna.

Source Pemerintah Prioritaskan Suntik BUMN Produktif

Leave A Reply

Your email address will not be published.