Lakukan Terobosan Inovasi Alternatif Pendanaan, Jasa Marga Terbitkan Sekuritisasi Pendapatan Tol

34

PRESS RELEASE
PT JASA MARGA (Persero) Tbk.
​Nomor: 74/2017 Tanggal 18 Agustus 2017

Lakukan Terobosan Inovasi Alternatif Pendanaan, Jasa Marga Terbitkan Sekuritisasi Pendapatan Tol

JAKARTA (18/08), Hingga Semester I Tahun 2017, PT Jasa Marga (Persero) Tbk. telah mengoperasikan 15 jalan tol dengan total 600 km dan saat ini tengah melakukan pembangunan 16 jalan tol baru hingga tahun 2019, dimana sebanyak lima jalan tol telah beroperasi sebagian dan 11 jalan tol masih dalam tahap pembebasan lahan dan konstruksi. Di tengah keagresifan Perseroan yang menargetkan untuk dapat mengoperasikan 210 km jalan tol baru pada tahun 2017, Jasa Marga berhasil membukukan total Laba Bersih sebesar Rp 1,016 Triliun pada Semester I tahun 2017. Jumlah tersebut meningkat sebesar 9,79% dibandingkan periode Semester I 2016 sebesar Rp 925 miliar. Peningkatan Laba Bersih ini ditopang oleh peningkatan Pendapatan Tol dan Usaha Lain yang mencapai Rp 4,53 triliun atau meningkat 7,47% dibandingkan Semester I 2016. Dari sisi Pendapatan Tol, Jasa Marga berhasil mencapai Rp 3,99 Triliun atau naik sebesar 2,75% dibandingkan tahun sebelumnya Rp 3,88 Triliun. Sementara untuk Pendapatan Usaha lain berhasil mencapai Rp 543 miliar atau naik sebesar 62,03% dari Semester I tahun 2016 yaitu sebesar Rp 335 miliar.​

Pada sisi EBITDA (Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation & Amortization), kinerja Jasa Marga juga mencerminkan hasil yang cukup baik, dimana seiring dengan aktivitas investasi yang dilakukan, Jasa Marga berhasil memperoleh EBITDA sebesar Rp 2,62 Triliun, tumbuh 6,55% dibandingkan Semester I 2016 dan mencapai margin EBITDA sebesar 57,94%.

Aktivitas konstruksi ruas-ruas jalan tol baru tercermin pada realisasi pendapatan konstruksi yang mencapai Rp 8,57 triliun atau naik sebesar 243,15% dari tahun 2016 Rp 2,50 triliun. Kegiatan ekspansi Perseroan juga terlihat dari total nilai aset yang mencapai Rp 65,81 triliun meningkat 23,01% dari tahun lalu sebesar Rp 53,50 triliun yang mana ekspansi tersebut dilakukan Perseroan untuk pertumbuhan jangka panjang.

Di sisi pengembangan dan pembangunan proyek jalan tol baru, pada tanggal 3 Agustus 2017, Jasa Marga telah mengoperasikan Jalan Tol Gempol-Pasuruan Segmen Gempol-Bangil (Gempol Junction-Bangil) (6,80 km) yang melengkapi Segmen Bangil-Rembang (7,10 km) yang telah beroperasi sejak April 2017, sehingga saat ini Jalan Tol Gempol-Pasuruan Seksi Gempol-Rembang telah beroperasi penuh. Selain itu pada Triwulan 3 Tahun 2017, Jasa Marga juga merencanakan akan mengoperasikan Jalan Tol Semarang-Solo seksi Bawen-Salatiga (17,50 km) dimana saat ini progres konstruksi jalan tol tersebut telah mencapai 100%.

Berikut adalah progres konstruksi jalan tol Jasa Marga hingga 30 Juni 2017 yang direncanakan akan beroperasi di akhir tahun 2017 :

1. Jalan Tol Surabaya-Mojokerto seksi Sepanjang-Krian (15,50 km), progres pekerjaan konstruksi 90,54%;

2. Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi (41,69 km), progres pekerjaan konstruksi 81,51%;

3. Jalan Tol Solo-Ngawi (90,25 km), progres pekerjaan konstruksi 66,85%;

4. Jalan Tol Ngawi-Kertosono (25,00 km), progres pekerjaan konstruksi 73,97%;

5. Jalan Tol Gempol-Pasuruan seksi Rembang-Pasuruan (6,60 km), progres pekerjaan konstruksi 20,85%.

Untuk memenuhi kebutuhan pendanaan, Jasa Marga tidak berhenti untuk melakukan inovasi alternatif pendanaan. Salah satu terobosan yang dilakukan oleh Jasa Marga adalah dengan melakukan rencana penerbitan sekuritisasi yang berbasis hak atas pendapatan tol di masa mendatang atau Future Revenue Based Securities (FRBS) berupa Surat Berharga Hak Pendapatan Tol PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Atas Ruas Jalan Tol Jakarta – Bogor – Ciawi Untuk Jangka Waktu 5 Tahun Dengan Sebanyak-banyaknya Maksimum Rp 2.600.000.000.000 (dua triliun enam ratus miliar Rupiah) Dengan Nilai Sebanyak-banyaknya Rp 2.000.000.000.000 (dua triliun Rupiah) (“Surat Berharga Hak Pendapatan Tol”). Adapun hak atas pendapatan yang disekuritisasi adalah hak atas sebagian pendapatan ruas Jagorawi (Jakarta Bogor Ciawi), yang merupakan salah satu ruas tol paling mature yang dimiliki oleh Jasa Marga.

Produk sekuritisasi yang rencananya akan diterbitkan bernama KIK EBA Mandiri JSMR01-Surat Berharga Pendapatan Tol Jagorawi (“KIK EBA Mandiri JSMR01”), dengan PT Mandiri Manajemen Investasi dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk bertindak sebagai Manajer Investasi dan Bank Kustodian. Produk KIK EBA Mandiri JSMR01 telah mendapatkan indikasi peringkat awal AAA dari PEFINDO dan rencananya akan ditawarkan dalam dua kelas. Kelas A akan diterbitkan melalui penawaran umum dan memiliki karakterisktik pendapatan tetap, sedangkan kelas B akan diterbitkan melalui penawaran terbatas dan memiliki karakteristik pendapatan tidak tetap.

Pada transaksi sekuritisasi ini Jasa Marga didukung oleh PT Mandiri Sekuritas selaku Arranger penerbitan Surat Berharga Hak Pendapatan Tol, dan 6 (enam) Agen Penjual KIK EBA Mandiri JSMR01 yang terdiri dari PT Mandiri Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, PT Bahana Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT CIMB Sekuritas Indonesia, dan PT BCA Sekuritas. Adapun pada transaksi sekuritisasi ini Jasa Marga juga didukung oleh profesi penunjang lainnya seperti DDTC (PT Dimensi Internasional Tax) selaku konsultan pajak dan Hanafiah Ponggawa & Partners selaku konsultan hukum.

Jasa Marga sebagai Originator memiliki future revenue yang berasal dari pendapatan tol juga akan betindak sebagai Collection Manager, yang bertugas mengumpulkan pendapatan tol dan mendistribusikannya ke KIK EBA Mandiri JSMR01, dan kemudian KIK EBA Mandiri JSMR01 akan mendistribusikan imbal hasil dan pokok investasi para Pemegang Unit Penyertaan (Investor).​

Untuk keterangan lebih lanjut hubungi:

M. Agus Setiawan

Corporate Secretary

PT Jasa Marga (Persero) Tbk.

Plaza Tol Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta 13550

Telp. 021 8413526 – 8413630

Email.

[email protected]; [email protected]

Source Lakukan Terobosan Inovasi Alternatif Pendanaan, Jasa Marga Terbitkan Sekuritisasi Pendapatan Tol

Leave A Reply

Your email address will not be published.