Membuat Bayi Enero Mengaum: Menggali Potensi dan Kinerja Karyawan melalui Talent Management (Bagian II)

4

Kamis, 25 Juni 2015 | Salah satu cara pengembangan secara cepat melalui mentoring. Cara praktis yang dapat dilakukan dengan menyalurkan kemampuan dan pengalaman yang dimiliki karyawan kepada karyawan lainnya. Cara lainnya dengan melibatkan pihak eksternal melalui pelatihan dan studi banding untuk memiliki pandangan yang out of the box untuk dijadikan inspirasi yang dapat disinkronkan dengan tujuan perusahaan. Dalam lingkup industri bioethanol yang adaptif, sangat diperlukan mencari inspirasi dari industri serupa, tidak cukup di dalam negeri namun di negara-negara industri ethanol maju seperti Brasil dan India atau yang terdekat, yaitu Thailand. Rata-rata karyawan muda di Enero perlu dikenalkan dengan kondisi di luar mereka. Teknologi yang digunakan mungkin akan bervariasi dan berkembang. Sebagai contoh India, yang baru-baru ini memiliki teknologi Fermentation Performance Enhancer dengan nutrisi yang mengandung mineral, membraneprotection, biochecmicals dan vitamin untuk mempercepat pertumbuhan dan metabolisme yeast pada proses fermentasi, sedangkan teknologi lainnya seperti penghematan energi dan konsumsi air untuk proses[1].

Selanjutnya, bagaimana ritme kemampuan karyawan dapat tetap stabil atau bahkan meningkat, perusahaan perlu melakukan evaluasi karyawan secara berkala. Apabila terdapat pencapaian karyawan yang stagnan, maka bagaimana cara pimpinan meningkatkan kinerja karyawannya. Termasuk apabila kinerja karyawan sudah mencapai target bagaimana upaya mencari peluang-peluang baru lainnya. Tahapan ini digolongkan sebagai tahapan pemeliharaan.

Tahapan pemeliharaan perlu didukung dengan reward dari Perusahaan atas pencapaian kerjanya. Reward ini diterjemahkan dalam apresiasi dari perusahaan baik dalam bentuk kompensasi, penghargaan atau promosi jabatan. Upaya ini dapat menstimulasi karyawan untuk terus memacu kinerjanya dan menciptakan kompetisi dengan karyawan lainnya. Pada saat karyawan berhasil memacu kinerjanya dan diikuti keberhasilan kinerja karyawan lainnya maka secara bersama-sama akan mendorong kinerja perusahaan yang lebih baik.

Sebagai muara akhir dari talent management adalah proses mempertahankan karyawan. Upaya ini identik dengan upaya untuk menjamin karyawan untuk tetap fokus, loyal dan berkomitmen pada perusahaan. Akan sangat disayangkan jika proses talent management sia-sia karena karyawan pindah pada perusahaan lain dengan salary yang lebih menjanjikan atau perusahaan pesaing yang mencuri karyawan potensial yang dimiliki. Secara teknis proses ini, dapat dilakukan dengan membangun motivasi, etos kerja dan komitmen dengan softskill training atau memberikan tantangan-tantangan baru bagi karyawan tersebut. Upaya ini dapat juga dilakukan di awal, seperti halnya yang sedang dilakukan di Enero saat ini, dalam bentuk transformasikorporasi. Upaya pemberdayaan ini dilakukan membangun komitmen bersama antara Direksi dan Karyawan yang diaplikasikan pada kampanye perusahaan, soft skill dan hard skill training.

Pendekatan Potensi dan Kinerja Karyawan dengan Matriks 9-box

Apakah terdapat standar yang mengakomodasi proses talent management ini? Pendekatan pengukuran yang dapat menjembatani perbedaan antara hasil assessment dengan kinerja untuk mendapatkan gambaran talenta terbaik salah satunya dengan matriks 9-box. Model yang diperkenalkan oleh McKinsey ini, akan membantu menilai potensi individu dan performanya, sekaligus mengidentifikasikan kebutuhan dan tindakan pengembangan bakat di masa depan (succession planning).

Matriks 9-box adalah alat yang sederhana, mudah di mengerti dan mudah diaplikasikan. Matriks ini terdiri dari tabel dengan garis X horisontal yang menggambarkan Performance dan garis Y vertikal yang menggambarkan Potential. Garis X menggambarkan performa karyawan saat ini, apakah di bawah target, memenuhi target atau di atas target. Sedangkan garis Y mengidentifikasi potensi pertumbuhan karyawan di dalam organisasi. Ketika digunakan dalam perencanaan suksesi, garis X menilai leadership performance (kinerja kepemimpin) dan garis Y menilai leadership potential (potensi kepemimpinan). Kombinasi dari garis X dan Y akan menentukan di mana seseorang akan ditempatkan di Matriks 9-box[2].

Matriks 9-box

Masing-masing kuadran mencerminkan kondisi Individunya. Perusahaan juga dapat menentukan langkah strategis untuk pengembangan karyawannya. Apakah memberikan instruksi dalam peningkatan kinerja dan coachingdari pimpinan kepada bawahan atau pengembangan karyawan dengan sustainablity training. Dengan model ini, Perusahaan terhindar dari “perangkap” saat melakukan penilaian, sebagai contoh: terlalu fokus pada kinerja saat ini, tapi mengabaikan potensi karyawan, mengindarkan subyektifitas pimpinan dan membantu menetapkan kriteria.

Saat ini banyak lembaga assessment yang dapat membantu memberikan gambaran yang obyektif dan akurat tentang potensi dan kapasitas individu. Komponen ini meliputi proses perekrutan, penempatan, pelatihan, pengembangan sampai pada succession planning. Dengan model ini, diharapkan perusahaan memiliki strategi dalam menentukan keputusan bisnis yang tepat sehubungan dengan pemberdayaan SDM.

Bukankah, manusia diciptakan dengan kelebihannya masing-masing, begitu pula bakat yang dimiliki tiap manusia. Bentuk pemberdayaan SDM bergantung bagaimana Perusahaan mengelola manusia sebagai aset perusahaan yang tak ternilai. Namun, SDM itu sendiri perlu juga mengetahui kemampuan yang dimiliki dan apa yang dapat dikontribusikan secara maksimal untuk perusahaan. Apabila dua hal ini dapat disinergikan, maka tentunya akan membantu mendorong daya saing perusahaan secara global. Diiringi sikap optimis dan semangat, maka niscaya melahirkan perubahan untuk menjawab tantangan-tantangan di depan. Pertanyaannya apakah kita bergegas bergerak atau tidak sama sekali?

Source Membuat Bayi Enero Mengaum: Menggali Potensi dan Kinerja Karyawan melalui Talent Management (Bagian II)

Leave A Reply

Your email address will not be published.