Pelindo III Tekankan Perlunya Peningkatan Kualitas UMKM

22

17 Mei 2016

Surabaya – PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III menyatakan perlunya peningkatan kualitas UMKM baik dari sisi produk maupun manajemen untuk menghadapi persaingan pasar.  Hal itu diungkapkan oleh Sekretaris Perusahaan Pelindo III Yon Irawan sesaat setelah menerima penghargaan Dharmakrida Baraya Adikarya Anugraha dari Universitas Sebelas Mater (UNS) Surakarta, Senin (16/5).  Menurutnya, jumlah UMKM di Indonesia yang begitu banyak mengakibatkan tak sedikit UMKM memiliki usaha yang sama.  Untuk dapat bersaing, para pemilik usaha tersebut harus memiliki keunikan dan sesuatu yang khas dari produknya yang dapat dijual ke masyarakat.

“Kita lihat saja usaha batik, pengrajin batik begitu banyak. Masing-masing punya corak dan ciri khas sendiri. Masing-masing juga memiliki pelanggan sendiri. Itulah yang harus dimiliki para UMKM yang lainnya,” katanya.

Menyadari pentingnya peningkatan kualitas UMKM, Yon mengaku pihaknya rutin melakukan pelatihan dan pendampingan bagi UMKM binaan Pelindo III.  Saat ini ada sekitar 2.559 UMKM yang masih aktif yang berada di bawah binaan Pelindo III.

“Selain memberikan pelatihan dan pendampingan, kami rutin mengajak para UMKM binaan Pelindo III untuk ikut pameran. Ini penting untuk mengukur seberapa jauh produk mereka dapat diterima oleh masyarakat,” kata Yon.

Kreatifitas masing-masing UMKM juga dibutuhkan untuk membuat produk yang mampu merebut pasar.  Yon menyontohkan ada salah satu mitra binaan Pelindo III yang membuat kaligrafi dengan menggunakan jarum pentul.  Jarum tersebut disusun menjadi pola kemudian diikat oleh benang-benang yang membuat rangkaian menjadi indah.

“Ada juga mitra binaan kami yang melakukan pengolahan belimbing manis.  Tak tanggung-tanggung, si pengusaha ini melakukan riset mengenai manfaat belimbing. Mereka juga riset pasar untuk mengetahui cara termudah mengkonsumsi belimbing. Akhirnya jadilah manisan belimbing, sirup belimbing, dan banyak varian lainnya,” tambahnya.

Pelindo III sendiri dalam pengembangan UMKM selalu berpedoman pada 3P.  Yakni Pro Growth (peningkatan omzet) Pro Job (membuka peluang kerja), dan Pro Poor (pengentasan kemiskinan). Hingga akhir tahun 2015, dana yang telah disalurkan oleh Pelindo III untuk pengembangan UMKM di Indonesia mencapai Rp229,38 Miliar.  Dengan total UMKM yang tercatat sebanyak 5.413 UMKM.

Penghargaan UMKM Kepedulian Pelindo III dalam kontribusinya meningkatkan kualitas UMKM di Indonesia berbuah penghargaan. Kali ini penghargaan datang dari lembaga perguruan tinggi yakni Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.  Penghargaan “Dharmakrida Baraya Adikarya Anugraha” diberikan UNS kepada Pelindo III dalam ajang 5th UNS SME’s SUMMIT & AWARDS 2016.  Penghargaan diserahkan langsung oleh Rektor UNS Ravik Karsidi kepada Sekretaris Perusahaan Pelindo III Yon Irawan, Senin (16/5) malam. Rektor UNS Ravik Karsidi menyebut pentingnya UMKM dalam ketahanan ekonomi nasional.  Menurutnya, UMKM merupakan benteng terakhir bangsa saat menghadapi krisis keuangan.

“Kita lihat, negara lain tumbang karena krisis ekonomi. Namun Indonesia bisa bertahan dari segala gempuran salah satunya karena UMKM,” ucapnya.

Kepala Pusat Studi Pendampingan Koperasi dan UMKM (PSP-KUMKM) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UNS Heru Irianto menyebut jika Pelindo III konsisten dalam upaya pengembangan UMKM di Indonesia. Heru menyebut pengalaman yang dimiliki Pelindo III selama 24 tahun (1991-2015) dalam pengembangan UMKM menunjukkan komitmen dalam upaya meningkatan kualitas perekonomian masyarakat.

“Portofolio lebih dari 5.000 UMKM, pasti butuh komitmen dan kerja keras untuk menjalankannya,” katanya.

Source Pelindo III Tekankan Perlunya Peningkatan Kualitas UMKM

Leave A Reply

Your email address will not be published.