Pelindo III Dukung Pencegahan HIV/AIDS

13

02 Juni 2016

Cilacap – HIV dan AIDS telah menjadi masalah besar di Indonesia maupun di dunia, karena merupakan penyakit mematikan yang belum ditemukan vaksin dan obat penyembuhnya. Selain itu juga memberikan dampak luas terhadap kesehatan, sosial, ekonomi termasuk pada dunia usaha. Salah satu langkah dalam mengembangkan Program Pencegahan dan Penanggulangan HIV (P2HIV), serta  di tempat kerja yaitu dengan membangun komitmen dan kebijakan pimpinan perusahaan. Untuk itulah pada Kamis (2/6) lalu telah dilakukan pendatanganan komitmen bersama implementasi pelaksanaan P2HIV di tempat kerja dengan beberapa para pimpinan perusahaan, salah satunya General Manager PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) Tanjung Intan, Fariz Hariyoso yang saat itu ikut hadir dan menandatangani komitmen bersama itu.

Penandatanganan komitmen yang berlangsung di Griya Patra itu, disaksikan Bupati Tatto Suwarto Pamuji, selaku Ketua Komisi Penanggulangan (KPA) Kabupupaten Cilacap, Kepala Dinsosnakertrans Kosasih, dan Kepala Dinas Kesehatan dokter Marwoto. Sejumlah perusahaan yang ikut menandatangani komitmen tersebut yaitu PT Pertamina Refinery Unit (RU) IV Cilacap, PT Indonesia Power UJP Adipala, Pelindo III Tanjung Intan, PT Dharmapala Usaha Sukses, PT Perkebunan Ciseru Kaliminggir, PT Perkebunan Gunung Karet, Bank Jateng Cabang Cilacap, Bank BPR Gunung Slamet, PT Sumber Alfaria Trijaya, PT Sumber Segara Primadaya, PDAM Tirta Wijaya, PT Holcim Indonesia dan PT Panganmas Inti Persada. Adapun isi komitmen yang ditandatangani oleh para pimpinan perusahaan terdiri atas empat poin. Pertama, menyadari bahwa penyebaran HIV/AIDS di Indonesia potensial mengancam profitabilitas dan produktivitas dunia usaha serta kesehatan tenaga kerja maupun masyarakat luas.

Kedua, menyatakan kepedulian mendalam bahwa ancaman HIV/AIDS berdampak buruk terhadap pembangunan nasional yang berkelanjutan dan sumber daya manusia (SDM) di Indonesia. Ketiga, mendesak seluruh pihak terutama sektor swasta untuk bekerja sama dengan seluruh potensi masyarakat untuk mencegah meningkatnya penuluran HIV/AIDS. Keempat, mendesak seluruh pihak di tempat kerja untuk bekerja sama dalam implementasi program pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di tempat kerja dengan menggunakan prinsip-prinisp kaidah ILO tentang HIV/AIDS dan dunia kerja sebagai dasar pelaksanaan program P2 HIV dan  di tempat kerja, mengutamakan program P2 HIV/AIDS di tempat kerja termasuk mendorong pengusaha atau serikat pekerja untuk mendukung program tersebut, dan mendorong dan mendukung penghapusan stigma dan diskriminasi buruh pekerja yang hidup dengan HIV/AIDS. Bupati Tatto Suwarto Pamuji mengatakan, saat ini epidemi penyakit HIV/AIDS sudah sangat mengkhawatirkan. Sebab dari waktu ke waktu terjadi peningkatan kasus HIV/AIDS, termasuk di Cilacap.

“Melihat kenyataan tersebut, perusahaan tidak boleh berpangku tangan. Sekarang sudah saatnya untuk bertindak,” tutur Tatto.

Sebab, berdasarkan Kepmennakertrans No. Kep. 68/MEN/IV/2004 yang menyatakan bahwa program P2HIV & di tempat kerja bukan hanya tanggung jawab salah satu pihak saja, namun merupakan tanggung jawab bersama dengan pemerintah, pengusaha dan serikat pekerja/ buruh, swasta, pemuda, tokoh agama, tokoh masyarakat, mahasiswa, pelajar, keluarga, dan elemen masyarakat yang lain. Upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS harus terus dilakukan. Mengingat, HIV pada dasarnya dapat menginfeksi siapa saja tanpa mengenal usia, jenis kelamin, status sosial, maupun ras.

“Upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di tempat kerja harus terus disosialisasikan dan diimplementasikan,” tegasnya

Setelah penandatanganan komitmen selesai, acara dilanjutkan dengan workshop tentang program pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di tempat kerja yang disampaikan Kasi Pengawasan Norma Pengendalian Penyakit Akibat Kerja Kementerian Tenaga Kerja, Sudi Astono. Menurut Sudi Astono, HIV/AIDS  kini menjadi masalah besar di dunia, termasuk di Indonesia. Sebab, HIV merupakan virus yang melemahkan system kekebalan atau perlindungan tubuh manusia karena merusak sel darah putih. Sedangkan  merupakan suatu kumpulan gejala penyakit (sindrom) berupa menurun/ hilangnya kekebalan tubuh yang diakibatkan oleh virus (HIV) dan disertai berbagai penyakit/ infeksi ikutan yang berakibat fatal. Tantangan program P2HIV & di tempat kerja adalah masih banyak pelaku di tempat kerja belum mengetahui tentang HIV/AIDS sehingga menimbulkan tindak dan sikap stigma dan diskriminasi karena sebagian besar pekerja belum memahami haknya untuk mendapatkan perlindungan K3 & HIV .

Program P2-HIV  di tempat kerja akan memberikan perlindungan kerja dari HIV/AIDS, mencegah penularan HIV dan meningkatkan produktifitas dan kesejahteraan, pelaksanaan program P2-HIV  di tempat kerja berkontribusi dalam keberhasilan program penanggulangan  Nasional dalam rangka Pembangunan berkelanjutan serta peningkatan daya saing di era global.

“Setiap tenaga kerja berhak atas perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja, termasuk dari permasalahan HIV dan AIDS. Untuk itu, setiap dunia usaha harus mengambil peran dalam program P2 HIV dan  di tempat kerja sebagai bagian dari program K3,” katanya.

Source Pelindo III Dukung Pencegahan HIV/AIDS

Leave A Reply

Your email address will not be published.