Kunjungan Kerja Ke Ntb, Komisi Vi Dpr Ri Dukung Industri Pariwisata

22

28 February 2018, Mataram – 14 anggota Komisi VI DPR RI yang membidangi Perdagangan, Perindustrian, Investasi, Koperasi, UKM & BUMN, Standarisasi Nasional meninjau sejumlah proyek nasional yang dikerjakan oleh beberapa BUMN yang ada di Provinsi NTB, antara lain proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas dan Uap (PLTMGU) Lombok Peaker kapasitas 150 Mega Watt (MW), di Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram serta KEK Mandalika di Lombok Tengah.

Saat mengunjungi KEK Mandalika, Rabu (28/2), anggota dewan menyaksikan secara langsung kemajuan pembangunan fisik dan investasi di KEK Mandalika yang dikelola Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) dan hasil-hasil penyerapan Penyertaan Modal Negara (PMN). Bowo Sidik Pangarso sebagai pimpinan Tim Kunjungan Kerja Komisi VI DPR RI menyatakan kunjungan ke Mandalika adalah untuk mengawal penggunaan anggaran negara yang sudah diberikan kepada ITDC untuk menjalankan salah satu proyek strategis nasional yaitu pengembangan “Bali Baru”.

Dalam kunjungan ini pula anggota Komisi VI DPR RI memberikan apresiasi kepada ITDC setelah melihathasil-hasil penyerapan Penyertaan Modal Negara (PMN) yang mana realisasi hingga Januari 2018 sebesar Rp 238,5 Miliar atau sekitar 95,4% dengan progres fisik yang telah mencapai 100%. Penyerapan PMN dalam proyek KEK Pariwisata Mandalika diantaranya adalah proyek infrastruktur 11 km jalan yang telah selesai dikerjakan, proyek saluran drainase, dan proyek Sea Water Reverse Osmosis (SWRO). Selain itu, di dalam kawasan KEK Mandalika telah dibangun Masjid Nurul Bilad yang merupakan masjid terbesar kedua di Lombok, dan dilakukan penataan Pantai Kuta serta penyediaan fasilitas publik dan pelaku usaha kecil menengah di sekitar Kawasan Mandalika.

Bowo Sidik Pangarso sebagai pimpinan Tim Kunjungan Kerja Komisi VI DPR RI meminta ITDC mengedepankan pembangunan dan investasi berbasis kearifan lokal, menjaga tradisi, adat istiadat dan sosial budaya masyarakat agar tidak tergerus, apalagi dihilangkan. Selain itu, ITDC juga diminta membangun KEK Mandalika dengan memperhatikan lingkungan. “Jangan sampai lebih banyak bangunan daripada keasrian lingkungannya. Bila perlu, ada hutan rindang dan lebat di KEK,” tegas Bowo Sidik Pangarso.

Sementara itu, Direktur Utama Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Abdulbar M. Mansoer menerangkan bahwa dari PMN sebesar Rp 250 miliar yang diamanatkan kepada ITDC, telah mendapatkan komitmen investasi sebesar Rp13,5 triliun. Selain itu, pengembangan KEK Mandalika mampu mendorong munculnya ekonomi rakyat yang ditandai dengan bertambahnya jumlah restoran dan usaha kecil menengah (UKM) yang ada di sekitar KEK Pariwisata Mandalika.

“Kunjungan kerja anggota Dewan dari Komisi VI DPR RI ini memiliki arti penting bagi percepatan pembangunan The Mandalika. Melalui kunjungan ini, kami berharap anggota Dewan dapat melihat secara langsung kemajuan-kemajuan yang ada, sekaligus berdiskusi mengenai permasalahan-permasalahan serta terobosan-terobosan untuk mengatasi permasalahan tersebut,” tutur Direktur Utama Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Abdulbar M. Mansoer.

Sebelumnya, anggota komisi VI DPR juga mengunjungi PLTMGU Lombok Peaker. Bowo Sidik Pangarso menyatakan kunjungan ke PLTMGU ituuntuk memastikan, bahwa proyek yang masuk dalam prioritas nasional 35.000 MW ini bisa berjalan sesuai jadwal, lancar dan tepat waktu. Pasokan listrik ini diperlukan guna mendukung Pulau Lombok yang sedang gencar-gencarnya mengembangkan program kepariwisataan.

Apabila PLTMGU Lombok Peaker ini telah beroperasi pada 2019 nanti, maka dijamin seluruh pasokan listrik di Pulau Lombok, termasuk di kawasan-kawasan wisata seperti KEK Mandalika, Gili Air, Gili Meno, Gili Trawangan, dan lainnya akan tercover, dan dipastikan tidak akan terjadi pemadaman lampu lagi.

“Kawasan KEK Mandalika, Lombok kini sedang dikembangkan menjadi kawasan pariwisata internasional dimana didalamnya otomatis juga akan dibangun berbagai fasilitas seperti perhotelan yang juga berkelas dunia. Jadi pasokan listrik harus terjamin. Ini diperlukan agar terjadi proses percepatan pembangunan berbagai sarana dan prasarana wisata di KEK Mandalika, yang apabila beroperasi bisa menyamai bahkan melebihi kepopuleran kawasan wisata di Nusa Dua Bali. Dengan demikian, arus wisatawan ke NTB, khususnya ke Lombok juga akan meningkat,” ujar Bowo Sidik Pangarso.

Source Kunjungan Kerja Ke Ntb, Komisi Vi Dpr Ri Dukung Industri Pariwisata

Leave A Reply

Your email address will not be published.