Luhut Minta Masa Transisi Pelabuhan Kuala Tanjung Dipercepat

17

25 Juni 2019 | Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan meminta transisi lalu lintas pelabuhan ke Kuala Tanjung dipercepat. Pasalnya, hingga kini masih banyak lalu lintas kapal logistik di Pelabuhan Belawan.

Luhut mengatakan bahwa pemerintah ingin memfokuskan jalur logistik di Sumatera Utara lewat pelabuhan Kuala Tanjung.

“Jadi kita mau konsentrasi kepada Kuala Tanjungnya, nggak boleh dua-dua jadi tahun ini masa transisi,” kata Luhut di kantornya, Selasa (25/6/2019).

Nantinya menurut Luhut, Pelabuhan Belawan akan difokuskan sebagai pelabuhan ikan. “Jadi nanti Pelabuhan Belawan itu hanya pelabuhan ikan,” katanya.

Pelabuhan Kuala Tanjung tahap I sendiri, yakni Kuala Tanjung Multipurpose Terminal (KTMT) diketahui sudah rampung dan siap untuk diresmikan. KTMT memiliki kapasitas 600 ribu TEUs.

Pelabuhan ini juga dilengkapi dengan dermaga 500×60 m, trestle sepanjang 2,8 km untuk empat jalur truk selebar 18,5 m, serta dilengkapi rak pipa 4 line x 8 inch.

Selain itu, KTMT juga didukung berbagai sarana dan prasarana infrastruktur bongkar muat modern dan canggih antara lain 3 unit Ship to Shore (STS) Crane, 8 unit Automated Rubber Tyred Gantry (ARTG) Crane, 21 unit truck terminal, dan 2 unit MHC serta Terminal Operating System (TOS) Peti Kemas maupun curah cair.

Pelabuhan yang dibangun tahun 2015 ini juga sudah melakukan uji coba pengoperasian perdana dengan pengapalan ekspor sebanyak 180 box atau 205 TEUs melalui rute langsung atau direct call intra Asia pada 27 Desember 2018.

Sementara itu, Direktur Utama Pelindo I Dian Rachmawan juga mengaku diminta oleh luhut untuk mempercepat transisi tersebut. Luhut ingin pengoperasian Pelabuhan Kuala Tanjung dipercepat.

“Tadi cuma ngasih tahu, Kuala Tanjung itu dipercepat. Dipercepat pengoperasiannya, ya kita percepat nanti,” kata Dian.

Dian tidak merinci banyak hal mengenai pembahasan Pelabuhan Kuala Tanjung bersama Luhut. Dia hanya mengatakan sisa pertemuan dilakukan untuk berkenalan dengan Luhut. Dian sendiri memang baru saja memegang kepemimpinan Pelindo I, dia menggantikan Bambang Eka Cahya sebagai Dirut sejak awal Juni.

“Perkenalan aja, direksi baru, saya kan Direktur Utama baru. Belum pernah ketemu pak Luhut, saya minta waktu beliau untuk ketemu,” kata Dian.

Pelabuhan Kuala Tanjung tahap I sendiri, yakni Kuala Tanjung Multipurpose Terminal (KTMT) diketahui sudah rampung dan siap untuk diresmikan. KTMT memiliki kapasitas 600 ribu TEUs.

Pelabuhan ini juga dilengkapi dengan dermaga 500×60 m, trestle sepanjang 2,8 km untuk empat jalur truk selebar 18,5 m, serta dilengkapi rak pipa 4 line x 8 inch.

Selain itu, KTMT juga didukung berbagai sarana dan prasarana infrastruktur bongkar muat modern dan canggih antara lain 3 unit Ship to Shore (STS) Crane, 8 unit Automated Rubber Tyred Gantry (ARTG) Crane, 21 unit truck terminal, dan 2 unit MHC serta Terminal Operating System (TOS) Peti Kemas maupun curah cair.

Pelabuhan yang dibangun tahun 2015 ini juga sudah melakukan uji coba pengoperasian perdana dengan pengapalan ekspor sebanyak 180 box atau 205 TEUs melalui rute langsung atau direct call intra Asia pada 27 Desember 2018.

Source Luhut Minta Masa Transisi Pelabuhan Kuala Tanjung Dipercepat

Leave A Reply

Your email address will not be published.