Pelabuhan Tanjung Perak merestart layanan angkutan barang

20

05 Mei 2015

Oleh Vincent Wee dari Hong Kong Memberikan dorongan lebih lanjut dan beberapa dorongan bahwa dorongan Indonesia untuk meningkatkan jaringan logistiknya tidak hanya bicara, operator pelabuhan negara Pelindo III pekan ini mengaktifkan kembali layanan kereta kontainer di Pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya yang telah dibekukan selama sepuluh tahun, kata laporan setempat. Layanan ini akan melayani rute Surabaya-Jakarta dengan layanan dua kali sehari, kata juru bicara Pelindo III Edi Priyanto.

Layanan ini akan dioperasikan oleh operator kereta api negara PT kereta Api Indonesia (KAI) unit logistik PT Kereta Api Logistik bersama dengan anak perusahaan Pelindo III, PT Terminal Petikemas Surabaya. Kereta tersebut pada awalnya akan menghubungkan pelabuhan dengan stasiun kereta Petikemas Surabaya di dekatnya tetapi akan melayani stasiun lain di masa depan. Layanan ini akan berjalan dengan 15 hingga 30 mobil dan memiliki kapasitas tahunan diperkirakan 43.800 TEU. Edi mengatakan bahwa selama tahap pertama, prioritas akan diberikan untuk mengambil kembali kontainer yang membawa produk pertanian.

Hal ini dipandang penting untuk mengurangi waktu tinggal dari lima hari saat ini karena volume peti kemas di Pelabuhan Tanjung Perak telah mencapai 3,1 juta TEU dengan tingkat pertumbuhan 10% yang diharapkan tahun ini. Direktur Utama Pelindo III Djarwo Surjanto mengatakan satu faktor yang menyebabkan penantian panjang waktu adalah terbatasnya transportasi yang tersedia karena masih ada ketergantungan besar pada truk untuk segmen transportasi darat. “Kemacetan lalu lintas dan sejumlah truk terbatas adalah salah satu hal yang menyebabkan kontainer tidak dibawa keluar dari pelabuhan dengan cepat,” katanya. Edi mencatat bahwa kereta barang telah ada sejak tahun 1994 sebelum berhenti beroperasi pada 2004. Tidak jelas mengapa layanan dihentikan di tempat pertama.

Source Pelabuhan Tanjung Perak merestart layanan angkutan barang

Leave A Reply

Your email address will not be published.