Musibah Tenggelamnya KM Sinar Bangun: Keluarga Besar INALUM Berduka

64

09 Juli 2018 15:01:02 | Tigaras – PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM telah mengerahkan berbagai upaya untuk membantu pencarian para korban KM Sinar Bangun yang tenggelam pada Senin (18/6) sekitar pukul 17.30 di perairan Danau Toba, ketika sedang berlayar dari Simanindo di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara menuju Pelabuhan Tigaras di Kabupatan Simalungun.

“Keluarga besar INALUM berduka atas meninggalnya dua orang karyawan INALUM dan dua orang anak dari karyawan INALUM yang menjadi korban tenggelamnya KM Sinar Bangun. Kedua karyawan masing-masing bernama Restu Afriangga dan Heriawan Sumarno serta kedua orang anak karyawan bernama Wira Pradana dan Nizar. Kejadian ini menjadi perhatian kita bersama untuk meningkatkan keamaanan dan keselamatan fasilitas kawasan wisata di Danau Toba,” ungkap Direktur Utama INALUM Budi Gunadi Sadikin saat acara Halal Bihalal bersama Pemerintah dan Masyarakat sekitar di Tanjung Gading, Senin (2/7) lalu.

Lebih lanjut, Plt. Direktur Pelaksana INALUM Oggy Achmad Kosasih menginstruksikan kepada jajaran dibawahnya agar segera membentuk tim khusus untuk membantu pencarian korban KM Sinar Bangun dan agar mengerahkan berbagai upaya untuk membantu fasilitas dalam rangka meringankan beban para keluarga korban.

Pada saat pencarian, jajaran direksi yang diwakili oleh Direktur Umum & Human Capital INALUM, Carry E.F. Mumbunan dan Direktur Produksi INALUM, S.S. Sijabat ikut turun langsung dalam pencarian korban di Danau Toba bersama tim khusus dari INALUM dengan menggunakan speed boat. Carry dan Sijabat juga berkunjung ke posko tim SAR dan memberikan arahan serta bimbingan secara langsung kepada tim medis INALUM.

Selama masa pencarian, INALUM telah mengerahkan bantuan dengan mengirimkan dokter dan tenaga medis beserta 2 unit ambulans, 2 unit mobil Pick Up, 1 unit Speed Boat, 1 unit mobil jenazah, 8 unit pelampung, 5 unit Handy Talky dan obat-obatan untuk membantu seluruh korban penumpang KM Sinar Bangun. INALUM juga mengirimkan 5 personel khusus untuk ikut membantu antisipasi penanganan penemuan korban yang diselamatkan oleh tim SAR yang menyisir perairan Danau Toba dan membantu kegiatan pencarian korban KM Sinar Bangun di posko umum. Lebih lanjut, INALUM juga membangun posko pencarian korban yang didirikan di Simanindo, Tigaras dan Pematang Raya dengan selalu berkoordinasi intens dengan Badan SAR Nasional (BASARNAS).

Tim SAR telah melakukan berbagai upaya hingga menurunkan peralatan canggih berupa Multibeam Echo Sounder yang digunakan untuk memetakan kondisi di dasar Danau Toba dan Remotely Operated Vehicle (ROV) atau robot di bawah air untuk memastikan indikasi bangkai kapal dengan cara menangkap visual objek yang ditemukan secara langsung. ROV beroperasi secara baik hingga kedalaman 450 meter, bahkan mencapai dasar danau di sekitar lokasi suspect dan menemukan beberapa jasad yang diduga merupakan korban tenggelamnya KM Sinar Bangun. Namun tim SAR mengalami kesulitan untuk mengangkat jasad tersebut ke darat karena jasad berada di kedalaman 450 meter.

Per tanggal 3 Juli lalu, Tim Basarnas telah resmi menghentikan operasi terpadu pencarian korban KM Sinar Bangun dan menetapkan korban musibah diperkirakan berjumlah 188 orang dengan rincian 21 orang selamat, 3 orang meninggal dan 164 orang belum ditemukan atau hilang.

Source Musibah Tenggelamnya KM Sinar Bangun: Keluarga Besar INALUM Berduka

Leave A Reply

Your email address will not be published.