Pelindo III Terapkan Wajib APD di Pelabuhan Tanjung Wangi

19

22 Februari 2016

Banyuwangi – Setelah pengamanan portal masuk Pelabuhan Tanjung Wangi, Banyuwangi, Jawa Timur, resmi dioperasikan Rabu (10/2) lalu, kewajiban penggunaan APD diterapkan Pelindo III di pelabuhan tersebut. Ketentuan memasuki area Lini 1 Pelabuhan Tanjung Wangi semakin ketat. Masa sosialisasi dilaksanakan 15-29 Februari 2016 dengan menggerakkan seluruh pejabat struktural, anggota Port Security, anggota Tim P2K. Selain itu juga melibatkan petugas keamanan terkait seperti anggota KSOP dan anggota Polsek Kawasan Pelabuhan Tanjung Wangi yang tergabung dalam petugas keamanan terpadu, untuk bersinergi bersama-sama mensosialisasikan ketentuan memasuki Area Lini 1 Pelabuhan Tanjung Wangi.

“Pelabuhan merupakan kawasan terbatas (restricted area),” jelas Manager SDM,

Umum dan Kesisteman Pelabuhan Tanjung Wangi, Fernandes Antoni Ginting, saat turun ke lapangan untuk sosialisasi.

“Orang yang diizinkan masuk hanya pihak yang berkepentingan saja. Selain itu, setiap orang yang berkepentingan memasuki area Pelabuhan Tanjung Wangi wajib mematuhi ketentuan yang berlaku di Pelabuhan Tanjung wangi, yakni wajib menggunakan APD seperti (sepatu, rompi, dan helm), serta memarkir kendaraannya pada lokasi parkir yang telah ditetapkan,” tegasnya.

Pelabuhan Tanjung Wangi memiliki wilayah cukup luas yang terbagi dalam beberapa area, di antaranya teminal penumpang, lini 1, lini 2, area ISPS Code, area perkantoran, CY, area penumpukkan, serta area PKL yang sudah tertata rapi yang biasa digunakan oleh buruh atau pekerja pelabuhan untuk makan. Pelabuhan tersebut juga berbatasan langsung dengan jalan raya serta tidak jauh dari pemukiman penduduk yang kebanyakan keluarganya bekerja di pelabuhan. Hal ini membuat warga setempat masih terbiasa untuk memancing atau sekedar berjalan-jalan di kawasan pelabuhan.

“Untuk merubah kebiasaan masyarakat ini tidak mudah, akan tetapi kita wajib terus berupaya memberikan informasi, sehingga mereka bisa mengerti dan secara tidak langsung dapat merubah kebiasaan yang ada di masyarakat serta semua stakeholder Pelabuhan Tanjung Wangi,” imbuh Fernandes Ginting.

Saat ditanya, strategi apa yang dilakukan untuk merangsang seluruh stakeholder agar menggunakan APD. Ginting mengungkapkan, setelah sebelumnya telah dilaksanakan sosialisasi sekaligus penandatanganan komitmen bersama penerapan K3 di area Lini 1 kepada seluruh pimpinan masing masing pengguna jasa serta ketua Asosiasi Pelabuhan Tanjung Wangi. Pada tahap pertama Pelindo III menyiapkan portal baru yang diletakkan sebelum memasuki area lini 1, wilayah PKL/area makan tidak masuk di dalam area portal tersebut.

Dengan pengoperasian single gate  (satu akses) tersebut, secara otomatis memudahkan dalam mensterilkan orang yang memasuki kawasan pelabuhan. Tahap kedua, Pelindo III menyediakan 100 buah rompi dan helm yang dapat dipinjamkan kepada buruh TKBM maupun visitor yang akan memasuki area Lini 1 dengan meninggalkan KTP/ SIM yang masih berlaku.

“Harapannya pihak pengguna jasa tersebut akan enggan untuk terus-menerus meminjam dan berinisiatif untuk membeli dan menggunakan APD milik sendiri untuk seterusnya,” ujarnya.

Ia melanjutkan, Pelindo III akan mulai mewajibkan parkir kendaraan pada lokasi yang telah disediakan bagi seluruh stakeholder yang memasuki area Lini 1. Dengan demikian Area lini 1 akan lebih tertib, sehingga bisa meminimalisir kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja di Lingkungan Pelabuhan Tanjung Wangi. Tak ayal, setelah seminggu pelaksanaan sosialisasi impementasi APD, perubahan sudah mulai dapat dirasakan di Pelabuhan Tanjung Wangi. Semua pengendara kendaraan baik supir truk, mobil pribadi maupun roda dua yang semula tidak menggunakan APD sekarang mereka mulai sadar untuk menggunakan APD sebelum memasuki area pelabuhan.

Source Pelindo III Terapkan Wajib APD di Pelabuhan Tanjung Wangi

Leave A Reply

Your email address will not be published.