Minta Sertifikasi Pesawat N219 Dipercepat, Pemprov Kaltara Akan Kunjungi DKUPPU

9

22 Mei 2018 — Gubernur Kalimantan Utara Dr H Irianto Lambrie mengungkapkan, Pemprov Kaltara terus menjajaki perkembangan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) guna percepatan realisasi rencana pembelian pesawat N-219 Nurtanio. Selasa (15/5) lalu, Gubernur menugaskan Kepala Biro Pembangunan Setprov Kaltara Risdianto dan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltara Taupan Madjid untuk mendengarkan langsung pemaparan dari PT DI terkait progress kesiapan pesawat N-219.

“Berdasarkan laporan dari Kepala Biro Pembangunan, PT DI memaparkan progres status sertifikasi dan update bisnis proposal untuk rencana pengadaan pesawat N219 oleh Pemprov Kaltara,” ujar Irianto.

Gubernur juga menyampaikan PT DI menargetkan sertifikasi pesawat N-219 selesai pada Desember 2018. Dengan demikian, diharapkan 2 unit burung besi itu dapat diboyong ke Kaltara pada Agustus 2019. Karena itu, Gubernur berharap agar penerbitan sertifikasi pesawat N-219 dapat dipercepat sehingga kontrak pengadaan 2 unit pesawat N-219 dapat ditandatangani pada tahun ini. Pemprov Kaltara akan membantu percepatan dengan melakukan kunjungan ke Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKUPPU) Kementerian Perhubungan.

Seperti diketahui, pesawat N-219 Nurtanio merupakan pesawat penumpang berkapasitas 19 penumpang dengan dua mesin turboprop yang mengacu kepada regulasi CASR Part 23. Ide dan desain dari pesawat dikembangkan oleh PTDI dengan pengembangan program dilakukan oleh PTDI dan LAPAN.

“Pemprov juga menyampaikan bahwa pengadaan pesawat N219 ini diperuntukkan bagi pemenuhan kebutuhan mobilisasi warga di daerah Kaltara, pelayanan kesehatan dan pendistribusian logistik,” sebutnya.

Pesawat N-219 Nurtanio pada dasarnya dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan transportasi udara nasional di wilayah perintis. Pesawat ini dapat digunakan untuk berbagai macam kebutuhan, seperti angkutan penumpang, angkutan barang maupun ambulan udara. “Kita ingin bisa menjadikan pesawat N219 Nurtanio ini sebagai ambulans terbang. Tapi juga multifungsi karena ini bisa untuk penyaluran logistik dan pengangkut orang atau penumpang ke daerah-daerah terisolasi di kawasan perbatasan Kaltara,” kata Irianto.

Untuk skema pengadaannya, Pemprov pun menyampaikan kepada PT DI agar memberikan referensi bahwa badan usaha milik negara (BUMN) itu merupakan satu-satunya produsen pesawat terbang di Indonesia. “Ini merupakan saran dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP),” sebut Gubernur.

Source Minta Sertifikasi Pesawat N219 Dipercepat, Pemprov Kaltara Akan Kunjungi DKUPPU

Leave A Reply

Your email address will not be published.