Musim Hujan Tiba, Pedagang Cipinang: Harga Beras Sesuai Het

7

12 Desember 2017

Jakarta – Pasokan beras dari daerah ke Pasar Induk Cipinang, Jakarta Timur, mulai berkurang karena musim hujan. Menurut pedagang, pasokannya berkurang 30% dari kondisi normal.

Kendati mengalami pengurangan pasokan dari daerah, namun harga beras masih bisa terjaga sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Hal itu diungkapkan oleh salah seorang pedagang di Pasar Induk Cipinang, bernama Alex.

“Memang sih dari tahun ke tahun kita sudah tahu situasinya. Sebenarnya kalau sudah terbentur masalah ini harga sudah mulai tinggi. Tapi karena ada HET ini ada, jadinya mau naik juga enggak bisa,” katanya kepada detikFinance, Jakarta, Selasa (12/12/2017). Dirinya mengatakan, kekurangan pasokan beras tersebut dapat ditutupi oleh langkah pemerintah yang membuka operasi pasar.

“Kan Bulog masih keluar operasi pasar. Jadi masih terbantu dari pemerintah. Itu beras jenis premium. Jadi medium keluar, yang komersial keluar,” jelasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, harga beras dari daerah memang sedikit mengalami kenaikan. Namun para pedagang Cipinang masih bisa menjual beras ke masyarakat di bawah HET yang ditetapkan pemerintah.

“Kan otomatis untuk biaya jauh naik Rp 200 per kilogram. Tadinya yang Rp 10.800 jadi masuk Rp 11.000 itu yang premium. HET kan baru di Rp 12.800 tergantung dari sisi mana lihatnya. Kalau ini sekarang paling tinggi Rp 11.200 paling tinggi kita masih bisa,” jelasnya.

Source Musim Hujan Tiba, Pedagang Cipinang: Harga Beras Sesuai Het

Leave A Reply

Your email address will not be published.