Kunjungan Kerja Menteri BUMN di PTPN VIII wilayah Jawa Barat Selatan

22

1 Agustus 2017 — Menteri BUMN Rini Soemarno melakukan perjalanan menyusuri Jawa Barat Selatan dalam rangka kunjungan kerja ke beberapa kebun di PT Perkebunan Nusantara VIII yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi daerah wisata di Wilayah Jabar Selatan. Didampingi Sekretaris Menteri, Deputi dan staf Ahli beserta Direksi BUMN dari BRI, BTN, Perumnas dan PTPN VIII, menteri menggunakan perjalanan darat menyusuri garis pantai Jawa Barat selatan mengunjungi beberapa

Kebun PTPN VIII, seperti Kebun Miramare, Agrabinta dan Cikaso. dialog dan diskusi dilakukan dikebun tersebut, Menteri melakukan tatap muka langsung dengan karyawan, warga dan unsur muspika muspida. Seperti diketahui beberapa potensi dapat dikembangkan di wilayah jabar selatan, baik pariwisata, perikanan dan pengembangan pemberdayaan masyarakat yang dinilai wilayah jabar selatan ini sangat sedikit tersentuh. Dalam mengembangkan berbagai potensi di wilayah tersebut, harus ditunjang dengan sarana dan prasarana serta akses yg dapat menjual wilayah.

Dengan garis pantai yang panjang, serta banyaknya titik tempat/destinasi wisata pantai yang sangat prospektif Menteri Rini sangat antusias, sampai rela berjalan menembus perkebunan karet Miramare sejauh 7 Km dan menembus “Leuweung” Sancang. Seperti diketahui, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tengah mendata aset yang dimiliki oleh BUMN untuk mengoptimalkan aset yang dimiliki BUMN. Dan wilayah Jawa Barat bagian selatan ini sebetulnya

mempunyai potensi yang sangat besar untuk dikembangkan karena mempunyai infrastruktur jalan dan akses di wilayah ini sudah sangat baik dan tergolong bagus, jika dibandingkan dengan jalur pantau utara namun memiliki kesenjangan ekonomi jika dibandingkan dengan wilayah utara. Padahal Pendataan ini bisa dilakukan oleh masing-masing BUMN. Namun khusus untuk di wilayah jalur Selatan Jawa, Menteri Rini Soemarno memilih untuk melakukan pendataan sendiri secara langsung, dan menangkap potensi yang bisa dikembangkan, yaitu

PErikanan, Pertanian, Energid dan wisata. Ombak yang besar ini sudah menjadi spot olahraga air, seperti salah satunya surfing. Hanya saja baginya, kawasan ini masih belum tertata. Ikut dalam perjalanan tersebut Direksi PT Perkebunan Nusantara VIII sebagai pengelola Area, dan bu Menteri meminta kepada Direksi PTPN VIII untuk menginventarisir wlayahnya yang berbatasan langsung dengan pantai yang dapat dikembangkan sebagai daerah wisata agar wilayah tersebut dapat berkembang lebih cepat. Menteri

juga menyempatkan mengunjungi perkebunan Karet Agrabinta yang masih di bawah pengelolaan PTPN VIII. Di Agrabinta Menteri mengunjungi pabrik pengolahan Karet dan perumahan/emplasemen karyawan Pada kunjungan ini Bu Menteri memberi perhatian khusus terhadap perumahan karyawan yang dinilai kurang memadai. Bersama Perumnas dan BTN Bu Menteri mengisyaratkan untuk mendata jumlah perumahan di Perkebunan berikut jumlah karyawan untuk bersinergi mengentaskan perumahan karyawan tersebut untuk dibantu.

Selain suguhan wisata pantai yang membentangn dari Cipatujah Santolo Pantai Cijeruk Pantai Lugina dan sampai dengan Cikaso, Menteri Rini juga diajak berwisata menggunakan Perahu menuju Curug Cikaso yang berada di Wilayah Kerja Kebun Cikaso PTPN VIII. Disana Bu Menteri berfoto melihat keindahan Curug Cikaso yang memang sudah menjadi tempat Wisata local Sukabumi dengan mengajak Direksi BUMN untuk berselfie.

Seperti diketahui aset-aset BUMN yang memiliki potensi untuk dikembangkan dapat lebih dimaksimalkan dan meminta BUMN untuk lebih jeli melihat peluang tersebut dan pengelolaan aset yang lebih optimal ini, Kementerian BUMN mentargetkan aset kembali meningkat di 2017 ini, dimana ditargetkan akan tembus di atas Rp 7.000 triliun Perlu diketahui hingga 2016, aset BUMN telah mencapai lebih dari Rp 6.300 triliun. Aset ini meningkat jika dibandingkan pada 2015 yang saat itu sebesar Rp 5.760 triliun.

Source Kunjungan Kerja Menteri BUMN di PTPN VIII wilayah Jawa Barat Selatan

Leave A Reply

Your email address will not be published.