Launching Buku Industri Penjaminan Jelang IGS dan ACSIC

25

Selasa, 10 November 2015 | 13:40

JAKARTA – 2015 menjadi tahun sibuk bagi Asosiasi Perusahaan Penjaminan Indonesia (Asippindo). Ada dua agenda penting yang akan digelar. Yakni ditunjuknya Indonesia sebagai tuan rumah penyelenggara konferensi Asosiasi Lembaga Penjaminan Kredit Asia ke-28 (The28th Asian Credit Supplementation Institution Confederation / ACSIC Conference) dan Seminar Internasional Penjaminan (Interational Guarantee Seminar/IGS). Keduanya diselenggarakan di Bali pada 16-19 November di Nusa Dua Bali.

Ketua Umum ASIPPINDO, Diding S Anwar, mengatakan dipercayanya Indonesia sebagai tuan rumah konferensi ACSIC dan IGS, merupakan kehormatan bagi negara. Dengan adanya acara itu, ujar dia, diharapkan semua negara sahabat dalam Industri penjaminan Internasional berbagi pengalaman dan pengetahuan untuk pengembangan industri penjaminan ke depan. “Isu-isunya sangat penting terkait dengan Industri penjaminan untuk mendapatkan masukan positif dan konstruktif,” ujar Diding yang menjabat pula sebagai Dirut Perum Jamkrindo , di Jakarta, Senin, 9 November 2015.

Ketua Panitia ACSIC Conference, Nina Kurnia Dewi mengataan Asippindo ingin acara ACSIC mendapatkan nilai tambah lebih. Salah satu caranya adalah dengan menggelar Seminar Internasional Penjaminan. Acara ini nantinya akan diawali dengan pembukaan pameran UKM oleh Menteri Koperasi dan UKM, AAGN Puspayoga.

Dalam IGS dihadirkan pembicara dari dalam dan luar negeri. “Hadir dalam acara IGS, selain 16 anggota dari 11 negara ACSIC, adalah mitra Asippindo seperti perbankan, nonperbankan, OJK, Kementerian, BPK, Kedutaan besar dan Konsulat Asing di Indonesia,” ujarnya seraya menyebutkan sekitar 500 orang peserta akan hadir dalam acara IGS.

IGS mengambil tema “The Challenge of Borderless SMEs In The Developing Economies And The Role of Credit Guarantee Corporation. ” “Asippindo berharap para peserta mendapat wawasan tentang peran penting industri penjaminan dalam perannya membangun sektor UMKM dan Koperasi,” ujar Diding S. Anwar.

Seminar Internasional yang diselenggarakan pada Tanggal 16 november 2015 tersebut dibuka untuk umum tanpa dipungut biaya. Acara dilanjutkan dengan konferensi khusus anggota ACSIC yang berlangsung pada 17-19 November 2015 dengan tema “Measuring the Soundness and Key Performance Indicator (KPI) of Credit Guarantee Corporation.”

Launching Buku Industri Penjaminan

Agar event IGS ke 28 lebih bergaung, Ketua Asippindo Diding S. Anwar berkolaborasi bersama Ketua LMFEB UI Toto Pranoto meluncurkan Buku “Industri Penjaminan: Menatap Indonesia Gemilang”.

Buku ini mengulas secara gamblang industri penjaminan di Indonesia yang selama ini hanya dikenal oleh kalangan tertentu saja.

Buku ini memberikan gambaran tentang apa, bagaimana dan sejauh apa perannya dalam perekonomian nasional. Sehingga buku ini diharapkan mampu menjadi handbook bagi indutsri penjaminan.

Dekan FEB Universitas Indonesia dalam pengantarnya menyampaikan bagaimana pentingnya industri penjaminan terhadap perkembangan UMKM dan Koperasi di Indonesia di tengah ketidakberdayaannya mengakses kredit.

Peluncuran buku ini yang diselenggarakan pada tanggal 9 November 2015 dilakukan diskusi tentang industri penjaminan dengan menghadirkan Firdaus Jaelani (Anggota Dewan Komisioner OJK), Arief Budimanta, dan para stakeholder industri penjaminan lainnya.

Buku setebal 330 halaman ini akan diterbitkan dalam dua bahasa, dan dibagikan kepada seluruh peserta IGS dan The 18 ACSIC Conference.

Source Launching Buku Industri Penjaminan Jelang IGS dan ACSIC

Leave A Reply

Your email address will not be published.