Nuansa Kekeluargaan dalam Transisi Kepemimpinan Dirut Pelindo III

16

19 Mei 2016

Surabaya  Transisi kepemimpinan di BUMN kepelabuhanan, PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) berlangsung dengan profesional dan bernuansa kekeluargaan. Hal tersebut terlihat saat mantan Dirut Djarwo Surjanto dilepas oleh para karyawan dan Dirut Orias Petrus Moedak di Kantor Pusat Pelindo III, Surabaya, Kamis (19/5). Menteri BUMN melalui  Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) telah memutuskan pergantian jabatan Direktur Utama Pelindo III. Posisi Djarwo Surjanto digantikan oleh Orias Petrus Moedak yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Keuangan Pelindo II.

Djarwo sendiri langsung mengenalkan Orias ke top management, yakni jajaran senior manager dan general manager pelabuhan-pelabuhan cabang yang dikelola Pelindo III. Orias juga telah menerima dokumen-dokumen terkait penerapan aspek tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance) sebagai komitmen dalam memimpin BUMN kepelabuhanan tersebut sesuai peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia. Orias sangat mengapresiasi seniornya yang telah “mengantar” hari pertamanya berkantor di Tanjung Perak.

“Orang besar seperti Pak Djarwo tidak akan tergantikan, karena itu saya akan meneruskan segala kebaikan dan rencana besar yang sedang berjalan,” ujarnya.

Orias juga melihat bahwa pola kerja sama yang sudah baik di Pelindo III bisa ditingkatkan lagi. Ia juga mengajak untuk dapat terus membangun infrastruktur demi meningkatkan pelayanan kepada pengguna jasa dan masyarakat.

“Mari terus bersinergi dengan berbagai stakeholder, seperti dengan pelayaran dan pelabuhan lain. Demi Indonesia,” tegasnya.

Usai pertemuan dengan top management, Djarwo Surjanto sudah ditunggu oleh ratusan karyawan Pelindo III yang mengucapkan selamat jalan.

“Saya tidak mengira sebanyak ini karyawan yang menemui saya di hari terakhir saya di sini (Pelindo III),” ucapnya dengan berkaca-kaca. Ia juga dengan rendah hati mengungkapkan bahwa semua pencapaian Pelindo III merupakan kerja keras bersama.

“Selama ini tidak ada perbedaan pendapat yang sampai mengganggu langkah perusahaan. Kebersamaan dan soliditas kerja harus terus dijaga, agar bersama Pak Orias bisa lebih ditingkatkan lagi,” pesannya.

Djarwo juga sempat mempertemukan Orias dengan Ketua Serikat Pekerja Pelabuhan Indonesia (SPPI) III Dhany Rahmad, sembari meminta kedua pihak agar berkomunikasi demi menjaga iklim kerja yang kondusif. Djarwo Surjanto dikenal sebagai salah satu begawan kepelabuhanan di Indonesia. Ia yang mengawali karirnya di Kementerian Perhubungan pada tahun 1977 silam, setahun kemudian mulai bertugas di Pelindo (saat itu masih berbentuk Badan Pengusahaan Pelabuhan) dengan ditempatkan di Pelabuhan Belawan, Medan, dan tiga tahun berikutnya ia berpindah tugas ke Pelabuhan Bitung, Sulawesi Utara. Karir Djarwo Surjanto melesat saat mulai menjabat sebagai Direktur Teknik di Pelindo III pada tahun 1995. Pada tahun 2001, ia terpilih sebagai Direktur Utama Pelindo 4 dan kemudian menjadi Direktur Utama Pelindo III sejak tahun 2009 hingga tahun ini.

Lulusan Institut Teknologi Bandung dan IHE Delft, Belanda, tersebut dikenal sebagai teknokrat yang berhasil mewujudkan visi modernnya dalam berbagai infrastruktur mutakhir. Di antaranya yaitu Terminal Teluk Lamong yang merupakan terminal peti kemas dan curah kering semi-otomatis pertama di Indonesia. Kemudian Terminal Gapura Surya Nusantara yang ditetapkan Presiden Joko Widodo sebagai standar pelayanan terminal penumpang kapal laut di Indonesia. Ia juga menginisiasi revitalisasi Alur Pelayaran Barat Surabaya sehingga kapal-kapal besar dapat merapat di Pelabuhan Tanjung Perak yang memberikan efek efisiensi biaya logistik. Pelabuhan Tanjung Emas Semarang yang sebelumnya terendam rob (limpasan air laut saat pasang) juga berhasil dikeringkan dengan teknologi sistem polder, sehingga kinerja bongkar muat berlangsung lancar.

Serta sejumlah proyek visioner yang sedang dibangun, seperti Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) yang mengintegrasikan kawasan industri dengan fasilitas pelabuhan. Selain itu Djarwo Surjanto juga membawa Pelindo III mengembangkan sayap bisnis di bidang suplai energi ramah lingkungan, LNG (liquefied natural gas) dan di bidang wisata bahari dengan membangun kawasan wisata marina yang terintegrasi di tiga lokasi, yaitu Banyuwangi, Bali, dan Labuan Bajo. Melalui proyek-proyek-proyek tersebut, Djarwo Surjanto dikenal sebagai sosok bertangan dingin yang mampu melihat potensi bisnis ke depan.

Selain piawai mengembangkan infrastruktur, Djarwo Surjanto juga penuh terobosan dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Selama kepemimpinannya, hampir seratus karyawan Pelindo III yang mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan studi S2 ke berbagai universitas top di Eropa, Australia, dan Korea. Mereka tidak hanya ditugaskan untuk belajar, tetapi juga sebagai duta Pelindo III dalam membangun jaringan global. Djarwo Surjanto juga memperhatikan putra-putri terbaik daerah. Sekitar 60 lulusan SMA terbaik dari provinsi wilayah kerja Pelindo III selain dari Jawa, direkrut dan disekolahkan jenjang D3, S1, dan S2, untuk memberi kesempatan lebih kepada putra-putri daerah dalam berkarir di Pelindo III.

Sementara itu, suksesornya, Orias Petrus Moedak, dikenal sebagai sosok kompeten yang memiliki kombinasi latar belakang sisi keuangan dan sisi kepelabuhan sekaligus. Pria kelahiran Kupang, NTT, tersebut telah malang melintang di bidang keuangan, termasuk ekuitas, sekuritas, perbankan, dan audit, baik di sektor BUMN maupun swasta. Tak hanya sisi finansial, lulusan Universitas Padjajaran Bandung tersebut juga memperluas horizon bisnis kepelabuhanannya di APEC-Antwerp/Flanders Port Training Center, Belgia, dan di Galilee International Management Institute, Israel.

Kedatangan Orias Petrus Moedak sebagai Dirut Pelindo III ditanggapi positif oleh sejumlah pihak. Salah satunya tanggapan dari Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Zaldy Ilham Masita seperti yang dilansir pada http://industri.bisnis.com, Kamis (19/5). Zaldy menilai jajaran direksi baru Pelindo III yang dinakhodai Orias Petrus Moedak bisa mempertahankan reputasi yang baik yang sudah dibangun oleh Djarwo Surjanto.

“Pelindo III memiliki reputasi yang sangat baik dalam mengembangkan usahanya oleh pak Djarwo,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Umum DPP Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) versi RUA, Carmelita Hartoto, yang melihat sosok Orias Petrus Moedak tentu sudah memiliki pengalaman dalam mengelola keuangan secara transparan selama bertugas di Pelindo II. Ia juga meminta Orias Petrus Moedak bertugas melanjutkan kinerja Djarwo Surjanto yang dinilai sudah bagus, demikian seperti dikutip dari situs yang sama.

Source Nuansa Kekeluargaan dalam Transisi Kepemimpinan Dirut Pelindo III

Leave A Reply

Your email address will not be published.