Lebih Murah, Pelindo I Ajak Pengusaha Manfaatkan Peti Kemas

26

13 Juli 2018​​ — PT Pelindo I selaku pengelola Pelabuhan Malahayati, Krueng Raya, Aceh Besar, mengajak pengusaha di Provinsi Aceh memanfaatkan jasa pengiriman barang dengan menggunakan peti kemas.

PMO Pengembangan Bisnis PT Pelindo I, Jonedi, menuturkan, pihaknya mengajak pengusaha Aceh memanfaatkan peti kemas untuk pengiriman barang. Pelabuhan Krueng Raya sejak dua tahun lalu sudah melayani pengiriman barang menggunakan peti kemas.

“Namun, pelayanan peti kemas tersebut belum dimanfaatkan secara optimal oleh kalangan usaha di Aceh,” kata Jonedi di Krueng Raya, Aceh Besar, Jumat (13/7/2018).

Padahal, sebut Jonedi, pengiriman barang menggunakan peti kemas lebih murah dibandingkan mengangkutnya menggunakan truk melalui jalan darat. Dan ini tentu menguntungkan dari segi bisnis.

“Biaya satu peti kemas dari Jakarta di kisaran Rp10 juta. Satu peti kemas bisa memuat barang mencapai 24 ton. Waktu tempuh paling lama enam hari. Dengan biaya sebesar itu, tentu ongkos transportasi barang lebih murah dibandingkan lewat darat,” papar Jonedi.

Selama ini, sebut Jonedi, pelayanan peti kemas di Pelabuhan Krueng Raya dimanfaatkan untuk mengangkut barang kebutuhan sehari-hari masyarakat seperi sabun, makanan ringan, rokok, dan lainnya.

“Keuntungan menggunakan peti kemas bisa dilihat dari harga barang di pasaran. Harganya tidak jauh beda dengan yang di Pulau Jawa. Hal ini terjadi karena biaya distribusinya ke Aceh bisa ditekan,” ungkap dia.

Oleh karena itu, Jonedi mengajak kalangan pengusaha Aceh lainnya juga memanfaatkan pelayanan peti kemas di Pelabuhan Malahayati. Penggunaan peti kemas tidak hanya untuk memasukkan barang, tetapi juga mengirim komoditas ke luar Aceh.

“Apalagi saat ini Pelabuhan Malahayati alat angkat peti kemas yang mempercepat proses bongkar muat peti kemas dari dan ke kapal. Kami juga akan terus mengembangkan Pelabuhan Malahayati,” kata Jonedi.

Source Lebih Murah, Pelindo I Ajak Pengusaha Manfaatkan Peti Kemas

Leave A Reply

Your email address will not be published.