KRI Banjarmasin-592, Pahlawan Kemanusiaan yang Kembali ke Rumahnya

15

7 Mei 2019 pukul 09.00 | Tangguh nan humanis, itulah Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Banjarmasin-592. Pada tahun 2003, PT PAL Indonesia (Persero) sebagai BUMN yang bergerak di bidang industri galangan kapal, telah memproduksi KRI Banjarmasin-592.

Salah satu hasil karya kebanggaan negeri ini, merupakan jenis kapal perang logistik yang sudah berumur 16 tahun dan masih beroperasi sampai sekarang. Nama KRI Banjarmasin-592 ini sendiri diambil dari nama ibukota provinsi Kalimantan Selatan yaitu Banjarmasin. KRI Banjarmasin-592 adalah salah satu dari empat kapal perang logistik jenis Landing Platform Dock (LPD) yang dimiliki TNI AL. Kapal ini memiliki panjang 125 M (410,10 Ft) dengan lebar 18 M (72,18 Ft) dengan kecepatannya 16 knots. Kapal ini bisa menampung sekitar 500 orang dan dilengkapi persenjataan seperti Meriam. Terdapat perbedaan dari 2 kapal perang bertipe sama yang diproduksi di Korea Selatan, kali ini KRI Banjarmasin-592 mampu mengangkut 5 unit helikopter (3 di geladak heli, 2 di hanggar) dari yang sebelumnya hanya 3 daya angkut helikopter dan getaran kapal kali ini sangat rendah sehingga dapat menambah kenyamanan dari awak kapal.

KRI Banjarmasin-592 merupakan salah satu dari 13 kapal perang milik Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) yang berfungsi sebagai pengangkut kapal pendarat pasukan, operasi amfibi, pengangkut tank, pengangkut personel, juga untuk operasi kemanusiaan dan penanggulangan bencana serta pengangkut helikopter. Dengan spesifikasi tersebut, selain sebagai kapal tempur yang berteknologi desain semi-siluman, KRI Banjarmasin-592 juga telah berperan penting dalam misi kemanusiaan dan penanggulangan bencana di dalam maupun luar negeri. Kapal ini juga di desain khusus untuk membantu operasi amfibi TNI AL dilengkapi dengan dua unit Landing Craft Units (LCU) yang berfungsi menurunkan pasukan dan muatan ketika tidak tersedia dermaga untuk berlabuh dilaut.

“Misi kemanusiaan yang baru-baru ini dilakukan oleh KRI Banjarmasin-592 ialah membantu membangun ulang pasca bencana di Lombok dan Palu dengan mengerahkan 3 sorti awak kapal serta membawa dukungan logistik dan alat-alat berat. Tak hanya menanggulangi bencana tersebut, KRI Banjarmasin-592 juga turut membantu dalam proses pencarian bangkai kapal AirAsia dan Lion Air” ucap Letkol Laut (P) Yulius Andreas Lorentius, M.Tr (Hanla) yang bertugas sebagai komandan KRI Banjarmasin-592.

KRI Banjarmasin-592 pada April 2019 saat ini sedang dalam masa pemeliharaan dan perbaikan di dok PT PAL Indonesia (Persero). Ini adalah kali pertama KRI Banjarmasin masuk ke dok PT PAL dan kemungkinan akan dilakukan docking kedua pada bulan Juni hingga September.

Kegiatan Perawatan dan perbaikan yang dilakukan KRI Banjarmasin ini adalah pembersihan pada lambung kapal dan perbaikan pada poros yang memerlukan waktu kurang lebih 14 hari. KRI Banjarmasin-592 direncanakan kembali beroperasi mengamankan laut teritorial Indonesia dan mengemban misi mulia lainnya mulai tanggal 4 Mei 2019,” ucap Dadang Januriyanto sebagai  Manager Project yang saat ini sedang menangani KRI Banjarmasin-592.

Dengan kegiatan atau pemeliharan dan perbaikan yang dilakukan oleh PT PAL Indonesia (Persero) sebagai industri galangan kapal yang terpercaya. Hal tersebut sebagai bentuk sinergitas & kerjasama yang solid antara TNI AL dan PT PAL Indonesia (Persero) sebagai wujud komitmen untuk menjaga pertahanan & keamanan wilayah maritime NKRI.

Source KRI Banjarmasin-592, Pahlawan Kemanusiaan yang Kembali ke Rumahnya

Leave A Reply

Your email address will not be published.