Pelabuhan Tenau Proyek Gas di Darwin Picu Lonjakan Bongkar Muat

22

03 Februari 2015

Surabaya — Pengoperasian terminal offshore logistic base di Pelabuhan Tenau yang mendukung proyek pipa gas ke Darwin, Australia telah berimbas pada rekor aktivitas bongkar muat kargo di Kupang yang mencapai lebih dari 1 juta ton/meter kubik tahun lalu. PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) melaporkan kenaikan 127% tersebut memang sangat drastis, mengingat pada 2013 kegiatan bongkar muat di Pelabuhan Tenau hanya tercatat sebanyak 448.000 ton/meter kubik.

General Manager Pelindo III Cabang Tenau Deny Lambert Wuwungan berkata sejak dibukanya terminal offshore logistic base, kegiatan offshore dari Saipem Maritimo di perairan Darwin Australia makin menggeliat. “Sejak Agustus tahun lalu, Saipem Maritimo mulai memasang pipa gas dari pusat pengeboran ke Darwin. Mereka memilih Pelabuhan Tenau sebagai pusat distribusi peralatan mereka,” katanya dalam laporan yang diterima Bisnis, Sabtu (31/1).

Pelindo III merekam jejak kegiatan di Pelabuhan Tenau naik menjadi 2 hingga 4 kapal mother vessel per bulan. Kapal-kapal itu membawa ribuan ton pipa dari Kwantan Malaysia menuju ke pelabuhan di Nusa Tenggara Timur itu. Setibanya di Pelabuhan Tenau, jelas Deny, pipa-pipa tersebut lantas ditransfer dengan ke atas kapal-kapal yang berukuran lebih kecil untuk dibawa ke tempat pemasangan pipa di Darwin. “Kami memantau setidaknya ada 15 kapal yang melakukan kegiatan ini tahun lalu,” jelasnya.

Menurut BUMN yang bermarkas di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya itu, dana yang dikucurkan untuk membangun terminal offshore logistic base menyentuh Rp118 miliar, guna membangun dermaga sepanjang 110 m dan lapangan penumpukan di sekitarnya. Pelindo III sengaja bekerja sama dengan Saipem Maritimo untuk menjadikan terminal tersebut sebagai areal terbatas. Terminal tersebut juga sudah memboyong sertifikat keamanan internasional kapal dan fasilitas pelabuhan (ISPS Code).

Selain itu, standar keamanan kerja di kawasan terminal itu juga diperketat. “Setiap orang di areal itu wajib menggunakan alat perlindungan diri dan sebelum masuk mereka diwajibkan untuk menjalani tes kadar alkohol,” tutur Deny. Sementara itu, Manager Operasional dan Komersial Pelindo III Cabang Tenau Kupang Iman Santoso Maruto menambahkan banyaknya kapal Saipem Maritimo berdampak langsung pada peningkatan aktivitas pemanduan dan penundaan kapal. “Perairan di Pelabuhan Tenau ini merupakan perairan wajib pandu. Jadi, setiap kapal yang masuk ke sini wajib menggunakan layanan pemanduan kapal. Adapun, layanan penundaan lebih banyak digunakan untuk mother vessel milik Saipem Maritimo.”

Source Pelabuhan Tenau Proyek Gas di Darwin Picu Lonjakan Bongkar Muat

Leave A Reply

Your email address will not be published.