Pelabuhan di Dua Benua Studi Banding ke Terminal Teluk Lamong

19

18 April 2016

Surabaya – PT Terminal Teluk Lamong kembali menjadi primadona di dunia kepelabuhanan. Hal itu dibuktikan dengan adanya kunjungan dari dua pelabuhan beda benua ke Terminal ramah lingkungan milik Pelindo III tersebut. Port of Mombasa, Kenya, dan Port of Valencia, Spanyol, merupakan dua pelabuhan besar di Afrika dan Eropa yang berkunjung ke Terminal Teluk Lamong untuk mempelajari kecanggihan sistem serta peralatan yang ada.

“Kami ingin mempelajari sistem yang ada di Terminal Teluk Lamong dan menerapkannya di Pelabuhan kami”, ujar Sudi Amani Mwasinago, Container Terminal Manajer Port of Mombasa.

Port of Mombasa, Kenya, merupakan pelabuhan terbesar di Afrika Timur yang diusahakan penuh oleh Pemerintah Republik Kenya dibawah kepemimpinan Otoritas Pelabuhan Kenya. Bisnis utama Port of Mombasa adalah peti kemas dan terminal penumpang dengan luas lapangan penumpukan 14 Ha berkapasitas 18.000 TEUs (Twenty-feet Equivalent Units) mampu menampung lebih dari 250.000 TEUs/tahun. Kedalaman dermaga yang dimiliki -10,35 LWS (Low Water Spring) dan kini sedang dalam proses pembangunan terminal petikemas baru yang berkapasitas 1,2 juta TEUs / tahun.

Perwakilan Pelabuhan lain yang datang ke Terminal Teluk Lamong pada hari yang sama (18/4) adalah Port of Valencia yang berlokasi di Kota Valencia, Spanyol.  Pelabuhan yang mempekerjakan lebih dari 15.000 pegawai tersebut merupakan pelabuhan tersibuk nomor lima di Eropa. Port of Valencia melayani 67.019.770 ton peti kemas dan 373.013 penumpang kapal cruise pada tahun 2014.

Konsep semi- otomatis yang dimiliki Terminal Teluk Lamong menjadi hal yang ingin dipelajari oleh perwakilan negara-negara tersebut. Automated Stacking Crane (ASC) berkecepatan gantry 270 meter/menit dan terhubung dengan Terminal Operating System(TOS) menjadikan ASC lebih produktif dibandingkan dengan Rubber Tyred Gantry (RTG) yang dimiliki terminal petikemas konvensional dengan kecepatan gantry 135 meter/menit. Selain ASC, konsep docking system yang membuat pekerjaan dilapangan penumpukan menjadi lebih cepat karena truk dapat meletakkan secara langsung peti kemas diatas docking tanpa menggunakan alat lain dan langsung diambil dan ditumpuk oleh ASC membuat decak kagum dari kedua pelabuhan beda benua tersebut saat melihat Terminal Teluk Lamong.

Terminal Teluk Lamong merupakan ikon pelabuhan baru di Indonesia berkonsep ramah lingkungan dengan fasilitas modern dan tercanggih yang mampu menyaingi pelabuhan lain di dunia. Indonesia patut berbangga karena memiliki Pelindo III yang terus berinovasi untuk melakukan yang terbaik bagi negeri.

Source Pelabuhan di Dua Benua Studi Banding ke Terminal Teluk Lamong

Leave A Reply

Your email address will not be published.