Optimalkan Pelayanan Arus Mudik Pengoperasian Terminal 3 Ultimate Diundur

67

17 Juni 2016

Jakarta – PT Angkasa Pura II (Persero) menyatakan, pengoperasian Terminal 3 Ultimate di Bandara Soekarno-Hatta diundur untuk mengoptimalkan efektifitas pelayanan jasa operasional transportasi udara jelang puncak arus mudik. Hal ini agar pelaksanaan arus mudik tetap berjalan lancar di Terminal 1 dan 2 Bandara Soekarno-Hatta, serta Halim Perdanakusuma.

“Setelah melalui rapat koordinasi yang intensif dengan pemangku kepentingan, yakni Kementerian BUMN dan perhubungan, serta manajemen AP II, pengoperasian Terminal 3 Ultimate diundur,” kata Direktur Utama Angkasa Pura II Budi Karya Sumadi melalui siaran pers, Kamis (16/6).

Meski demikian, menurut Budi, Angkasa Pura II tetap melakukan peningkatan dan penyempurnaan Terminal 3 Ultimate dalam proses transisi pengalihan penerbangan internasional dan domestik Garuda Indonesia. Angkasa Pura II juga terus berkoordinasi dengan Kementerian BUMN dan Perhubungan dalam rangka persiapan pengoperasian Terminal 3 Ultimate sampai waktu yang ditentukan oleh pemerintah. Perseroan juga terus memonitor setiap pergerakan peningkatan standar pelayanan minimum di Terminal 3 Ultimate.Sampai saat ini, perseroan masih terus mengupayakan beberapa hal yang masih ada untuk mencapai standar keamanan.

“Beberapa masalah seperti tower yang tengah dibuat SOP-nya dan genset yang sedang kami sempurnakan terus kami lakukan untuk menjamin safety security dan layanan penumpang,” tutur Budi.

Angkasa Pura II telah berpengalaman selama lebih dari 30 tahun mengelola bandara di Indonesia. Perseroan telah menerima penghargaan internasional dari Skytrax sebagai “The #4 World’s Most Improved Airport 2014” untuk Bandara Soekarno-Hatta dan “Official 4-Star Skytrax Airport 2015” untuk Bandara Kualanamu.

Selama 2011-2015, pergerakan penumpang di sejumlah bandara yang dikelola Angkasa Pura II terus bertumbuh dengan CAGR sebesar 4%. Proporsi asal penumpang stabil dengan rasio 80:20 untuk penumpang domestik dan internasional. Sementara itu, pergerakan pesawat di bandara Angkasa Pura II juga menunjukkan pertumbuhan yang memuaskan dengan CAGR lebih dari 3%. Sedangkan pergerakan kargo mencatat pertumbuhan yang stabil dengan CAGR lebih 1%.

Dari segi kualitas pelayanan terhadap pelanggan, Angkasa Pura II juga menunjukkan peningkatan dalam lima tahun terakhir. Tingkat kepuasan pelanggan (CSI) perseroan pada 2015 mencapai 3,78 dibandingkan 2011 yang hanya sebesar 3,5. Menurut Airport Council International (ACI), salah satu bandara yang dikelola Angkasa Pura II yaitu Soekarno-Hatta merupakan bandara tersibuk ke-8 di Asia Pasifik, setelah Beijing, Dubai, Haneda, Hongkong, Shanghai, Changi, dan Guangzhou.

Bandara Soekarno-Hatta dan Kualanamu menjadi main international country hub, yang berfokus pada Asia, Eropa, Australia, dan Selandia Baru, serta secondary hub yang fokus pada penerbangan ke Asia Tenggara, Timur Tengah, dan India. Perseroan juga mendapat dukungan yang kuat dari pemerintah dan memiliki daya saing sebagai perusahaan bandara terbesar di Tanah Air, dengan pangsa pasar lalu lintas penumpang udara yang besar.

Source Optimalkan Pelayanan Arus Mudik Pengoperasian Terminal 3 Ultimate Diundur

Leave A Reply

Your email address will not be published.