Mengintip Potensi Agrowisata Perkebunan di Jawa Barat

47

 10 Maret 2015 — Jakarta  Sub sektor perkebunan tak dapat dipisahkan dari sejarah panjang pertumbuhan provinsi Jawa Barat sejak masa kolonial hingga sekarang. Sebabnya, hal tersebut memiliki arti yang sangat penting dan menentukan dalam pembentukan berbagai realitas ekonomi, dan sosial masyarakat Jawa Barat.
Karena bila dilihat lebih jauh, Jawa Barat memiliki lahan pertanian dengan luas sekira 498 ribu Ha, dengan jumlah komoditas yang dikembangkannya sebanyak 30 jenis. Bahkan tak sekedar menghasilkan aneka jenis komoditi, perkebunan tersebutn juga memiliki potensi keindahan alam, serta keanekaragaman budaya berkebun yang dapat dikembangkan sebagai objek agrowisata.

Adapun beberapa potensi kawasan perkebunan di Jawa Barat yang sudah dikembangkan, atau yang mungkin dikembangkan sebagai objek agrowisata, antara lain kawasan Perkebunan Teh Gunung Mas di daerah Puncak-Bogor, Perkebunan Teh Rancabali Ciwidey-Bandung, Perkebunan Teh Ciater-Tangkuban Parahu, Perkebunan Teh Gedeh dan Panyairan kabupaten Cianjur, serta Perkebunan Teh Goal Para dan Simpenan Jampangkulon yang berlokasi di Sukabumi.

Bahkan, pengembangan areal perkebunan menjadi kawasan agrowisata telah dilaksanakan sejak tahun 2006 di Kabupaten Bogor, Subang dan Purwakarta, yang memiliki komoditi utama berupa teh. Di ketiga wilayah tersebut, agrowisata dikembangkan di areal perkebunan rakyat, perkebunan besar swasta dan areal perkebunan besar negara.

Tak hanya beberapa kawasan tersebut, pemerintah Jawa Barat juga tengah meneliti beberapa wilayah lain, yang berpotensi sebagai area agrowisata. Adapun beberapa karakteristik yang harus dipunyai sebuah area berpotensi sebagai kawasan agrowisata adalah merupakan kawasan usaha pertanian atau perkebunan alami, memiliki aspek daya tarik seperti keunikan hamparan komoditas, teknik budidaya, penanganan pasca panen, pengolahan, penyajian dan pemasaran hasil produksi,

Selain itu, daerah tersebut juga harus memiliki beragam fasilitas penunjang bagi wisatawan yang terdiri dari adanya jaringan transportasi memadai, tempat istirahat, tempat makan, fasilitas parkir, sarana ibadah, toilet, jasa kesehatan, jasa keamanan maupun sarana komunikasi.

Source Mengintip Potensi Agrowisata Perkebunan di Jawa Barat

Leave A Reply

Your email address will not be published.