Menumbuhkembangkan Jiwa Enterpreneurship di Lingkungan Karyawan untuk Mempercepat Kemajuan Suatu Perusahaan (Bagian III)

4

Senin, 8 Juni 2015 |

4. Hanya mengambil peluang yang terbaikSeorang wirausahawan akan menjadi sangat awas dan memiliki penciuman yang tajam pada waktunya. Berbeda dengan pemula yang belum terlatih dan masih bingung, maka wirausahawan yang terlatih akan cepat membaca peluang. Namun, wirausahawan sejati hanya akan mengambil peluang yang terbaik. Ukuran menarik itu adalah pada nilai-nilai ekonomis yang terkandung di dalamnya, masa depan yang lebih cerah, kemampuan menunjukkan prestasi, dan perubahan yang dihasilkan. Semua itu biasanya dikaitkan dengan “rasa suka” terhadap objek usaha atau kepercayaan bahwa dia”mampu” merealisasikannya.

Success adalah fungsi dari keberhasilan memilih. Apakah memilih sekolah, karier, bidang usaha, teman, pasangan, karyawan/eksekutif, mitra usaha, dan sebagainya. Pilihan yang terbaik akan menentukan hasil yang bisa dicapai.

5. Fokus pada eksekusi. Wirausahawan bukanlah seorang yang hanya bergelut dengan pikiran, merenung atau menguji hipotesis, melainkan seorang yang fokus pada eksekusi. Mereka tidak mau berhenti pada eksploitasi pikiran atau berputar-putar dalam pikiran penuh keragu-raguan.”Manusia dengan entrepreneurial mindset mengeksekusi, yaitu melakukan tindakan dan merealisasikan apa yang dipikirkan daripada menganalisis ide-ide baru sampai mati” (Mc Graith dan Mac Millan, 2000, him. 3). Mereka juga adaptif terhadap situasi, yaitu mudah menyesuaikan diri dengan fakta-fakta baru atau kesulitan di lapangan.

6. Memfokuskan energi setiap orang pada bisnis yang digelutiSeorang wirausahawan tidak bekerja sendirian. Dia menggunakan tangan dan pikiran banyak orang, baik dari dalam maupun luar perusahaannya. Mereka membangun jaringan daripada melakukan semua impiannya sendiri. Ibarat seorang orkestrator atau dirigen musik, dia mengumpulkan pemusik-pemusik yang ahli dalam memainkan instrumen yang berbeda-beda untuk menghasilkan nada-nada musik yang disukai penonton. Untuk itu, dia harus memiliki kemampuan mengumpulkan orang, membangun jaringan, memimpin, menyatukan gerak, memotivasi, dan berkomunikasi. Itulah karakter-karakter dasar yang disebut sebagai entrepreneurial mindset.

Dari beberapa karakter entrepreneur tersebut jika dikembangkan dalam jiwa karyawan akan sangat berguna untuk diri karyawan maupun bagi perusahaan tempat bekerja.  Pola pikir dan attitude seorang entrepreneur dapat memberikan masukan bahkan terobosan–terobosan serta ide–ide baru bagi kemajuan perusahaan. Pembinaan dan pelatihan dapat menjadi alternatif bagi perusahaan untuk pengembangan karyawannya, selanjutnya karyawan dapat melakukan sharing kepada rekan maupun atasan di lingkungan.

Source Menumbuhkembangkan Jiwa Enterpreneurship di Lingkungan Karyawan untuk Mempercepat Kemajuan Suatu Perusahaan (Bagian III)

Leave A Reply

Your email address will not be published.