Pelindo III Operasikan Peralatan Otomatis di Terminal Peti Kemas Semarang

7

11 Juli 2016

Semarang – Komitmen PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) menuju terminal yang ramah lingkungan serta modern terus diwujudkan. Seperti yang dilakukan Pelindo III di Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS) dengan mengoperasikan peralatan angkat peti kemas otomatis, automatic rubber tyred gantry (ARTG).

“Uji coba bongkar muat tersebut sudah dilakukan awal Juli pada muatan kapal MV Kanway Galaxy milik PT Samudera Indonesia yang memuat sekitar 600  boks peti kemas. Dari jumlah tersebut yang akan dibongkar di lapangan penumpukkan peti kemas sejumlah 200 peti kemas. Hasilnya berlangsung lancar, operasional TPKS semakin efisien,” ujar GM Pelindo III TPKS Erry Akbar Panggabean.

Sebelumnya beberapa rangkaian uji coba terhadap kesiapan ARTG tersebut juga telah dilakukan untuk memastikan bahwa alat tersebut benar – benar siap untuk melakukan kegiatan bongkar muat. Seperti pada awal bulan Juni lalu, telah dilakukan tes integrasi terhadap alat berat tersebut dengan tujuan untuk melihat konektivitas antara alat dan sistem yang ada di TPKS. Hasil dari tes integrasi itu sangat bagus, karena sistem dan alat telah terkoneksi dengan baik. Tidak berhenti sampai disitu, uji coba terhadap ARTG dilanjutkan dengan melakukan endurance test (tes ketahanan) selama 8 jam tanpa berhenti. Tes tersebut bertujuan untuk mengetahui seberapa besar daya tahan alat saat melakukan bongkar muat. Seperti tes sebelumnya, endurance test menunjukkan hasil yang sangat positif. Hingga akhirnya diputuskan bahwa ARTG telah siap untuk melakukan uji coba bongkar muat secara langsung.

“Sengan memanfaatkan ARTG ini, satu operator dapat mengoperasikan hingga tiga ARTG sekaligus, sehingga secara otomatis dapat mempercepat proses receiving-delivery di TPKS. Bukan hanya itu, dari sisi planning juga akan jauh lebih akurat. Karena di dalam lapangan ARTG mampu bekerja secara otomatis sesuai dengan sistem yang telah di-input,” ungkapnya.

Kemudian dari sisi keamanan, pengoperasian ARTG juga dinilai mampu meningkatkan keselamatan kerja di lingkungan TPKS. Hal tersebut dikarenakan pengoperasian ARTG mampu meminimalisir masuknya tenaga kerja lain dan hanya menyisakan para sopir truk  di dalam area lapangan penumpukkan peti kemas.

Tren Positif Menurut data Pelindo III, capaian TPKS selama tahun 2016 masih menunjukkan tren yang cukup positif. Tercatat kenaikan dalam tiap bulannya jika dibandingkan dengan waktu yang sama pada tahun lalu (yoy). Jika ditotal selama awal tahun hingga bulan Mei 2016, kinerja bongkar muat yang berhasil ditorehkan oleh TPKS mencapai 265.920 TEUs atau sejumlah 166.814 boks, sedangkan dalam kurun waktu yang sama pada tahun 2015 tercatat pada angka 262.921 TEUs atau sejumlah 162.861 boks.

Capaian TPKS hingga bulan Mei yang sebesar 166.814 peti kemas tersebut sebenarnya sudah mencapai 41,18% dari target yang telah ditentukan. TPKS sangat optimis akan mampu memenuhi target pada akhir tahun ini, pasalnya hingga bulan Juni ini terdapat tambahan sekitar 32.700 boks peti kemas sehingga dapat dikatakan bahwa dalam semester pertama ini, TPKS telah mampu mewujudkan 50% dari total target selama tahun 2016.

Bukan hanya terkait kinerja bongkar muat saja yang mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan tahun lalu. Ships call atau kunjungan kapal di TPKS juga menunjukkan peningkatan, jika tahun lalu tercatat 290 unit hingga bulan Mei, maka pada tahun ini mencapai 312 unit untuk kurun waktu yang sama. Kenaikan lainnya yang berhasil ditorehkan oleh TPKS terkait dengan berat kotor kapal yang sandar. Hingga Mei 2015 tercatat sebesar 4.234.167 gross tonnage (GT) sedangkan hingga Mei tahun ini telah tercatat sebesar 5.231.404 GT.

Source Pelindo III Operasikan Peralatan Otomatis di Terminal Peti Kemas Semarang

Leave A Reply

Your email address will not be published.