Pelindo III mulai mengadopsi sistem pelayanan satu atap

26

17 September 2015

Surabaya – Operator pelabuhan milik negara PT Pelabuhan Indonesia III (Pelindo III) mulai mengadopsi sistem “one stop service” untuk memangkas waktu tinggal di pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur. Langkah ini diikuti kasus korupsi profil tinggi atas dwelling time di pelabuhan Jakarta Tanjung Priok. Polisi telah menunjuk dan menangkap sejumlah tersangka termasuk Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Partogi Pangaribuan dengan tuduhan korupsi.

General Manager Pelindo III Eko Harijadi Budiarto mengatakan sejumlah divisi terkait dari perusahaan, yang sebelumnya menempati bangunan terpisah, telah ditempatkan di gedung yang sama. Prosedur perizinan sekarang bisa diproses dalam satu gedung untuk menghemat banyak waktu, kata Eko. “Bank yang sebelumnya terletak di tempat terpisah di Tanjung Perak juga telah ditempatkan di satu lokasi. Ini adalah solusi untuk memotong waktu tinggal,” katanya di Jakarta, Kamis.

Dia mengatakan Pelindo III juga telah menandatangani kontrak untuk pembangunan jalan layang yang menghubungkan Teluk Lamong dan jalan tol untuk memfasilitasi transportasi ke dan dari pelabuhan terbesar kedua di negara itu. Terminal peti kemas sebelumnya, PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS), mengatakan pihaknya sudah mengambil sejumlah langkah untuk memangkas waktu tinggal. Juru bicara TPS Ardiansyah mengatakan di antara langkah-langkahnya adalah modernisasi peralatan bongkar-muat untuk meningkatkan produktivitas. Sebuah piling persegi yang lebih besar akan dibangun dan memperkuat dan perluasan “Sistem Pemosisian Global” (GPS) dan Sistem Otomasi Pemesanan dan Gerbang (BGAS), kata Ardiansyah.

Saat ini waktu tinggal di pelabuhan Uncer Pelindo III tidak sama – 4 hari di Tanjung Perak dan 5 hari di PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS), 5 hari di PT Berlian Jasa Terminal Indonesia (BJTI) Surabaya, 5 hari di Terminal Teluk Lamong Surabaya dan 5 hari di Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS). Lima hari dianggap terlalu panjang dan tidak efisien. Presiden Joko Widodo sendiri telah memerintahkan pemotongan waktu welling power Indonesia untuk menjadi kompetitif setidaknya di kawasan tersebut terutama setelah implementasi Masyarakat Ekonomi ASEAN pada akhir tahun ini.

Source Pelindo III mulai mengadopsi sistem pelayanan satu atap

Leave A Reply

Your email address will not be published.