Pelindo III Mulai Bangun Kawasan Terintegrasi di Banyuwangi

11

13 September 2015

Jakarta – PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III, badan usaha milik negara (BUMN) di sektor kepelabuhanan, memulai pengembangan kawasan Boom Marina Banyuwangi, Jawa Timur  yang merupakan dermaga dengan segala fasilitas pendukung untuk yacht (kapal layar ringan) akhir pekan lalu. Djarwo Surjanto, Direktur Utama Pelindo III mengatakan pengembangan marina di Pantai Boom Banyuwangi yang rencananya beroperasi pada 2017 tersebut terintegrasi dengan Pelabuhan Benoa di Bali dan Labuhan Bajo di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dia menuturkan dermaga itu nantinya terintegrasi untuk yacht (kapal layar ringan). “Pengembangan marina di Pantai Boom Banyuwangi tersebut akan terintegrasi dengan Pelabuhan Benoa di Bali dan Labuhan Bajo di NTT. Ke depannya bahkan akan dihubungkan ke lokasi lain yang potensial, seperti Karimunjawa, Lombok, dan Tenau Kupang,” ujarnya dalam keterangan tertulis. Menurut Djarwo, pengembangan infrastruktur wisata bahari yang terintegrasi akan mengoptimalkan potensi rute pelayaran di Indonesia. Profit tidak hanya bagi pengelola namun juga memantik pengembangan kawasan dan kreativitas warga sehingga memiliki nilai ekonomi untuk peningkatan perekonomian masyarakat sekitar.

Kawasan Boom Marina Banyuwangi ini akan dibangun di area seluas 44,2 hektare. Kompleks marina modern tersebut akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas, seperti zona marina, zona residensial, dan zona rekreasi. “Boom Marina Banyuwangi diharapkan menjadi bagian dari jaringan marina dunia sekaligus untuk mempromosikan wisata bahari Indonesia di dunia internasional”, ujarnya. Boom Marina Banyuwangi direncanakan dapat beroperasi pada pertengahan 2017. Rencananya, lokasi tersebut akan dijadikan tuan rumah  event Fremantle to Indonesia Yacht Race dan Rally serta berbagai agenda marina internasional lainnya.

Djarwo menuturkan sejumlah pelabuhan yang dikelola Pelindo III sudah rutin disandari kapal pesiar (cruise) internasional, di antaranya yaitu Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, serta Pelabuhan Banjarmasin dan Pelabuhan Kumai di Kalimantan. Selain itu tentunya pada gugusan Kepulauan Sunda Kecil atau Kepulauan Nusa Tenggara, yakni Pelabuhan Benoa Bali, Pelabuhan Lembar Lombok, hingga Pelabuan Tenau Kupang.

“Pelindo III dan Kementerian Pariwisata bekerja bersama aktif melakukan promosi wisata Indonesia kepada operator kapal pesiar internasional seperti Seatrade Cruise Shipping Miami di Florida AS, Sales mission and Annual Cruise Down Under Conference di Australia, Cruise Shipping Asia di Singapura dan Seatrade All Asia Cruise Cenvention di RRC”, kata Djarwo.

Kunjungan kapal pesiar dilingkungan kerja Pelindo III dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren positif, Sepanjang semester 1 2015, kunjungan penumpang kapal pesiar yang singgah melalui pelabuhan diwilayah kerja Pelindo III tercatat sebanyak 67.015 turis mancanegara atau meningkat 19 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 56.272 turis. Jumlah kapal pesiar tahun 2014 sendiri tercatat sebanyak 126 unit dengan berat kapal mencapai 4.725.008 Gross Tonnage (GT) dan membawa penumpang sebanyak 84.827 orang.

Source Pelindo III Mulai Bangun Kawasan Terintegrasi di Banyuwangi

Leave A Reply

Your email address will not be published.