Mengawal Sistem Akan Membentuk Karakter Karyawan (Bagian III)

2

Jumat, 22 Mei 2015 | Kita contohkan misalnya sistem absensi menggunakan finger print diikuti dengan sanksi yang lugas akan membuat karyawan berdisiplin. Sistem pembukuan yang teliti akan menghindarkan perbuatan curang. Sistem perencanaan yang baik akan menghindarkan kita dari pemborosan.

Kalau begitu adakah yang kurang dalam sistem yang kita terapkan sekarang ini? Jawabannya bisa ya! bisa tidak! Dikatakan iya, ada yang masih kurang kalau kita berpegang pada prinsip bahwa di dunia ini tidak ada yang sempurna. Dikatakan cukup sempurna, kalau mengingat belum semua aspek yang ada di sistem kita faktanya belum bisa terlaksana di lapangan. Kita ambil contoh misalnya, tentang kualitas produk SHS per unit usaha yang belum stabil dari tahun ke tahun. Ini menunjukkan bahwa sistem yang ada secara tersurat sudah mengatur langkah-langkah untuk menjamin mencapai standard tertentu, tapi di lapangan pengawalan dari SDM ternyata lebih menentukan. Tentang kebijakan pengambilan bahan baku tebu dari luar daerah termasuk kebijakan klusterisasi, tentang baggase saving, dan lain-lain.

Jadi menurut pengamatan saya, pengawalan terhadap sistem itulah yang menentukan pencapaian maksimal terhadap satu aspek. Dan pastinya akumulasi dari beberapa aspek yang terkawal dengan baik akan memberikan hasil akhir yang baik pula. Tentunya pengawalan yang baik harus dilakukan oleh pengawal yang baik. Pengawal yang baik itu adalah pribadi-pribadi yang berintegritas, yang kuat memegang prinsip, yang berkomitmen penuh terhadap tugas yang diembannya. Lalu dari mana memulai pengawalan itu? Seyogyanya sesuai dengan hirarki kepemimpinan harus dimulai dari puncaknya.

Pengawalan ini harus lugas menerapkan reward dan punishment, khususnya di tahap-tahap awal. Reward diberikan ketika seseorang yang berhasil secara konsisten bertindak berdasarkan ‘prinsip’, menurut Steven Covey. Sebaliknya punishment dibebankan kepada para pelanggar prinsip. Prinsip tersebut dengan mudah dilacak lewat pertanyaan-pertanyaan kepada hati nurani, yang secara tersurat juga sudah dimuat dalam pedoman perilaku (Code of Conduct) kita. Pengawalan dilangsungkan terus sampai ke level paling bawah dengan satu kunci, yaitu “Jangan Ada Dusta di Antara Kita.”

Saya yakin pengawalan dengan menerapkan reward dan punishment secara lugas, tidak tebang pilih, dan konsisten akan secara alami menyaring pemimpin-pemimpin yang kompetensinya tinggi dan berintegritas. Bagaimana pendapat anda?

Source Mengawal Sistem Akan Membentuk Karakter Karyawan (Bagian III)

Leave A Reply

Your email address will not be published.