Pasca Resmi Menjadi Induk Holding Industri Pertambangan: INALUM Pererat Hubungan dengan Media Nasional

32

Kamis, 26 Desember 2017 18:26:58

Dalam rangka mempererat hubungan yang sudah terjalin baik, PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM bekerjasama dengan Forum Humas BUMN (FHBUMN) menyelenggarakan Media Gathering yang berlangsung selama 2 (dua) hari (5-6 Desember 2017) di Pabrik Peleburan Aluminium Kuala Tanjung dan PLTA Paritohan, Sumatera Utara. Dibalut dengan tema “Heart and Knowledge Make a Good Journalism”, FHBUMN bersama INALUM mengundang sekitar 30 jurnalis dari berbagai media cetak, elektronik, dan online nasional untuk mengunjungi Pabrik Peleburan Aluminium di Kuala Tanjung, PLTA Siguragura dan Tangga, serta seluruh fasilitas produksi INALUM yang ada di Sumatera Utara. Direktur Umum dan SDM INALUM, Carry E.F. Mumbunan menyambut baik kegiatan ini. Menurut beliau, INALUM yang baru saja secara resmi ditunjuk sebagai Induk Holding Industri Pertambangan membutuhkan dukungan media dalam mengembangkan bisnisnya.

“INALUM yang dulunya agak tertutup dengan pemberitaan pada saat masa Penanaman Modal Asing (PMA), kini lebih terbuka kepada media. Terbukti dengan banyaknya media yang membantu INALUM dalam mengkomunikasikan aktivitasnya, termasuk proses pembentukan Holding,” ujar Carry.

Dalam sesi Bincang Santai bersama para jurnalis yang dihelat pada hari pertama, Direktur Umum dan SDM INALUM itu menegaskan komitmen perusahaan terhadap kemandirian atas ketersediaan bahan baku.

“Bersama PT ANTAM Tbk yang memiliki cadangan bauksit melimpah, INALUM akan membangun Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) yang berlokasi di Mempawah, Kalimantan Barat,” terang Carry.

Sebagaimana diketahui, bahan baku Aluminium yaitu Alumina berasal dari bauksit yang saat ini masih diimpor oleh INALUM dari Australia. Padahal di Indonesia, potensi cadangan sumber daya alam berupa bauksit masih sangat besar, terutama di Kalimantan. Bauksit ini diekspor ke luar negeri dengan harga yang cukup murah yaitu sekitar US$ 20-US$ 30 per ton. Padahal harga Alumina yang selama ini masih diimpor INALUM harganya sekitar US$ 350 per ton.

Tak hanya itu, untuk mengantisipasi peningkatan kapasitas produksi Aluminium dan produk hilirnya, INALUM siap untuk mengembangkan pelabuhan di Kuala Tanjung yang ditaksir bernilai USD 60 juta. Rencana pengembangan pelabuhan ini diharapkan dapat dimulai pada semester II tahun 2018. Saat ini INALUM memiliki dua dermaga yaitu dermaga A dan dermaga B yang menjorok ke laut sepanjang 2,5 km. Kedua dermaga tersebut selama ini menjadi tempat mendatangkan berbagai kebutuhan Pabrik Peleburan INALUM seperti bahan baku Alumina yang masih diimpor dari Australia. Lebih lanjut, INALUM tengah berupaya meningkatkan kapasitas produksi hinggal 1 juta ton Aluminium per tahun.

“Tahun ini INALUM menargetkan total kapasitas produksi mencapai 300.000 ton Aluminium per tahun. Angka ini akan melonjak menjadi sekitar 500.000 ton pada tahun 2019 dan double capacity menjadi 1 juta ton pada tahun 2021,” ujar Carry yang saat sesi bincang santai bersama jurnalis didampingi oleh General Manager Pengembangan SDM, M. Rozak Hudioro dan Deputy General Manager Umum, Ismadi YS.

Pada hari kedua, digelar seminar singkat tentang Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada para jurnalis, dalam sesi ini dijelaskan mengenai tips dan trik tentang bagaimana cara mengajukan KUR dalam rangka meningkatkan potensi-potensi jurnalis yang ingin membangun atau mengembangkan usaha. Selain itu pada kesempatan yang sama juga digelar seminar singkat tentang “Media Handling” untuk para pegawai INALUM yang diisi oleh Ketua Bidang Reputasi FH BUMN, Benny S. Butar-butar. Mantan Kepala Biro ANTARA Tokyo ini membawakan materi bertajuk

From Media Relations to Influencer Relations”. Benny memberikan cluebagaimana cara cepat untuk berkomunikasi dengan media.

“Berpikirlah layaknya reporter! Suguhkan mereka dengan rilis yang benar-benar fit, berikan data yang lengkap dengan rujukannya. Dan tak kalah pentingnya, mudahkan mereka dengan memberikan quote menarik,” cetus Benny yang saat ini juga menjabat sebagai VP Corporate Communication Citilink tersebut.

Mewakili peserta, Ilyas Istianur Praditya yang merupakan jurnalis dari liputan6.com menyambut baik kegiatan ini. Baginya, kegiatan ini telah membuka mata para jurnalis bahwa INALUM memang layak ditunjuk sebagai Induk Holding Industri Pertambangan.

“Tak semata-mata karena berstatus Non-Tbk, INALUM juga ternyata memiliki kapasitas dari segi kompetensi SDM, kapasitas smelter, dan rencana ekspansi,” pungkasnya.

Source Pasca Resmi Menjadi Induk Holding Industri Pertambangan: INALUM Pererat Hubungan dengan Media Nasional

Leave A Reply

Your email address will not be published.