Pelindo III Turut Aktif Cegah Virus Zika dan Demam Berdarah

12

17 Februari 2016

Kupang – Dalam rangka peringatan bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional tahun 2015, PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) Cabang Tenau Kupang mengadakan sosialisasi tentang bahaya virus zika dan DBD (Demam Berdarah Dengue) serta cara pencegahannya untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pegawai. Acara yang diadakan pada Senin (15/02) ini dihadiri oleh pegawai PT Pelindo III Cabang Tenau Kupang, PT Pelindo Daya Sejahtera dan PT Berlian Jasa Terminal Indonesia dengan mengundang instruktur dari Kantor Kesehatan Pelabuhan, dr. Riosna Ernawaty Sijabat. Mewabahnya virus zika dan DBD menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat, termasuk pada masyarakat Kupang dan sekitarnya.

“Saat ini sudah banyak kasus demam berdarah yang dilaporkan di rumah sakit maupun puskesmas. Meskipun belum menjadi KLB (Kasus Luar Biasa) seperti di Jawa, wabah DBD di Kupang perlu mendapatkan perhatian khusus, karena penyakit ini menjadi penyakit ‘musiman’ di Kupang, apalagi ketika musim hujan tiba”, ungkap dokter yang akrab disapa Erna tersebut.

Virus Zika disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti, pertama kali ditemukan di Afrika pada tahun 1947. Gejala penyakit zika tidak banyak berbeda dengan DBD, yaitu demam yang naik turun, ruam, sakit kepala, dan nyeri otot. Dokter Erna menjelaskan bahwa yang membedakan penyakit zika dengan DBD adalah terjadinya konjungtivitas (mata merah) dan demam yang tidak terlalu tinggi.

“Penyakit ini tidak mengakibatkan bahaya hingga kematian, hanya saja, zika sangat berbahaya apabila diderita oleh ibu hamil, karena dapat menyebabkan microcephaly (ukuran otak yang kecil),” tambah dr. Erna.

Dari segi pengobatan, belum ada vaksin untuk membunuh virus zika. Namun dari segi pencegahan, dapat dilakukan dengan fogging, penggunaan lotion anti nyamuk, penggunaan kelambu, serta melakukan 3M (Menguras, Menutup, dan Mengubur).

Upaya pencegahan mewabahnya zika dan DBD oleh PelabuhanTenau Kupang tidak hanya sebatas sosialisasi saja, pelaksanaan fogging/pengasapan juga dilakukan untuk mencegah perkembangbiakan jentik-jentik nyamuk. Pelaksanaan fogging meliputi  area dermaga, lapangan penumpukan, terminal penumpang, kantor, serta rumah dinas.

“Diharapkan dengan adanya sosialisasi terkait zika dan DBD ini dapat meningkatkan kesadaran dan pemahaman pegawai terkait bahaya dua penyakit ini, serta dengan pelaksanaan fogging perkembangbiakan jentik-jentik nyamuk dapat dicegah,” tutur General Manager Peabuhan Tenau Kupang, Denny L. Wuwungan.

Source Pelindo III Turut Aktif Cegah Virus Zika dan Demam Berdarah

Leave A Reply

Your email address will not be published.