Lebih Cepat dari Jadwal, Bendungan Ciawi dan Sukamahi Akan Rampung Akhir 2020

18

13 Agustus 2019 | Sebagai bagian rencana induk pengendalian banjir DKI Jakarta, Bendungan Sukamahi dan Ciawi tengah dibangun. Bendungan yang berada di Kabupaten Bogor itu ditargetkan rampung lebih cepat, yakni pada akhir 2020.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menjelaskan, sebagai bendungan kering, bendungan tersebut baru akan digenangi air jika intensitas hujan tinggi. Sementara saat musim kemarau kedua bendungan itu kering.

Ia pun meminta pekerjaan dilakukan dengan penuh kehati-hatian karena kontur tanah yang terjal. “Pohon-pohon yang ada seperlunya saja ditebang, karena bisa menjadi bagian dari lansekap area bendungan,” ujarnya saat meninjau pembangunan Bendungan Ciawi di Bogor Selasa (6/8) lalu.

Menurutnya, perkembangan pembangunan kedua bendungan tersebut cukup baik seiring dengan pembebasan lahan Bendungan Ciwai yang telah mencapai 78 persen dan Bendungan Sukamahi yang telah mencapai 82,81 persen.

Selanjutnya Menteri Basuki mengatakan, tahapan penting yang harus diselesaikan pada awal pembangunan bendungan yaitu pengelakan sungai sehingga pekerjaan utama dapat dilaksanakan.

Pengelakan sungai Bendungan Sukamahi ditargetkan bisa dilaksanakan pada akhir September 2019 dan untuk bendungan Ciawi pada pertengahan Oktober 2019.

Ia juga menyampaikan bahwa pengendalian banjir di Jakarta tidak bisa dilakukan melalui upaya struktural atau pembangunan fisik saja seperti kegiatan normalisasi sungai dan membangun bendungan saja.

“Diperlukan juga kegiatan non struktural seperti kampanye penyadaran masyarakat, tata ruang, dan pembuatan berbagai sumur resapan di lingkungan rumah masing-masing,” ujarnya.

Bendungan Ciawi dan Bendungan Sukamahi merupakan salah satu bentuk upaya pemerintah dalam mengurangi kerentanan kawasan metropolitan Jakarta dari bencana banjir.

Pembangunan Kedua bendungan tersebut tengah ditangani oleh Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung-Cisadane.

Bendungan Ciawi dan Sukamahi didesain untuk mengurangi debit banjir yang masuk ke Jakarta dengan menahan aliran air dari Gunung Gede dan Gunung Pangrango sebelum sampai ke Bendung Katulampa yang kemudian mengalir ke Sungai Ciliwung.

Selain itu, bendungan tipe dry dam tersebut juga bermanfaat untuk konservasi air dan pengembangan potensi pariwisata di kawasan Puncak, Jawa Barat.

Kontrak Pembangunan Bendungan Ciawi ditandatangani pada 23 November 2016 dengan kontraktor PT Brantas Abipraya dan PT. Sacna dengan nilai pekerjaan konstruksi Rp 798,7 miliar melalui kontrak tahun jamak.

Kapasitas tampung Bendungan Ciawi sebesar 6,45 juta meter kubik dan luas area genangan 31,96 hektar. Saat ini progres konstruksinya sebesar 24,43 persen.

Sementara kontrak pembangunan Bendungan Sukamahi ditandatangani pada 20 Desember 2016 dengan kontraktor PT Wijaya Karya – Basuki KSO senilai Rp 436,97 miliar.

Bendungan Sukamahi memiliki kapasitas tampungan sebesar 1,68 juta meter kubik dengan luas area genangan 5,23 hektar. Saat ini progres konstruksinya telah mencapai 21,13 persen.

Source Lebih Cepat dari Jadwal, Bendungan Ciawi dan Sukamahi Akan Rampung Akhir 2020

Leave A Reply

Your email address will not be published.