Modul Pembelajaran Online untuk Menunjang Produktivitas Karyawan (Bagian II)

5

Rabu, 27 Mei 2015 | Nah, Media Pembelajaran Online (MPO) adalah sebuah terobosan cara yang bisa dilakukan untuk memberikan pemahaman tentang pekerjaan serta mengembangkan potensi diri dari setiap karyawan. Mengapa MPO menjadi sebuah terobosan? Karena fleksibilitas waktu dan kehadiran. Mengapa dikatakan fleksibel? Karena materi-materi pembelajarannya hanya dibuat satu kali saja di awal. Selain itu setiap karyawan yang mengikuti MPO bisa mengakses dan mempelajari materi-materi pembelajaran dimanapun dan kapanpun. Sangat memudahkan bukan?

Disinilah keuntungan dari era teknologi digital. Berbasiskan website, MPO bisa dilakukan. Setiap modul dan materi diunggah ke website dan dari situlah setiap karyawan bisa mengakses melalui jaringan internetnya.

Peranan Human Resource sangat dibutuhkan di dalam MPO ini. Human Resource sebagai divisi yang bertanggung jawab akan pengembangan potensi diri setiap karyawan membuat aturan main yang harus dilaksanakan. Selain itu, juga melakukan koordinasi dengan setiap divisi yang ada di dalam perusahaan untuk memastikan MPO ini berjalan sesuai dengan harapan. Walaupun Divisi Human Resource memiliki peran yang cukup strategis, dukungan dari seluruh divisi yang ada tentunya tetap dibutuhkan.

Karena berbasiskan online, maka divisi IT memiliki peranan untuk menyiapkan website dan segala sarana penunjangnya. Tampilan dan akses website disiapkan agar mobile friendly untuk mendukung konsep dasar MPO yang bisa diakses dimana saja dan kapan saja. Jika terlalu “berat,” maka akses melalui gadget akan menemui hambatan.

Setiap divisi juga wajib membuat modul dan materi yang sesuai dengan pekerjaan di divisinya masing-masing. Modul yang baik dibuat bertingkat sesuai dengan levelnya, yaitu : basic, intermediate dan advance. Modul juga dibagi menjadi dua, yaitu hardskill dan softskill. Selain itu medianya minimal berupa ebook. Jika bisa ditambahkan audio dan video menjadi lebih baik lagi. Pada akhir modul, ditambahkan tugas mandiri sebagai dasar informasi apakah peserta yang mengakses modul tersebut sudah memahami materi yang diberikan.

Jika ada divisi yang merasa mengalami kerumitan untuk membuat sendiri modul-modulnya, maka bisa menggunakan jasa tenaga ahli yang sudah teruji kompetensinya untuk membuat modul-modul yang dibutuhkan. Sangat fleksibel bukan?

Selanjutnya, aturan main yang dibuat oleh Divisi Human Resource minimal mencakup tentang pendaftaran peserta, lama penyelesaian modul dan tugas mandirinya, penilaian dan reward.

Pendaftaran peserta harus diatur sedemikian rupa agar situasi dan kondisinya bisa tetap tertib dan dalam kendali. Sebagai contoh, pendaftaran hanya bisa dilakukan pada tujuh hari pertama setiap bulannya. Untuk mengendalikan agar proses pembelajaran tetap maksimal, setiap peserta dibatasi hanya boleh mengambil maksimal dua modul per bulan. Selain mengambil modul dari divisi tempatnya bekerja, setiap peserta juga boleh mengambil modul dari divisi lain untuk menambah pengetahuan.

Lama penyelesaian modul dan tugas mandirinya paling lambat harus di-submit pada akhir minggu ketiga atau bisa juga langsung ditentukan tanggal pastinya, tanggal 21 misalnya. Jika melebihi batas akhir tersebut, maka peserta dianggap tidak lulus dan diperbolehkan untuk mengambil ulang modul tersebut pada bulan berikutnya. Pengumpulan tugas mandiri juga dilakukan secara online.

Penilaian tugas mandiri dilakukan pada minggu keempat dan harus selesai sebelum bulan kalender berganti. Nilai dan batasan kelulusan harus ditetapkan sesuai dengan standard yang dibutuhkan dalam bekerja. Artinya, setiap peserta yang lulus, harus memiliki performa minimal sesuai dengan standar performa yang ditetapkan Perusahaan. Khususnya, standar performa pekerjaan sesuai dengan modul yang diambilnya tersebut. Jadi, setiap peserta yang lulus diharapkan menunjukkan performa yang bagus di dalam pekerjaannya. Peserta yang lulus diperbolehkan untuk mengambil modul lanjutan sesuai dengan tingkatan levelnya. Sedangkan peserta yang tidak lulus, tidak diperbolehkan mengambil tingkat berikutnya.

Reward memiliki fungsi sebagai perangsang setiap peserta untuk mengambil dan menyelesaikan modul yang tersedia. Reward bisa berupa sertifikat penghargaan, cinderamata, penambahan poin pada penilaian kinerja karyawan atau bentuk-bentuk yang dianggap layak oleh perusahaan.

Source Modul Pembelajaran Online untuk Menunjang Produktivitas Karyawan (Bagian II)

Leave A Reply

Your email address will not be published.