Mantan Atlet Kalsel Apresiasi BUMN Hadir untuk Negeri

18

27 April 2017 | Banjarmasin РSedikitnya 15 mantan atlet nasional Provinsi Kalimantan Selatan mengapresiasi Program Pembinaan Mantan Atlet yang diselenggarakan oleh empat BUMN di provinsi tersebut, Kamis, 27 April 2017.

Adalah Airnav Indonesia, Garuda Indonesia, Perum Damri dan PNRI, didaulat Kementerian sebagai penanggung jawab Program BUMN Hadir untuk Negeri tahun 2017 di provinsi dengan ibukota berjuluk Bumi Lambung Mangkurat tersebut.

Dalam Program Pembinaan Mantan Atlet ini, keempat BUMN menggandeng Dinas Koperasi, UMKM dan Ketenagakerjaan Provinsi Kalsel dan Kota Banjarbaru, Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) UMKM Kalimantan Selatan, serta Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) sebagai narasumber.

Program Pembinaan Mantan Atlet merupakan salah satu dari rangkaian Program BUMN Hadir untuk Negeri yang ditujukan untuk meningkatkan perekonomian para mantan atlet nasional. Tidak hanya menerima pembekalan untuk menjadi pelaku usaha mandiri, melalui program ini kelima belas mantan atlet juga akan mendapatkan bantuan modal kerja awal senilai masing-masing Rp 10 juta.

“Diharapkan progran ini dapat memicu bapak dan ibu untuk menjalankan usaha guna meningkatkan perekonomian rumah tangga. Ke depan, tidak menutup kemungkinan bapak dan ibu kami daulat sebagai mitra binaan kami,” ungkap Manager CSR Airnav Indonesia Hermawansyah.

Muchlisin, mantan atlet Dayung nasional yang pernah menyabet dua medali emas pada event Sea Games tahun 1987 di Jakarta, menyampaikan apresiasinya terhadap Program BUMN Hadir untuk Negeri. Lelaki paruh baya yang kini menggeluti profesi sebagai pemulung tersebut berharap pembekalan dan modal usaha yang diperolehnya kelak dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian rumah tangganya.

“Saya ingin punya warung di depan rumah saya, supaya kalau berhasil saya dan istri bisa tidak memulung lagi,” ungkap pria berusia 57 tahun itu dengan nada datar.

Muchlisin juga sempat bercerita, kala itu, sebagai apresiasi atas perolehan medali emas pada Sea Games, dirinya pernah mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp 100 juta. Namun nominal uang hadiah yang cukup besar tersebut hanya di atas kertas. “Yang saya terima tidak sampai Rp 100 juta. Itu pun bayarnya dicicil sampai berapa tahun, setiap bulan saya cuma terima 1 juta,” kenangnya.

Tidak hanya Muchlisin, empat belas mantan atlet nasional yang direkomendasikan Komite Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Kalimantan Selatan sebagai peserta program, juga mengungkapkan harapan senada.

“Saya sekarang pengangguran. Untuk dapat pemasukan, saya suka ikut bantu-bantu masak di tempat yang hajatan untuk. Saya mau punya usaha sendiri meski kecil-kecilan. Melalui program BUMN Hadir untuk Negeri ini, mudah-mudahan cita-cita saya bisa tercapai,” ujar Rini (42) yang pernah mengharumkan nama Indonesia melalui cabang olahraga Angkat Besi pada Asean Games di Chiang Mai, Thailand, tahun 1995.

Baik Rini, Muchlisin maupun mantan atlet lain yang menjadi peserta kegiatan ini berharap program yang mereka anggap sebagai bentuk kepedulian negara itu dapat terus berlanjut di masa mendatang. “Karena hampir semua mantan atlet nasional kita yang punya prestasi, hidupnya sekarang ini sengsara. Saya mungkin masih agak beruntung karena masih dipakai sebagai pelatih. Terima kasih kepada BUMN yang sudah bikin program ini,” ujar Masmuriadi (43), mantan peraih medali perak cabang olahraga bilyar pada PON tahun 2008 di Kalimantan Timur.

Source Mantan Atlet Kalsel Apresiasi BUMN Hadir untuk Negeri

Leave A Reply

Your email address will not be published.