Peluang Miliaran Rupiah Hilang

13

14 juli 2017 — JAMBI, KOMPAS  Mati surinya gerakan hilirisasi karet di Provinsi Jambi mengakibatkan peluang mengelola hasil produksi bernilai miliaran rupiah hilang. Keberadaan industry hilir perlu segera dihidupkan. Ketua Koperasi Sekawan Tani Sukarjiyo, Kamis (13/7), mengatakan, pabrik komponen yang dikelola oleh koperasi tidak beroperasi selama 2 tahun. Pabrik yang terletak di Desa Pelawan, Kecamatan Singkut, Kabupaten Sarolangun, itu dibangun atas bantuan pemerintah pusat dan daerah.

Pabrik yang diresmikan pada Juni 2015 itu memiliki kapasitas produksi 5 ton karet per bulan, dan dapat menghasilkan 20 ban hingga 40 ban vulkanisir sehari. Dengan nilai jual minimal Rp 200.000 per ban, diperkirakan omzetnya bernilai lebih dari Rp 2 miliar per tahun. “Peluang bernilai miliaran rupiah lenyap karena pabrik tidak bisa beroperasi,” ujarnya.

Pabrik itu telah lengkap dengan berbagai jenis mesin dan perlengkapan, mulai dari mesin mixer mill, oven mill, mesin pengerok, dan pengikis ban (buffing), hingga mesin vulkanisir. Petani mengeluh tidak dapat mengoperasikan pabrik karena tak punya modal.

Hilangya potensi omzet bernilai miliaran rupiah itu juga terjadi pada 32 unit pengolahan dan pemasaran bahan olah karet (UPPB) di Jambi. Sebagian besar UPPB sudah dibantu beragam jenis mesin dan peralatan penunjang industry hilir, tetapi petani tidak bisa mengelola karena tak punya modal.

Akinatnya, kata Abdullah, pengelola UPPB di Desa Muhajirin, Kecamatan Jambi, petani yang memiliki kemampuan mengolah produk setengah jadi hingga siap pakai akhirnya kembali memproduksi karet mentah saja yang bernilai jual sangat rendah.

Menurut Ketua Unit Pengolahan dan Pemasaran Bahan Olah Karet Provinsi Jambi Budi Wibowo, upaya mendorong hilirisasi karet akan terus terhambat selama pasokan karet mentah tetap berjalan. Pemerintah tak perlu mengeluarkan kebijakan mengendalikan atau menyetop produksi karet mentah. Sebagai gantinya, petani didorong menghasilkan karet setengah jadi dan siap pakai berkualitas tinggi.

Sebagian petani, katanya, dapat menghasilkan produk – produk turunan karet. Pengamat ekonomi dari Universitas Batanghari, Jambi, Pantun Bukit, mengatakan, hilirisasi harus berjalan jika pemerintah berniat mengangkat kesejahteraan petani. Selama ini, harga karet fluktuatif karena petani bergantung pada serapan dan harga dari pabrik karet remah (crumb rubber). (ITA)

Source Peluang Miliaran Rupiah Hilang

Leave A Reply

Your email address will not be published.