Mensos Pimpin Rakor Persiapan Bansos Non-tunai Pangan 2018

31

15 Desember 2017

Jakarta – Hari ini Kementerian Sosial menggelar Rapat Koordinasi Persiapan Program Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) untuk tahun 2018. Mensos Khofifah Indar Parawansa hadir. Rapat koordinasi ini digelar di ballroom Hotel El Royal, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (15/12/2017). Mensos tiba pukul 10.22 WIB.

Sebelum Khofifah hadir, Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin Kemensos Andi Zainal Abidin Dulung sudah memberikan pengarahan. Para peserta tenaga kesejateraan sosial diberitahu tentang cara penyaluran bantuan sosial pangan. Di lokasi ada 389 orang tenaga kesejateraan sosial dari 33 provinsi yang hadir mengikuti acara ini, termasuk para koordinator kabupaten maupun kota (orkab/korkot) menyimak pemaparan dengan serius.

“Hari ini Kita akan mengawali tugas layanan kemasyarakatan yang insyaallah tugas ini lebih mendekatkan kita kepada surga. Amin,” kata Khofifah.

Khofifah menjelaskan, tugas penyaluran bantuan pangan non-tunai ini tidaklah sederhana, yakni menghadapi konversi dari subsidi pangan ke bansos pangan. Kemensos juga sedang menyiapkan perluasan dari subsidi pangan ke bantuan pangan non-tunai. Karena itu, Khofifah meminta seluruh petugas siap dan memahami betul seperti apa proses penyaluran bantuan pangan non-tunai ini. Khofifah ingin seluruh keluarga penerima manfaat (KPM) betul-betul paham cara penggunaan kartunya seperti apa.

“Bagaimana KPM itu bisa mengakses bantuan pangannya secara non-tunai karena uangnya ada di kartu, bukan dikasih fresh money. Tiap tanggal 25 akan cair. Nah menyampaikan kepada penerima program bahwa bantuan pangan bisa dicairkan setiap tanggal 25 setiap bulan, itu butuh edukasi,” jelasnya.

Khofifah menyadari ada keterbatasan jaringan di lapangan terkait proses ini. Karena itu, dia meminta para koordinator kabupaten dan kota bisa membetuk jaringan mandiri. Ini juga harus dikomunikasikan kepada pihak terkait seperti bank penyalur, Dinas Sosial setempat, dan lain-lain.

“Ini akan menjadi penting karena tidak ada pendamping bantuan pangan,” ucapnya. “Komunikasikan dengan Bulog kalau itu bansos rastra, cek dengan baik bahwa rastra yang nanti akan dibagi pastikan tidak berkutu, berjamur, intinya pastikan layak konsumsi,” sambung Khofifah.

Ditambahkan Khofifah, dirinya juga sudah berkirim surat ke kabupaten dan kota demi kelancaran proses ini.

“Kita berharap akan ada sharing budgetting dari APBD atau dana desa yang dimungkinkan bahwa bansos rastra sampai ke penerima. Pastikan tidak ada pungutan apapun. supaya mereka bisa membedakan antara subsdi rastra dengan bansos rastra,” katanya.

Source Mensos Pimpin Rakor Persiapan Bansos Non-tunai Pangan 2018

Leave A Reply

Your email address will not be published.