Mitos 16. Devisa yang Dihasilkan Industri Sawit Indonesia Relatif Kecil Dibandingkan Industri-Indust

14

29 Mei 2018 —¬†Devisa yang dihasilkan industri sawit Indonesia relatif kecil dibandingkan industri-industri ekspor lainnya. Sehingga ekspor minyak sawit Indonesia tidak terlalu penting bagi perekonomian Nasional. Fakta Devisa negara merupakan suatu ekspor netto yakini nilai ekspor dikurang dengan nilai importnya. Suatu industri ekspor meskipun menyumbang nilai ekspor besar, apabila nilai importnya juga besar maka secara netto akan menghasilkan devisa yang kecil bahkan dapat menjadi difisit devisa.

Dalam perekonomian Indonesia, sektor non migas (termasuk didalamnya sektor minyak sawit) merupakan sektor andalan untuk menghasilkan devisa negara. Selama periode 2008 – 2014 (Tabel 3.4) Nilai ekspor netto sektor non migas mengalami fluktuasi tetapi secara netto masih surplus.

Dalam perekonomian Indonesia, sektor non migas (termasuk didalamnya sektor minyak sawit) merupakan sektor andalan untuk menghasilkan devisa negara. Selama periode 2008 – 2014 (Tabel 3.4) Nilai ekspor netto sektor non migas mengalami fluktuasi tetapi secara netto masih surplus.

Jika nilai ekspor non migas dipisahkan antar ekspor minyak sawit dan non minyak sawit akan terlihat bahwa nilai netto minyak sawit secara konsisten mengalami surplusdengan kecenderungan yang meningkat sebaliknya nilai netto ekspor non minyak sawit cenderung menurun dari surplus menjadi defisit. secara total nilai netto ekspor non migas masih mengalami surplus yang disumbang oleh ekspor minyak sawit.

Source Mitos 16. Devisa yang Dihasilkan Industri Sawit Indonesia Relatif Kecil Dibandingkan Industri-Indust

Leave A Reply

Your email address will not be published.