KUR untuk Majukan Pariwisata

26

Selasa, 23 Juli 2019 18:52 | Pemerintah terus menunjukkan komitmennya untuk memajukan sektor pariwisata melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Kali ini, KUR Pariwisata sebesar Rp279 Miliar akan disalurkan kepada 6.911 debitur di Banyuwangi-Jawa Timur untuk tahun 2019.

 “KUR yang memiliki suku bunga rendah sebesar 7% ini dapat menjadi pilihan alternatif skema pembiayaan bagi pelaku UMKM di sektor pariwisata,” ujar Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Iskandar Simorangkir, Jumat (19/7) di Banyuwangi.

Perum Jamkrindo yang merupakan perusahaan BUMN penjamin KUR turut terlibat dalam acara ini. dalam kesempatan ini pula Perum Jamkrindo menyalurkan bantuan Program Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) untuk masyarakat Jawa Timur.

Bantuan yang disalurkan berupa bantuan renovasi toilet homestay pesantren dan santunan untuk pondok pesantren Raudlatus Salam dengan total sebesar Rp 31 juta. Penyaluran bantuan ini diserahkan dalam acara penyaluran KUR disektor Pariwisata  dan implementasi  keuangan  inklusif di Banyuwangi, Jawa Timur.

Hadir secara langsung Direktur Bisnis Penjaminan Amin Mas’udi temani oleh Kanwil VI Perum Jamkrindo Surabaya Loesdarwanto dan Pemimpin Cabang Banyuwangi  Rizky Tri Yugojajaran  serta jajaran karyawan Perum Jamkrindo Cabang Banyuwangi.

Sejak ditetapkan pada September 2018 hingga Juni 2019, KUR Pariwisata telah disalurkan sebesar Rp21,7 Triliun dan diberikan kepada 1,1 juta debitur. Penyaluran KUR Pariwisata memiliki porsi sebesar 5,3% dari total akumulasi penyaluran KUR. Khusus di Banyuwangi, telah tersalurkan KUR Pariwisata sebesar Rp657 Miliar kepada 26 ribu debitur.

“Kota yang dijuluki The Sunrise of Java ini merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi pariwisata yang cukup besar. Kota ini menjadi daerah dengan penyaluran KUR Pariwisata yang cukup tinggi,” papar Iskandar.

Adapun akumulasi KUR yang telah disalurkan sejak 2015 hingga akhir Juni 2019 adalah sebesar Rp408,5 Triliun. Angka tersebut diberikan kepada 16,57 juta debitur dengan Non Performing Loan (NPL) tetap terjaga sebesar 1,39%.

Sementara khusus tahun 2019, realisasi penyaluran KUR hingga 30 Juni 2019 adalah Rp75,1 Triliun (atau sebesar 53,7% dari target Rp140 Triliun) untuk 2,7 juta debitur. “Jawa Timur menjadi salah satu provinsi dengan penyaluran KUR tertinggi kedua dengan total akumulasi penyaluran sebesar Rp67,5 Triliun kepada 3,2 juta debitur,” imbuh Iskandar.

Tak hanya mendorong sektor pariwisata melalui penyaluran KUR, Pemerintah juga mengimplementasikan kebijakan Kemitraan Ekonomi Umat dalam bentuk kegiatan pelatihan digital bertajuk “Santripreneur Go-Online.”

 “Kolaborasi pemerintah dengan korporasi atau pihak swasta melalui program-program pemberdayaan dan pembinaan UMKM, termasuk unit usaha/binaan pondok pesantren perlu senantiasa didorong,” ujar Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono saat menyampaikan sambutannya di Pendopo Kabupaten Banyuwangi.

Melalui kegiatan ini, Kemenko Perekonomian yang bekerja sama dengan Shopee Indonesia mengupayakan peningkatan literasi digital di bidang pemasaran dan pengembangan produk bagi santri dan masyarakat pondok pesantren. Hal ini sekaligus merupakan implementasi dari Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI).

Susiwijono menerangkan, batch pertama telah dilaksanakan pada 18 Juli 2019 lalu dengan melibatkan 50 orang peserta dari Pondok Pesantren Nurul Quran Kabupaten Banyuwangi. Rincian pesertanya adalah 25 orang dari alumni/santri/guru/keluarga besar pondok pesantren; 15 orang dari masyarakat sekitar yang sudah memiliki produk dan berjualan secara online; dan 10 orang dari pesantren/madrasah diniyah di sekitarnya.

Adapun materi pelatihan dari Santripreneur Go-Online ini meliputi: (i) Beginner Class antara lain potensi berjualan online, mengenal psikologi pembeli, tips dan trik berjualan, dan fotografi produk; (ii) Intermediate Class antara lain pemanfaatan fitur-fitur shopee, menjadi best seller, memanfaatan shopee pay, penulisan deskripsi pruduk yang menarik. Kedua program pelatihan tersebut disampaikan dalam 3 (tiga) sesi selama 1 (satu) hari dan diselingi praktik fotografi produk serta atraksi permainan.

Pemerintah berharap kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan santri serta masyarakat sekitar pada bidang kewirausahaan digital. “Harapannya, setelah pelatihan peserta dapat meningkatkan kapasitas penjualan produknya sekaligus dapat meningkatkan kompetensi. Dengan demikian, selain belajar menjadi ahli ilmu agama, menjadi ustad, sekaligus juga sebagai digital entrepreneur,” kata Susiwijono.

Kemenko Perekonomian, lanjutnya,sangat mendukung pengembangan ekosistem ekonomi digital sebagai bagian dan langkah strategis guna memperkuat sektor kewirausahaan untuk menghadapi era disruptif dan revolusi industri 4.0.

Bupati Banyuwangi Azwar Anas pun menerangkan pentingnya sinergi antara pusat dan daerah dalam mengembangkan UMKM dan pariwisata. Menurutnya, Pemerintah perlu bekerja kreatif, penuh inovasi, dan tepat sasaran.

“Saya sependapat bahwa digital market place itu harus terkoneksi dengan UMKM untuk meningkatkan kapasitas suatu daerah. Kunjungan kerja Kemenko Perekonomian beserta seluruh program dan kebijakan yang ada ini pun semoga menjadi penyemangat kami untuk terus berinovasi, khususnya dalam mengembangkan UMKM dan sektor pariwisata,” ungkap Bupati Azwar.

Keseluruhan rangkaian acara Leaders Offsite Meeting Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian ini turut dihadiri oleh Deputi Bidang Koordinasi Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, dan Daya Saing KUKM Kemenko Perekonomian; Bupati Banyuwangi; Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Quran; Direksi Bank PenyalurKUR dan Penjamin KUR; serta stakeholder terkait lainnya.

Source KUR untuk Majukan Pariwisata

Leave A Reply

Your email address will not be published.