Pantai Boom Banyuwangi Diintegrasikan dengan Benoa

23

02 Februari 2015

Banyuwangi – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, bersama dengan PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) akan mengintegrasikan pengembangan lokasi wisata Pantai Boom, Banyuwangi, dengan Benoa, Bali, dan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Banyuwangi, Yanuar Bramuda, di Banyuwangi, Senin, mengatakan pihaknya telah bertemu dengan PT Pelindo Properti Indonesia (PPI), anak usaha PT Pelindo III untuk rencana pengintegrasian tersebut.

“Kami membahas pengembangan pantai yang terletak tak jauh dari pusat Kota Banyuwangi tersebut. Pelindo ikut mengembangkan Pantai Boom karena letak pantai seluas 44,2 hektare itu berada dalam satu kawasan pelabuhan yang dikelola oleh Pelindo,” katanya. Ia menjelaskan Pemkab Banyuwangi terus memacu pengembangan pariwisata. Sebelumnya, kabupaten berjuluk “The Sun Rise of Java” itu membangun Taman Digital dari hasil sinergi dengan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom).

“Dari pembahasan dengan PT PPI, kini sedang dilakukan kajian untuk model dan pengembangan pengintegrasian ketiga tujuan wisata pantai tersebut,” katanya. Sementara Direktur Utama PT Pelindo Properti Indonesia (PPI) Prasetyo mengatakan pengembangan Pantai Boom dilakukan lantaran potensinya yang cukup besar. Ia menilai sangat jarang pantai dengan kondisi geografis seperti Pantai Boom, sehingga sangat prospektif jika diintegrasikan sebagai wisata marina antara Banyuwangi, Benoa, dan Labuan Bajo.

Dalam desain Pelindo, Pantai Boom akan dibagi ke dalam beberapa zonasi, seperti kawasan residensial (hotel), restoran, komersial (water sport), ruang publik, dan museum. Desan besar untuk Pantai Boom dibuat berdasarkan potensi pantai itu sendiri. “Pengembangannya tetap berwawasan lingkungan, kearifan lokal, dan optimalisasi view menyesuaikan zonasi,” kata dia. Prasetyo yakin wisata marina yang terintegrasi itu bisa diwujudkan. Ia mengaku senang karena Pemkab Banyuwangi sangat mendukung dengan pengembangan pariwisata itu.

Yanuar Bramuda menambahkan wisata Pantai Boom bisa juga diintegrasikan dengan pariwisata di Bali bagian barat, seperti Pulau Menjangan yang kini juga sudah mulai berkembang. Menurut dia, pengembangan Pantai Boom sudah dilakukan oleh Pemkab Banyuwangi dalam setahun terakhir. Taman Digital yang hijau dengan “amphitheatre” modern telah selesai dibangun. Tahun ini akan dituntaskan pembangunan gerai kuliner bagi 59 pedagang kaki lima (PKL). Pada masing-masing stan kuliner dilengkapi dapur terbuka, peralatan dapur, listrik, air bersih dengan pemandangan menghadap laut.

“Tak jauh dari sana ada toilet umum yang dikemas modern. Desain lansekap dan sarana penunjang seperti food court digarap oleh arsitek Adi Purnomo. Kami yakin, dalam satu tahun ini, Pantai Boom bakal makin bagus, hijau, dan ramai,” katanya. Apalagi, katanya, pihaknya juga menggelar beberapa atraksi wisata di Pantai Boom, seperti Festival Layang-Layang, Festival Barong dan Beach Jazz Festival pada Agustus dan September mendatang. Untuk menjaga kebersihan, Pemkab Banyuwangi mengerahkan 24 orang tenaga kebersihan yang diberi tugas khusus di pantai itu.

Source Pantai Boom Banyuwangi Diintegrasikan dengan Benoa

Leave A Reply

Your email address will not be published.