Kunjungan Perdana Jokowi Ke PTDI

28

13 Januari 2015 — Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi PT. Dirgantara Indonesia (Persero) (PT DI) untuk pertama kalinya. Kunjungan Presiden kemarin merupakan bentuk dari komitmennya untuk mengembangkan badan usaha milik negara (BUMN) di Indonesia. Didampingi oleh Menteri BUMN RI Rini Soemarno, Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto, dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Jokowi meninjau langsung fasilitas produksi dan perancangan pesawat, khususnya untuk pesawat N219 dan pesawat tempur KFX/IFX.

Dalam kunjungannya ini Jokowi beserta rombongan mengunjungi Machining Shop, Final Assembly Line, Gedung Pusat Teknologi (GPT) dan mendapatkan penjelasan langsung mengenai pesawat dan komponen yang tengah dikerjakan dari Direktur Utama PT DI, Budi Santoso. Lokasi pertama yang dikunjungi adalah area Machining Shop untuk melihat permesinan yang baru, kemudian dilanjutkan ke final assembly line untuk meninjau pesawat-pesawat yang sedang dikerjakan, lalu ke GPT untuk melihat perkembangan dari program N219 dan pesawat tempur KFX/IFX. Di akhir acara Presiden menyediakan diri untuk melayani tanya jawab dengan sejumlah awak media massa yang telah menunggu di area pabrikasi. Jokowi menilai Indonesia sangat membutuhkan sarana transportasi berupa pesawat yang bisa menghubungkan pulau-pulau di Indonesia terutama pesawat yang memiliki kemampuan lepas landas pada runway yang pendek. Industri dirgantara nasional memiliki potensi yang besar terlebih lagi jika diiringi dengan perencanaan yang matang.

“Saya ingin adanya perencanaan hingga 50-100 tahun mendatang, dengan sumber daya manusia yang menurut saya sangat baik, harus ada perencanaan bisnis yang jelas, konsentrasi saja disitu” Paparnya.

Jokowi juga menyarankan kepada manajemen PTDI untuk lebih aktif melakukan kegiatan pemasaran dan promosi baik untuk pasar domestik maupun internasional. Presiden menambahkan, di tahun 2015 ini pemerintah akan memberikan suntikan modal sejumlah 48 triliun untuk BUMN yang bergerak di bidang infrastruktur. Mengenai PTDI, Jokowi berpendapat bahwa PTDI berpeluang mendapatkan injeksi dana, namun ia mengingatkan untuk memperkuat sisi marketingnya, sehingga pemesanan meningkat dan proses produksi tetap berjalan.

“kalkulasinya tidak hanya berhubungan dengan untung rugi saja, tapi ini juga masalah kebanggaan,” tegas Jokowi.

Source Kunjungan Perdana Jokowi Ke PTDI

Leave A Reply

Your email address will not be published.