Optimalisasi Ruang Udara, AirNav Indonesia dan Kementerian Perhubungan Selenggarakan CMAC/FUA Workshop

53

Jakarta, 31 Maret 2016 – Kerjasama sipil-milter merupakan hal penting untuk mengoptimalkan penggunaan ruang udara Republik Indonesia dalam mendukung peningkatan konektivitas di negeri yang memiliki lebih dari 17.000 pulau ini. Setiap elemen penerbangan di Indonesia perlu bersinergi mengingat semakin meningkatnya kompleksitas persaingan penerbangan di tingkat regional dan global. Atas dasar itulah, Perum LPPNPI atau dikenal dengan AirNav Indonesia bekerjasama dengan Direktorat Navigasi Penerbangan Kementerian Perhubungan menyelenggarakan workshop dengan tema Civil-Military Cooperation/Flexible Use of Airspace(CMAC/FUA).

Workshop ini berlangsung pada tanggal 30 Maret 2016 – 31 Maret 2016, di Ruang Auditorium Gedung Support Kantor Pusat AirNav Indonesia, dan dibuka secara resmi oleh Wisnu Darjono, Direktur Operasi AirNav Indonesia dan Dini Nurdiani , Kasubdit Operasi Navigasi Penerbangan Kementerian Perhubungan. Workshop dihadiri seluruh komponen penerbangan yang berhubungan dengan implementasi ATFM/CDM, seperti operator bandar udara, maskapai penerbangan, ground hadling, TNI AU, TNI AD dan pihak lainnya. Hadir sebagai narasumber dalam acara ini adalah pihak ICAO APAC RSO.

“Substansi dari penerbangan yang juga merupakan fokus utama dari AirNav Indonesia adalah safety. Kami yakin hal ini pula yang menjadi pondasi baik bagi penerbangan sipil/komersil maupun militer,” ujar Wisnu saat membuka acara. Dalam workshop yang berlangsung selama dua hari ini, perwakilan  ICAO APAC RSO, Mr Liu Song memaparkan informasi mengenai pelaksanaan Flexible Use of Airspace (FUA) di suatu negara serta berbagi ilmu dan pengalaman tentang bagaimana berkolaborasi antara kepentingan penerbangan sipil dan kepentingan penerbangan militer dalam implementasinya.

Pelaksanaan kegiatan Workshop ini diharapkan dapat memberikan tambahan wawasan dan pemahaman terhadap pentingnya Air Traffic Flow Managemen / Collaborativ Decision-Making (ATFM/CDM), sehingga dapat bersama-sama berkomitmen untuk mewujudkan penerbangan Nasional yang lebih baik dan teratur. Untuk diketahui, Air Traffic Flow Management atau ATFM adalah sebuah cara atau metoda yang digunakan untuk menyeimbangkan antara kapasitas (capacity) dan permintaan (demand) di ruang udara (airspace) maupun di bandara (airport), sehingga pengaturan lalu lintas udara bisa efisien dan efektif. ATFM tidak bisa dilaksanakan sendiri oleh salah satu stakeholder saja namun harus dilakukan secara bersama-sama dengan komitmen tinggi oleh semua pemangku kepentingan (stakeholder). Untuk itu perlu adanya dukungan sistem atau pola CDM (Collaborative Decision Making) yakni pola untuk membuat stake holder berkolarobasi mensukseskan ATFM.

Source Optimalisasi Ruang Udara, AirNav Indonesia dan Kementerian Perhubungan Selenggarakan CMAC/FUA Workshop

Leave A Reply

Your email address will not be published.