Pelindo III Kembangkan Pelabuhan Benoa

24

02 April 2015

Jakarta – PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) mengembangkan kawasan Pelabuhan Benoa, Bali. Hal itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman tentang kerja sama pengembangan usaha dan optimalisasi potensi kawasan Pelabuhan Benoa oleh Pelindo III bersama enam Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yakni PT Jasa Marga (Persero), PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero), PT Wijaya Karya (Persero), PT Adhi Karya (Persero), PT Hutama Karya (Persero), dan PT Pembangunan Perumahan (Persero). Sinergi BUMN tersebut merupakan kelanjutan dari sinergi BUMN dalam pembangunan Jalan Tol Bali Mandara, karena dalam perencanaan Jalan Tol Bali Mandara telah mempertimbangkan pengembangan Pelabuhan Benoa. Bisa dikatakan pengembangan Pelabuhan Benoa adalah satu kesatuan yang tidak terlepas dengan pembangunan Jalan Tol Bali Mandara.

Direktur Utama Pelindo III Djarwo Surjanto mengatakan penandatanganan nota kesepahaman tersebut sebagai wujud sinergi BUMN untuk membangun kawasan pelabuhan Benoa, Bali. Menurutnya, kawasan itu memiliki potensi yang besar dalam peningkatan perekonomian di Provinsi Bali. “Selama ini Pelabuhan Benoa menjadi pintu masuk bagi wisatawan asing yang berlibur ke Bali dengan menggunakan kapal pesiar. Bali masih sebatas menjadi tujuan, nantinya akan kita jadikan sebagai pusat kapal pesiar (turn around cruise port), artinya para turis itu akan memulai perjalanannya dari Bali,” kata Djarwo dalam siaran persnya, Rabu (1/4/2015).

Djarwo memastikan sinergi yang dibangun bersama enam BUMN lainnya dalam membangun kawasan Pelabuhan Benoa akan berjalan lancar. Dia mengacu pada sinergi yang dibangun oleh BUMN dalam membangun Jalan Tol Bali Mandara beberapa waktu lalu. Bahkan, pada tahun 2010 saat awal perencanaan Jalan Tol Bali Mandara sudah mulai disinggung mengenai pengembangan kawasan Pelabuhan Benoa. “Pengembangan kawasan Pelabuhan Benoa ini merupakan satu kesatuan dengan Jalan Tol Bali Mandara. Jadi keberhasilan dalam membangun jalan tol tersebut akan kami lanjutkan untuk membangun kawasan Pelabuhan Benoa,” tuturnya.

Kepala Humas Pelindo III Edi Priyanto menambahkan rencana pengembangan kawasan Pelabuhan Benoa yang dilakukan oleh Pelindo III mengacu pada Rencana Induk Pelabuhan (RIP) yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan. Menurutnya, pengembangan kawasan Pelabuhan Benoa menjadi pusat wisata marina merupakan poin utama dalam pengembangan kawasan tersebut. Beberapa rencana untuk menjadikan kawasan Pelabuhan Benoa sebagai pusat wisata marina diantaranya penyiapan terminal marina, pengerukan alur pelayaran menjadi -12 meter LWS (low water spring), penambahan panjang dermaga penumpang dan penyiapan pengembangan terminal kapal pesiar. “Kami juga akan membangun dermaga petikemas dan lapangan penumpukan serta fasilitas untuk curah cair,” ucap Edi.

Sebelum melakukan pengembangan-pengembangan di kawasan Pelabuhan Benoa, masing-masing BUMN yang terlibat akan melakukan kajian secara menyeluruh terlebih dahulu. Kajian itu meliputi aspek bisnis, finansial, kelayakan, lingkungan, legalitas, risiko, dan aspek lainnya untuk menentukan pola kerjasama yang optimal dan layak. “Pola kerja samanya belum ditentukan, bisa jadi seperti ketika pembangunan Jalan Tol Bali Mandara dengan masing-masing BUMN memiliki saham di dalamnya atau bisa juga dengan pola kemitraan lainnya,” ujar dia.

Source Pelindo III Kembangkan Pelabuhan Benoa

Leave A Reply

Your email address will not be published.