Masyarakat Perbatasan Indonesia-Malaysia Tak Tahu Ada KUR

12

Selasa, 22 Maret 2016 | 15:10

TARAKAN – Selama masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo, pemerintah telah melakukan pemangkasan bunga kredit usaha rakyat (KUR) sebanyak dua kali. Pada Juli 2015, bunga KUR dipangkas 10 persen dari sebelumnya 22 persen menjadi 12 persen. Pada awal tahun 2016, pemerintah kembali melakukan pemangkasan terhadap bunga KUR menjadi 9 persen.

Rendahnya bunga KUR ini tentunya akan memberikan kemudahan bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dalam mengembangkan usaha. Khususnya bagi pelaku usaha kecil dan mikro (UKM), pemerintah bahkan telah membebaskan agunan untuk peminjaman di bawah Rp25 juta.

Namun, kemudahan kredit ini ternyata tidak dapat dinikmati oleh masyarakat di daerah perbatasan, salah satunya adalah masyarakat yang berdomisili di daerah Tarakan. Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh Okezone, masyarakat yang berdomisili di sekitar daerah perbatasan Indonesia-Malaysia ini bahkan tidak mengetahui adanya program KUR dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UMKM).

“Saya belum mengetahui adanya program itu. Belum ada sosialisasi hingga ke sini,” kata salah satu pemilik usaha makanan, Sri Hastuti kepada Okezone di Tarakan belum lama ini.

Saat ini, Sri mengaku telah memiliki kredit dengan salah satu bank swasta yang berada di Kota Tarakan. Namun, dirinya mengeluhkan tingginya bunga kredit yang dibebankan bagi pelaku UMKM seperti dirinya.

“Saya sudah memiliki pinjaman di bank swasta. Bunganya cukup tinggi,” keluhnya.

Untuk itu, Sri sangat mengharapkan bahwa informasi terkait program KUR ini dapat diterima secara menyeluruh oleh berbagai lapisan masyarakat. Pasalnya, masyarakat di daerah pulau terdepan Indonesia sangat membutuhkan bantuan untuk mengembangkan usaha mengingat sektor ini menjadi satu-satunya sumber utama penghidupan di daerah perbatasan.

”Kalau KUR ada di sini saya mau. Tapi saya belum tahu infonya,” pungkasnya.

Sebagai informasi, daerah Tarakan merupakan pintu gerbang Indonesia yang terletak pada utara Indonesia. Melalui Bandara Internasional Juwata, banyak turis asal Malaysia yang memilih untuk berlibur pada daerah ini.

Daerah ini juga terkenal dengan olahan hasil lautnya seperti udang, bandeng, hingga kepiting. Masyarakat sekitar pun memanfaatkan hasil laut ini sebagai salah satu sumber bisnis. Untuk itu, perlu bantuan dari pemerintah seperti pinjaman KUR agar membantu UMKM pada daerah ini untuk semakin berkembang.

Source Masyarakat Perbatasan Indonesia-Malaysia Tak Tahu Ada KUR

Leave A Reply

Your email address will not be published.