Mengenal DEFA 550 30mm, Bakal Jadi Senjata Andalan di CN-235 220 Gunship

24

2018-09-03 00:00:00 | Nama senjata yang satu ini jelas tak populer di jagad alutsista Tanah Air, tapi tahukah Anda, bahwa kanon buatan Perancis ini selama puluhan tahun telah menjadi senjata utama pada pesawat tempur Douglas A-4E/H Skyhawk TNI AU. Dan setelah A-4 Skyhawk TNI AU beristirahat dalam damai, kini ada kabar yang kembali mengingatkan kita akan masa kejayaan Skyhawk di Indonesia. Persisnya DEFA 552 kaliber 30 mm yang terpasang sebagai kanon internal di eks A-4 Skyhwak TNI AU akan ‘dihidupkan’ kembali.

Kabar akan dibangkitkannya kanon DEFA 552 terungkap pada rencana pengembangan CN-235 220 varian Gunship yang tengah dikembangkan oleh PT Dirgantara Indonesia. Dikutip dari Janes.com (28/8/2018), disebutkan bahwa satu pucuk kanon DEFA (Direction des Études et Fabrications d’Armement) 552 eks A-4 Skyhawk TNI AU akan digunakan sebagai kelengkapan pada prototipe CN-235 220 Gunship PT DI.

Meski terbilang senjata tua, karena dirilis perdana oleh Giat, Perancis pada 1954, namun kanon 30 mm ini terbilang kondang digunakan pada beragam jet tempur. Dalam catatan, kanon ini telah diadopsi oleh jet tempur Super Entendard, Mirage III/V, Mirage F1, Sepecat Jaguar, sampai generasi Mirage 2000. Di luar Perancis, DEFA 550 juga dipasang pada jet tempur besutan Italia, Fiat G.91Y dan Aermacchi MB-326K. Kemudian dari Afrika Selatan, kanon laras tunggal ini juga dipasang pada jet tempur Atlas Cheetah and Impala MkII.

Nah, yang unik lainnya dari DEFA 550 ternyata juga dipasang secara khusus oleh Israel untuk armada jet tempur A-4E/F/H/N Skyhawk, IAI Nesher, IAI Kfir, dan IAI Lavi. Israel memang mengganti standar kanon pada A-4 Skyhawk, pada varian asli dari Amerika Serikat, A-4 sudah di setting dengan dua pucuk kanon internal Colt Mk 12 kaliber 20 mm dengan 100 peluru per kanon.

Mungkin bagi Israel, spesifikasi Colt MK12 dipandang tak mencukupi untuk operasi peperangan Negeri Zionis tersebut, maka kemudian digantilah kanon tersebut dengan DEFA 550. Konfigurasi pada A-4 Skyhawk masih tetap dua pucuk, lokasinya persisi di bawah air intake. Begitu juga dengan kapasitas munisi, masih tetap 100 peluru per kanon.

DEFA 550
Dari spesifikasinya, kanon ini mempunyai panjang keseluruhan 1,66 meter dan lebar 0,22 meter. Bobot kanon tanpa munisi adalah 85 kg. DEFA 550 dibangun dari basis kanon buatan Jerman MG-213C, kanon ini bekerja dengan gas operated lewat mekanisme five chamber revolver.

Munisi yang digunakan mengacu pada standar 30 × 113 mm NATO. Tentang daya gempur, DEFA 550 dapat menghantam sasaran secara efektif hingga jarak 1.500 meter. Untuk kecepatan tembaknya dipatok 1.200 munisi per menit, dan kecepatan luncur proyektil mencapai 810 meter per detik.

Dan karena asal muasal A-4 Skyhawk TNI berasal dari bekas pakai AU Israel, maka maka modifikasi Skyhawk TNI AU bisa dibilang identik dengan Israel punya. Modifikasi yang dilaksanakan oleh Israel antara lain menambahkan perangkat pembawa bom seperti outer wing rack, sistem pengereman double disc break, memanjangkan tail pipe sehingga bisa mengurangi panas buangan bahan bakar dan sulit dilacak oleh rudal pencari panas, serta mengganti sistem pengereman pesawat dengan parasut yang lebih handal (drug chute).

Nantinya jika kelak berhasil diwujudkan sebagai kanon di CN-235 220 Gunship, DEFA 550 akan dipadukan dengan perangkat canggih seperti electronic optic (optronic) dan laser designator.

Source Mengenal DEFA 550 30mm, Bakal Jadi Senjata Andalan di CN-235 220 Gunship

Leave A Reply

Your email address will not be published.